Lagu dan Sahabat

Luna Tasya Eka Putri

ALYSA ingin sekali bisa bernyanyi. Oleh sebab itu, Alysa ingin belajar bernyanyi.  Alysa tidak bisa bernyanyi karena suaranya tidak merdu dan napasnya mudah terengah-engah. Sahabat Alysa yang bernama Nazwa mencoba mengajarinya bernyanyi. Nazwa ingin membuat sahabatnya itu yakin bahwa dia bisa bernyanyi. Nazwa mengajari Alysa lagu-lagu yang liriknya mudah dihafal. Jika Alysa sudah hafal liriknya, Nazwa akan mengajarinya nada tinggi, nada rendah, dan sebagainya. 

Menurut Nazwa, Alysa bisa bernyanyi. Tapi, ada satu masalah yang baginya, yaitu napas Alysa sangat pendek dan tidak teratur sehingga lagu yang dinyanyikan jadi kurang enak didengar. Nazwa selalu meyakinkan Alysa untuk tetap belajar dan mengatur napasnya. Nazwa meminta Alysa untuk mempelajari banyak lagu sehingga dia dapat mengerti nada tinggi dan nada rendahnya. 

Pagi ini, Alysa kembali berlatih dengan Nazwa. Nazwa mencoba mengajarinya dengan lebih baik lagi. Alysa merasa senang karena sahabatnya mau membantunya belajar. Nazwa juga tak pernah bosan untuk tetap mengajari Alysa bernyanyi. Tujuan Nazwa melakukan hal ini yaitu agar Alysa berhenti menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa bernyanyi. 

Lalu sebuah masalah terjadi. Orangtua Alysa tidak ingin jika anak mereka terus belajar bernyanyi. Orangtua Alysa hanya ingin anaknya menjadi Youtuber. Dalam keadaan itulah, Alysa mulai bingung untuk memilih yang mana. Tanpa berpikir panjang, Alysa langsung menghubungi Nazwa. Alysa meminta Nazwa untuk membantunya memecahkan masalah ini. Sebenarnya Nazwa mau membantu, tapi itu semua tergantung dari keputusan Alysa. Akhirnya, mereka berdua memutuskan untuk bertemu di Taman Indah dekat mall di Jakarta. 

Pukul 07.00 pagi, Alysa bersiap untuk menemui Nazwa sesuai janji mereka. Setelah sampai di taman, Alysa duduk di bangku taman sambil mendengarkan lagu. 

“Nazwa mana, ya? Kok belum datang juga,” ucap Alysa. 

Lama kelamaan, Alysa mengira bahwa Nazwa tidak akan datang. “Ah, kenapa aku berpikiran seperti ini? Aku tidak boleh berpikir buruk tentang Nazwa.”

Beberapa menit menunggu, Nazwa belum datang. Setelah satu jam berlalu, Nazwa pun masih belum datang. Alysa mulai kesal karena Nazwa tak kunjung datang. Setelah memikirkan itu, Alysa segera pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah, Alysa langsung mencoba menghubungi Nazwa, tapi telepon Nazwa tidak aktif. Alysa mencoba menghubungi Nazwa terus-menerus. Sekarang, Alysa jadi memiliki dua masalah. Pertama masalah belajar menyanyi dan larangan orangtuanya. Masalah kedua, tak ada kabar dari Nazwa. Hal ini membuat Alysa jadi gelisah. Alysa mencoba menenangkan dirinya dengan mendengarkan lagu-lagu kesukaannya.

Hari mulai gelap. Alysa memutuskan untuk menghubungi Nazwa lagi karena ia memiliki firasat yang tidak enak mengenai Nazwa. Tapi nomor telepon Nazwa masih tidak bisa dihubungi. “Hmm…mungkin besok kuhubungi lagi saja, deh,” gumam Alysa.

Alysa bangun tidur dan segera mandi. Selesai mandi, Alysa mencoba menelepon Nazwa lagi. “Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.” Huh, kenapa nomor telepon Nazwa masih tidak aktif, sih? Sekarang, Alysa mulai putus asa dan memutuskan untuk melupakan Nazwa sejenak. 

Tiga tahun kemudian, Alysa sudah bisa bernyanyi dan menjadi seorang Youtuber. Ia sering meng-cover  lagu dan diunggah di channel  Youtube-nya. Ia memiliki subscriber sekitar sembilan ribu orang. Ia senang tapi juga sedih karena masih belum bertemu dengan Nazwa lagi. Alysa sangat rindu dengan Nazwa. Nazwa adalah sahabat Alysa satu-satunya yang sering mendukung dan membelanya. Bertahun-tahun mereka tidak bertemu. Alysa selalu berdoa agar apat bertemu Nazwa. 

Suatu ketika, Alysa membuat video dengan konten Draw My Life. Dalam video itu, ia menceritakan pengalamannya belajar bernyanyi. Hampir semua orang yang menonton menulis komentar terharu. Nama channel youtube Alysa adalah Nazsa, kependekaan dari Nazwa-Alysa. Bagi Alysa, Nazwa memang merupakan bagian dari channel-nya itu. Karena Nazwalah yang mengajari Alysa bernyanyi pada awalnya. 

Suatu hari, Alysa mendapat kabar dari ibu Nazwa bahwa Nazwa sekarang ada di rumah kakeknya. Nazwa sengaja tidak memberi tahu ayah dan ibu Alysa tentang keberadaannya. Alysa senang sekali mendapat kabar itu. Apalagi, kata ibu Nazwa, ia akan pulang sekitar tiga bulan lagi. Karena sudah mendapatkan kabar itu, Alysa dan Nazwa mulai chat-chatan lagi. Tapi Alysa masih bingung kenapa Nazwa meninggalkan Alysa. 

Tiga bulan kemudian, Nazwa datang. Setelah Nazwa dan Alysa bertemu, Alysa menanyakan alasan kepergian Nazwa. Namun, setiap Alysa menanyakan hal itu, Nazwa hanya diam saja dan mengalihkan pembicaraan. Tiga minggu itu Alysa dan Nazwa sering bertemu, sampai suatu hari, Nazwa mengalami kecelakaan hingga ia harus dibawa ke rumah sakit. 

Alysa sangat sedih karena temannya mengalami kecelakaan. Nazwa mengalami koma. Alysa selalu menemaninya di rumah sakit. Dua minggu kemudian, Nazwa mengembuskan napas terakhirnya. Di saat yang bersamaan, subscriber Alysa mencapai sepuluh ribu. Saat itula ia mengalami dua peristiwa penting. Alysa harus mengikhlaskan kepergian Nazwa. Dalam channel Youtube-nya ia mengunggah surat untuk Nazwa.


Luna Tasya Eka Putri, SD Al Islam 2 Jamsaren

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s