Terhibur dan Bersyukur

Abad Doa Abjad

PAGI ini, aku mengawali aktivitas dengan mengurusi hewan-hewan ternakku. Di kandang, aku terkejut karena menemukan menthok angkrem bersama ayam yang sebagian telurnya sudah menetas. Aku sangat panik. Aku langsung mengusir menthok itu dari tarangan. Beruntung saja, anak ayam tidak ada satu pun yang mati. Aku mempunyai firasat menthokku akan bertelur dalam waktu dekat. Aku membuat tarangan dari kayu wadah telur dan atasnya diberi dami. Dan terakhir bagian samping dan belakang aku tutup menggunakan kain. Itu bertujuan agar menthok tidak terganggu saat angkrem nanti dan juga untuk lebih menambah kehangatan pada telur. 

Sore hari adalah waktu memasukkan hewan-hewan ternakku ke dalam kandang supaya terhindar dari bahaya tikus dan ular. Karena khawatir menthok akan ikut angkrem lagi bersama ayam, aku memisahkannya di kandang lain. Sebenarnya aku sudah tahu menthok itu akan bertelur hari ini, tetapi ini untuk mengetahui menthok itu akan bertelur atau tidak.

Seperti yang telah aku duga-duga, menthok itu bertelur di kandang yang terbuat dari bambu tempat dipisahkannya. Sudah tentu telur itu tidak akan menetas walau ditaruh dami dan diangkremi sekali pun. Aku memasukkan menthok ke dalam tarangan yang sudah aku buat kemarin. Walaupun aku masih khawatir kejadian seperti kemarin terulang kembali, tapi apa boleh buat. Aku masukkan, lalu menutup tarangan dengan bambu. Tetapi usahaku gagal karena menthok bisa keluar lewat celah tarangan. Aku hanya bisa berharap menthok bertelur pada tarangan yang aku buat kemarin.

Hari selanjutnya, aku sangat bersyukur menthok sudah bertelur di tarangan. Hari-hari berlalu telur sudah terkumpul 9. Sebenarnya telur-telur itu akan aku tetaskan dengan mesin di tempat temannya saudara, tetapi karena belum ditanyakan, niatku belum berhasil. Aku pasrah dengan telur-telur itu. Jika telur-telur itu menetas, aku akan bersyukur, dan jika telur itu tidak menetas aku hanya bisa sabar menerima hal-hal seperti itu. Aku memang sudah banyak bersyukur pada bulan Desember (2020) ini karena 4 ayam sudah angkrem dan menghasilkan 19 anak ayam. Ayam itu adalah ayam milikku 2, adikku Sabda 1, dan adikku Bait 1. Dari 19 anak ayam, hanya tersisa 16 yang masih hidup sampai sekarang.

Aku pasrah dengan telur-telur itu. Jika telur-telur itu menetas, aku akan bersyukur, dan jika telur itu tidak menetas aku hanya bisa sabar menerima hal-hal seperti itu. Aku memang sudah banyak bersyukur pada bulan Desember (2020) ini karena 4 ayam sudah angkrem dan menghasilkan 19 anak ayam.

Setiap hari, aku memberi makan anak-anak ayamku dengan rasa bahagia. Melihat mereka makan dengan lahap sangat membuatku terhibur. Di tarangan menthok yang angkrem aku beri wadah untuk tempat makan si menthok agar terhindar dari kejadian menthok memakan telurnya sendiri. Lama-kelamaan, anak-anak ayamku sudah terlihat besar. Dan juga tak terasa sudah lama menthokku angkrem tapi belum ada yang menetas. Hari berikutnya, aku mempunyai firasat bahwa telur-telur menthokku sudah ada yang menetas. Rasa ingin tahu berlebih, aku membuka kain tarangan. Terkejutnya aku melihat minthi. Hari pertama ini minthi yang sudah menetas berjumlah 9. Sungguh, aku sangat gembira dan bersyukur. Tak kusangka tanpa mesin tetas pun tetap bisa menetas dalam jumlah yang banyak. 

Foto oleh Abad Doa Abjad

Hari kedua aku bertambah gembira karena jumlah minthi yang menetas bertambah menjadi 12. Aku langsung mengambil tindakan yaitu memisahkan minthi dengan induknya agar kemungkinan minthi dapat bertahan hidup semakin bertambah. Aku menggabungkan minthi dengan anak ayam yang masih kecil di dalam sebuah kandang yang terbuat dari bambu. Kandang-kandang sebagai tempat memisahkan anak ayam dan minthi adalah pemberian dari mbah kakungku yang dibuatnya sendiri. Kandang itu sangat nyaman sekali. Bagian bawah kandang aku beri lambaran karena terbuat dari bambu. Di kandang, aku gantungkan satu lampu tepat di tengah agar semua hewan ternakku terkena sinar dari lampu dan merasa hangat.


Abad Doa Abjad, murid kelas VI di SD Ta’mirul Islam Surakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s