Sedikit Mengenali Tokoh dan Menikmati Satu Buku

Arif Rohman

MEMBACA berjudul Sepekan Bersama Gajah, mengenalkan kita pada habitat gajah. Pembaca diajak ikut serta mengamati gajah bersama tokoh dalam cerita garapan Slamet Soeseno. Dikisahkan, Maruto Kolopaking sedang diberi tugas oleh atasannya dari Balai Perlindungan Hutan dan Alam, Departemen Kehutanan. Tugasnya adalah mengamati gajah selama sepekan di kawasan Margasatwa Berbak di Pegunungan Jambi. Maruto tidak sendiri, ia ditemani Dr. Petocz, ahli gajah dari Amerika dan Pak Dolah, penunjuk jalan di kawasan Margasatwa Berbak, serta empat orang yang membantu membawa perbekalan.

Saya mulai mencari Slamet Soeseno ini setelah mendengar podcast yang mengundang Bandung Mawardi, penulis bereferensi buku-buku jadul dari Solo, beberapa waktu yang lalu.

Di majalah Tempo edisi 28 Januari 2001, dikabarkan Slamet Soeseno meninggal dunia. Slamet Soeseno ini dikenal sebagai pemimpin redaksi Trubus dan redaktur Intisari. Majalah Tempo menulis sedikit biografinya seperti ini: “Slamet mulai belajar menyusun tulisan ilmiah secara populer ketika bekerja di Laboratorium Perikanan Darat Bogor pada 1951-1958. Secara otodidak, bapak tiga anak ini mempelajari berbagai artikel di Star Weekly, Wereld (Belanda), dan buku karya Dr. Fritz Kahn untuk mencari gaya penulisan yang tidak membuat kening pembaca bekernyit.”

Membaca tulisan Slamet Soeseno mengingatkan saya pada buku Sejarah Dunia untuk Pembaca Pemula, yang ditulis dengan bahasan ringan karena karangan ditujukan untuk anak. Bedanya dengan buku sejarah, tema yang ditulis Slamet Soeseno seputar flora dan fauna.

Di buku Sepekan Bersama Gajah yang saya baca versi digitalnya lewat aplikasi i-pusnas ini tidak menyertakan biodata penulis. Barangkali pada masa buku ini pertama terbit, ia sudah begitu dikenal sehingga tak perlu disertakan biodata. Sebab, jika kita telusur di Google memang banyak ragam buku karya Slamet Soeseno, meski tidak banyak yang diterbitkan ulang dan kita hanya bisa mengoleksi versi cetak dari toko buku bekas.

Slamet Soeseno, barangkali, keberadaannya mulai tidak dikenali hari ini. Padahal buku perihal gajah ini digarap cukup baik dari segi isi dan gaya penulisannya. Pembaca diajak menikmati cerita, sembari disuguhi pengetahuan umum tentang gajah.

Saya kira yang cocok membaca buku ini selain orang dewasa adalah remaja atau anak usia sekolah dasar. Jika dikemas dalam format sebagaimana buku anak yang berillustrasi bisa cocok untuk anak-anak usia dini.

Buku yang tidak diberi label sebagai laporan jurnalistik atau novel ini malah cenderung bisa dipahami sebagai buku pelajaran.

Jika kamu berminat membaca buku-buku Slamet Soeseno, di i-pusnas judul-judul yang tersedia antara lain: Bertualang Mengenal Binatang, Bertamasya ke Pulau Panggang, Sepekan Bersama Gajah, Rusa Liar Pegunungan Iyang, Sehari Bersama Simin, dan Burung Cenderawasih yang Mempesona


Arif Rohman, esais dan peresensi, tinggal di Kudus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s