Bu, Celanaku!

Kayla Maulida

PERISTIWA ini terjadi saat aku kelas 3. Sore itu, hujan deras. Sekitar pukul 14.00, kakak kelasku sedang melaksanakan kegiatan ekstrakulikuler taekwondo. Pada saat yang sama, aku dan teman-temanku sedang ulangan harian di kelas. Keadaan yang tenang dan damai menjadi sangat ramai saat kakak kelasku berteriak-teriak dari luar. Walau begitu, aku masih tetap fokus melaksanakan ulangan. Di tengah mengerjakan ulangan, aku merasa ingin buang air kecil. Aku pun segera minta izin kepada guruku untuk pergi ke toilet.

Aku melihat kakak-kakak kelasku berdesakan masuk ke toilet untuk berganti pakaian taekwondo. Akhirnya, aku memutuskan untuk kembali ke kelas.

“Kay, kok cepat sekali?” tanya salah salah satu temanku.

“Tidak jadi. Penuh,” jawabku.

“Ooo…awas kalau kamu ngompol di kelas,” olok teman-temanku.

Aku pun kembali mengerjakan ulangan hingga selesai. Saat itu, aku masih menahan pipis. Aku selalu melihat ke luar jendela untuk memastikan toilet telah kosong. Tapi, tidak! Semakin lama, toiletnya semakin penuh. Toilet yang ada di gedung 2 hanya dua, untuk guru dan untuk siswa. Bahkan, ada juga kakak kelas yang masuk ke toilet guru.

Tapi, tidak! Semakin lama, toiletnya semakin penuh. Toilet yang ada di gedung 2 hanya dua, untuk guru dan untuk siswa.

Bermenit-menit, aku menunggu toilet kosong. Namun, nihil! Sama sekali tidak ada yang kosong. 10 menit, 15 menit, aku masih kuat menahan pipis. Namun, di menit ke 20 aku tak tahan lagi. Aku memutuskan untuk keluar kelas.

“Mbak, aku dulu ya,” ucapku kepada salah satu kakak kelas.

“Bentar to, Dek. Aku juga buru-buru. Bentar lagi Sabeoum Agus dateng,” jawab kakak kelas.

“Ya udah deh,” ucapku. Aku hanya berjalan mondar-mandir untuk menunggu toilet kosong. Selain itu, juga untuk mengurangi rasa ingin pipis. “Ya Allah, bantu aku ya Allah. Kalo enggak aku ngompol di sini,” batinku sambil megal-megol karena sudah tak tahan.

Beberapa menit kemudian, salah satu Toilet sudah kosong. Namun, temanku datang. “Kay, aku duluan ya,” ucapnya sambil nyelonong begitu saja.

“Lah, aku sudah nggak tahan!” teriakku. Tapi, temanku tak peduli langsung menyerobot antrean.

Aku pun masuk kelas. Namun, di depan kelas tiba-tiba. Aduh, sambil kubuka pintu perlahan dan berkata, “Bu, celanaku basah! Aku ngompol,” ucapku dari depan pintu kelas. Semua teman-temanku tertawa. Guruku pun juga.

Aku membersihkan diri dan Bu guru memberiku celana seragam ganti. Yah, sungguh memalukan! Namun, kejadian itu aku jadikan pengalaman yang tak akan pernah aku lupakan. Pengalaman yang membuatku tertawa sendiri.


Kayla Maulida, kelas 6 SD Al Islam 3 Gebang Surakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s