Belajar Daun Kelor

Ririn Diah Utami

DAUN kelor, daun berkhasiat untuk kesehatan. Daun kelor bisa digunakan untuk bahan membuat obat, kecantikan, dan makanan. Pohon kelor memiliki daun yang kecil-kecil dan bau yang wengur. Tetapi tidak perlu khawatir, kalau daun kelor sudah dimasak, bau wengur itu akan hilang dengan sendirinya. Daun kelor bisa diolah menjadi berbagai macam masakan. Seperti, disayur bening dengan bumbu sederhana: bawang putih, bawang merah, kunci, gula jawa, gula pasir dan garam. 

Selain itu, daun kelor juga bisa dicampur ke dalam adonan telur dadar atau dibuat keripik. Daun kelor juga bisa dibuat untuk membikin minuman seperti teh. Yang dimanfaatkan dari pohon kelor tidak hanya daunnya saja, tetapi biji kelor yang sudah tua bisa dimanfaatkan untuk obat. Untuk menanam pohon kelor sebenarnya sangat mudah dan cepat tumbuhnya. 

Dalam kondisi wabah seperti ini, dengan keterbatasan ekonomi, seorang ibu tidak boleh kehilangan akal. Ia memanfaatkan kebun di samping rumah dan kebun tetangga, yang terdapat berbagai macam bahan masakan: daun singkong, daun papaya, daun so, dan daun kelor. Daun-daun itu bisa dimanfaatkan untuk menyambung hidup. Selain itu bisa mengajak anak untuk mengenal aneka dedaunan, yang bisa diolah menjadi masakan. Sekaligus mengajari anak untuk berani meminta izin kepada pemilik pohon tersebut yakni tetangga. 

Daun-daun itu bisa dimanfaatkan untuk menyambung hidup. Selain itu bisa mengajak anak untuk mengenal aneka dedaunan, yang bisa diolah menjadi masakan. Sekaligus mengajari anak untuk berani meminta izin kepada pemilik pohon tersebut yakni tetangga. 

Keseruan ketika mengajak anak terlibat dalam mencari dedaunan. Sungguh menyenangkan dan bisa menghilangkan sedikit beban dalam situasi seperti ini. Banyak pertanyaan dari mereka. Ini daun apa? Kenapa yang dipetik harus yang muda? Ini bisa dimasak apa saja? Ibu mau masak apa dengan daun ini? 

Bukan hanya melibatkan anak dalam memetik dedaunan itu, tapi ibu juga melibatkan anak dalam mengolahnya. Untuk yang sederhana seperti mreteli, memotong-motong, atau memasukkan ke dalam adonan telur. Yang lain adalah mengocok-ngocok telur yang sudah tercampur dengan daun dan diberi sedikit garam, menggoreng. Akhirnya, menikmati hasil masakan mereka sendiri, yang bisa membuat mereka lebih menghargai proses memasak. 

Rasa penasaran mereka pasti ada. Terlontarlah sebuah pertanyaan, “Apakah nanti enak? Kira-kira, bagaimana rasanya?” Penasaran-penasaran terjawab sudah bila masakan sudah jadi, dan mereka menyantapnya. Mereka juga menjadi tahu, daun kelor rasanya tidak beda jauh dengan daun bayam. Bedanya hanya dari bentuk daunnya. Dengan membiasakan melibatkan anak dalam mencari daun dan memasak, itu membuat anak lebih suka memakan sayur-sayuran. Yang jelas, mereka mengerti keadaan yang sedang sulit akibat wabah.


Ririn Diah Utami, ibu rumah tangga dan penulis cerita anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s