Kompor

BENDA menjadikan ibu bahagia itu bernama kompor. Benda berapi saat memasak. Kompor pun mudah kotor atau rusak. Kompor membutuhkan duit untuk sumbu dan minyak tanah. Cerita ibu-ibu bersama kompor berlangsung puluhan tahun. Di dapur, kompor mengesahkan kesibukan memasak menghasilkan keringat, asap “menghitam”, bau, dan lain-lain. Ibu ingin kompor “mengerti” kemauan bila sedang memasak “ini” dan “itu”, berharap api membara dan mudah disetel. Keinginan itu ditentukan kondisi sumbu dan kebutuhan minyak tanah. Kesanggupan memasak dengan kompor minyak tanah terbedakan dari tungku biasa menggunakan kayu-bakar. Konon, ibu-ibu menganggap penggunaan kompor minyak tanah menandai kemodernan. Pada kompor-kompor, para ibu bisa memasak dengan cara duduk atau berdiri, sesuai cara menaruh kompor. Di tatapan mata, kompor itu cakep asal rajin dibersihkan. 

Dulu, ada iklan kompor dipasang di majalah Minggu Pagi, 11 April 1954. Iklan kecil saja tapi mengingatkan keinginan ibu memasak dengan benda dan tata cara berbeda. Ibu di dapur merasa terhormat bila memiliki kompor, bukan tungku berabu membikin repot. Pada masa lalu, pemilik dan pengguna kompor terduga keluarga mapan. Di keluarga miskin, tungku masih menentukan urusan memasak. Kita simak iklan: “Kompor? Menghemat risiko rumah tangga, 1 liter minyak tanah untuk 2 kompor 1 hari.” Pembaca diajak berpikir hemat alias ngirit. Kompor memang membutuhkan duit ketimbang pengguna tungku masih mungkin mencari kayu atau membeli berharga murah. Tahun demi tahun, kompor-kompor di dapur menandakan ada perubahan dalam biografi ibu atau keluarga di Indonesia, sebelum ada bujukan dan kebijakan pemerintah agar beralih ke kompor gas. Babak baru dibuat dengan sekian polemik. Kini, dapur-dapur dihuni kompor dan tabung gas.   


Bandung Mawardi, pemenang 3 Sayembara Kritik Sastra DKJ 2019, Kuncen Bilik Literasi, Penulis Buku Terbit dan Telat (2020), Silih Berganti. Esai-esai Tenger (2020). FB: Kabut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s