Setelah Drama Korea

Ririn Diah Utami

SELAMA berbulan-bulan, wabah bertahan di Bumi. Entah, kapan wabah akan meninggalkan kita. Dengan adanya cobaan besar, masyarakat mengalami dampak yang berat. Perekonomian menjadi sulit. Dampak yang terasa adalah sekolah anak-anak yang tidak bisa tatap muka, melainkan belajar lewat online. Akibatnya, menambah masalah dalam kehidupan di rumah. Anak yang masih sekolah tingkat dasar perlu pengawasan atau didampingi oleh orangtuanya. Bagi orangtua yang bekerja bertambahlah capek jika harus mendampingi anak belajar. Entah, saat itu anak malas atau sedang mogok belajar bisa memicu perdebatan. 

Tidak beda jauh dengan para ibu rumah tangga. Mereka harus menyelesaikan urusan pekerjaan rumah, harus juga mendampingi anak belajar. Emosi akan muncul ketika anak diajak belajar tapi ngambek atau susah diberi pengertian. Situasi seperti tersebut menimbulkan pengaruh yang buruk terhadap semuanya. Seperti tekanan batin atau depresi. 

Di sini, saya sebagai ibu rumah tangga juga mengalami gangguan tersebut. Terkadang merasa kasihan melihat anak yang sudah mengalami kejenuhan di rumah, merasa terpaksa untuk belajar. Tetapi, melihat tugas anak yang bermunculan di gawai, membuat saya menuntut anak mesti mengerjakan. Terserah, mau dikerjakan pagi, siang, atau sore. Ketika melihat anak mogok belajar, sering membuat saya emosi. Istilahnya ngomel-ngomel yang panjang. 

Saya merasa, kita semua sudah bosan dalam kondisi seperti ini. Agar tidak terlalu lama mengalami tertekan, kita bisa mencari hiburan. Misal, hiburan anak-anak adalah bermain, bersepeda, atau menonton film. Itu sudah membuat mereka melepas ketegangan dalam pikiran dan tubuhnya. Sedangkan saya, melepas ketegangan dengan menonton drama Korea di tengah malam, ketika anak-anak sudah tertidur lelap. Entah, kenapa saya menjadi suka, yang akhirnya ketagihan. Barangkali karena pemainnya cantik-cantik dan tampan-tampan. Untuk soal cerita, saya lebih suka drama Korea yang berbau militer, seperti Crash Landing on You dan Descendants of The Sun. Sebab, ada unsur yang mengarah seseorang harus berani mengambil keputusan yang mendesak, pengorbanan, rasa kemanusiaan, dan cinta. Tapi, ada juga cerita-cerita yang saya suka tidak harus berbau militer, yang terpenting suka dan merasa terhibur. 

Untuk soal cerita, saya lebih suka drama Korea yang berbau militer, seperti Crash Landing on You dan Descendants of The Sun. Sebab, ada unsur yang mengarah seseorang harus berani mengambil keputusan yang mendesak, pengorbanan, rasa kemanusiaan, dan cinta.

Selain itu, entah karena situasi yang mendukung atau bukan, saya tidak tahu. Saya menjadi suka menulis puisi di layar gawai. Puisi yang saya ketik dipasang dalam status. Di sana akan ada tanggapan dari teman-teman, yang menurut saya, bisa membuat saya tersenyum, tersipu-sipu, dan terhibur.  Kebiasaan menulis puisi sering saya lakukan di tengah malam atau menjelang pagi. Contoh puisi yang saya tulis. 

Terdengar suara katak, jangkrik, dan sesekali tokek

Mereka seakan-akan membuat janji

Untuk malam ini

Mari keluar dan bernyanyi

Saling bersahut-sahutan

Menghibur bagi yang mendengarkan.

Hiburan bagi kita tidak harus pergi rekreasi, cuci mata ke mall atau makan-makan di restoran. Hal-hal yang sederhana bagi kita sudah cukup untuk memperoleh hiburan. Tanpa mendapatkan hiburan, kita semakin hari akan semakin terpuruk dalam tekanan batin, apalagi ekonomi. Begitulah hari-hari dilalui dengan menghilangkan kebosanan selama wabah. Setidaknya, setelah menonton drama Korea tidak hanya sedih atau tersenyum. Menulis puisi juga hiburan yang sederhana.


Ririn Diah Utami, ibu rumah tangga dan penulis cerita anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s