Ini Sebuah Cerita

Damar

SESEORANG: “Selamat datang Tuan dan Nyonya. Siang ini kita akan merayakannya, karena siang ini adalah siang di mana siang ditemukan!”

Pertanyaan: “Permisi Tuan, maaf aku menyela. Bolehkah aku bertanya?”

Seseorang: “Tentu, anak muda, dan kau tidak menyela, aku tadi sudah selesai berbicara. Siapa namamu dan apa pertanyaanmu?”

Pertanyaan: “Namaku adalah Pertanyaan, dan pertanyaanku adalah apa yang terjadi sebelum siang ditemukan?”

Seseorang: “Maaf, bisa kau ulang pertanyaanmu?”

Pertanyaan: “Tadi kau mengatakan bahwa hari ini adalah hari di mana siang ditemukan. Lalu, apa yang terjadi sebelum siang ditemukan?”

Seseorang: “Ah, sebelum siang ditemukan, yang ada hanyalah malam, gelap dan dingin. Banyak yang terjadi kala itu, tapi aku tidak bisa menceritakan semuanya kepadamu.”

Pertanyaan: “Kau bilang siang ditemukan, maka dari itu malam juga pasti ditemukan. Lalu, apa yang terjadi sebelum malam ditemukan?”

Seseorang: “Maaf, aku tidak bisa membahas itu sekarang. Kita sedang merayakan siang, di mana siang ditemukan, dan aku hanya akan membahas tentang siang. Kita akan membahas itu malam ini.”

Tiba-tiba malam.

Seseorang: “Tunggu, bagaimana bisa tiba-tiba malam?”

Pertanyaan: “Aku yang melakukannya, aku yang mengatur waktunya.”

Seseorang: “Bagaimana bisa kau melakukannya?”

Pertanyaan: “Penulis kita yang membuatku bisa melakukannya. Dia juga bisa membuatmu melakukan hal yang sama, atau yang lainnya.”

Seseorang: “Baiklah, karena sudah malam, aku akan membahas tentang malam juga. Dan kurasa, malam ini adalah malam, di mana malam ditemukan!”

Pertanyaan: “Apa yang terjadi sebelum malam ditemukan?”

Seseorang: “Sudah kuduga kau akan menanyakan itu. Sebelum malam ditemukan, yang ada hanyalah siang, terang dan panas. Banyak yang terjadi kala itu, tapi aku tidak bisa menceritakan semuanya kepadamu.”

Pertanyaan: “Tunggu, tadi kau mengatakan sebelum siang ditemukan yang ada hanyalah malam. Dan sekarang kau mengatakan sebelum malam ditemukan yang ada hanyalah siang. Mana yang benar? Dan mengapa kau tidak bisa menceritakan semuanya kepadaku? Tentang apa yang terjadi kala itu?”

Seseorang: “Semakin kau tahu, semakin banyak pertanyaanmu. Tapi tidak apa-apa, aku akan menjawab pertanyaanmu satu-persatu. Tadi aku mengatakan bahwa sebelum ditemukannya siang hanya ada malam, dan sebelum ditemukannya malam hanya ada siang. Lalu kau bertanya ‘Mana yang benar?’ Keduanya benar, anak muda. Siang dan malam bagaikan batang anggur yang melilit satu sama lain membentuk lingkaran. Dari lingkaran itu keluarlah pagi dan sore. Keduanya ikut bergabung di dalam lingkaran siang dan malam untuk membuatnya berputar. Dan lingkaran itu akan terus berputar. Lalu mengapa aku tidak bisa menceritakan semua hal yang terjadi kala itu? Karena aku tidak mengetahui semuanya. Aku hanya mencocokkan hal-hal yang ada di kala itu dan menebak apa yang terjadi. Terkadang tebakan itu benar, terkadang juga salah, dan terkadang tebakan itu juga membelah manjadi dua versi cerita yang berbeda. Untungnya, terkadang ditemukan tulisan-tulisan lama, yang menjelaskan apa yang terjadi kala itu. Namun selain dari itu, aku hanya bisa menebak. Itulah alasanku mengapa aku tidak bisa menceritakan semuanya kepadamu. Namun, aku bisa menceritakan kepadamu apa yang terjadi di dalam tulisan-tulisan itu, jika kau mau.”


Damar, remaja 13 tahun, tinggal di Probolinggo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s