Jajan dan Sakit Perut

Luthfia Syahira

SYALA dan Syila pergi ke dapur dengan membawa sekantong plastik berisi telur. 

“Kakak, emangnya mau masak apa buat sarapan?” tanya Syila.

“Telur goreng,” jawab Syala.

“Kita goreng sendiri-sendiri, ya!” kata Syila.

“Oke, dong!” kata Syala.

Saat Syala memasak, Syila memandangi lampu di atasnya dan berpikir, jika Syila menjadi chef, apa yang akan dia lakukan? Seusai Syala memasak, dia memanggil adiknya. Namun, Syila tidak dengar dipanggil oleh kakaknya. Tiba-tiba, Syala memegang pundak Syila. Syila pun terkejut. Syila pergi mengambil telur dan mulai menggorengnya.

“Aroma apa ini?” tanya ibu yang tiba-tiba mengagetkan mereka.

Syala pun menjawab. Ibu langsung memuji Syila. Akhirnya, Syila selesai memasak dan pergi ke ruang makan bersama Syala. Mereka saling mencicipi satu sama lain.

“Enak banget telur kamu,” kata syala memuji Syila.

Makasih,” kata Syila tersenyum. 

Matahari mulai memancarkan sinarnya. Hari sudah mulai siang. Syila mengajak kakaknya ke Toko Java. Dia ingin membeli jajan, seperti biasa. Sesampainya di warung, Syila membelalakkan mata. 

“Kenapa sih, Dik?” tanya kakaknya, Syala.

“Kak, kayaknya kita nggak jadi aja, deh,” kata Syila.

“Lho, katanya mau jajan?” 

“Ternyata warungnya ramai banget kayak antre sembako,” kata Syila. 

Akhirnya Syala dan Syila pergi ke toko Pak Botak. Mereka membeli permen, Taro, dan roti. Syala dan Syila pun membayar jajanannya. 

“Terima kasih, Pak,” ucap mereka bersamaan. 

Mereka pun pergi dari toko Pak Botak. Mereka pulang dengan membawa sekantong plastik. 

“Kalian dari mana?” tanya ibu.

Nganterin Dik Syila jajan,” jawab Syala.

Syala dan Syila masuk ke kamar dan memakan makanannya.

“Kak, aku ajak yuk!” ajak Syila.

“Ke mana lagi?” tanya yala.

“Jajan lagi…”

Males, ah. Mending tiduran,” kata Syala.

Akhirnya, Syila jajan sendiri. Malam pun tiba. Syala sudah tertidur sangat lelap, berbeda dengan Syila. Berulang kali Syila masuk dan keluar kamar mandi karena sakit perut. Mungkin dia kebanyakan jajan. 

Keesokan paginya, Syila kelihatan lemas karena kekurangan tidur. Di kelas, dia terlihat agak pucat.

“Syila, kamu nggak sarapan, ya?” tanya Viora, sahabatnya.

“Aku sarapan. Tapi semalam nggak bisa tidur gara-gara perutku mules,” kata Syila. Suaranya seperti mau habis. Viora mengangguk-anggukkan kepalanya. 

Tak lama, Bu Asti masuk ke kelas mereka dan memulai pelajaran. Bel pun berbunyi tanda istirahat. Syila pergi bersama Viora ke kantin. Syila membeli nasi goreng, es teh, dan martabak, sedangkan Viora hanya membeli es susu cokelat. Mereka memakan jajanannya di kelas. Hanya lima menit waktu mereka istirahat. Sebentar saja, bel berbunyi lagi. Waktu istirahat sudah habis. Syila dan Viora mengambil plastik bekas jajanan dan membuangnya ke tempat sampah.

“Syila, Viora, ayo kita masuk!” ajak Pak Badi.

“Iya, Pak,” jawab mereka.

Pak Badi pun masuk ke kelas, mengucap salam, dan memulai pelajarannya.

“Ih, pakai mencongak,” kata Viora kesal.

“Nggak papalah,” kata Syila santai. Dia mengucapkannya dengan santai karena dia suka pelajaran IPA. Dia menyukainya sejak kecil.

“Baik, kita umumkan nilainya, ya!” kata Pak Badi.

Semua murid menyetujuinya. Namun, di tengah-tengah pembacaan nilai, Syila sakit perut lagi. Akhirnya, Syila dibawa ke UKS, dibantu petugas kesehatan. Seusai bel pulang, Syala datang ke UKS, menjenguk adiknya. Ternyata, Syila memang sakit perut karena kebanyakan jajan yang tidak bergizi. Jajanan itu juga mengandung kuman. 

Syila pun tidak pernah makan sayur. Dia hanya sarapan dengan roti tawar dan Taro saja. Syala berkata, dia juga belum pernah melihat Syila makan nasi. Pesan dokter, Syila harus makan sayur, buah, dan hindari jajan yang tidak bergizi. 

Sampai di rumah, Syila dimasakkan sayur bayam dan telur ceplok oleh ibunya. 

Paginya, Syila berniat untuk memasak tempe goreng dan nasi goreng untuk keluarganya. Satu keluarga memuji makanan yang dimasak oleh Syila. Ternyata, sebenarnya Syila pintar memasak, seperti chef yang handal.


Luthfia Syahira, murid SD Al Islam 2, Jamsaren, Solo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s