Bosan

Rasa bosan yang menusuk hati,

Membuatku tidak sadar betapa menyenangkan hidupku.

Aku hanya melongo.

Jauh dari dunia luar.

Pikiranku memenuhi hatiku dengan bisikan, “Apa gunanya diriku?”

Berulang-ulang, kebosanan mulai merayapi jiwaku.

Sedikit demi sedikit,

sampai terdengar suara, “Ruciii, ayo makan dulu!”

Seketika aku tersadar dari lamunanku

dan masuk lagi dalam dunia nyata.

Begitulah akhir dari kebosanan ini.

Mancing Lele

Aku suka mancing.

Tapi di tengah waktu mancing, aku musti bosan.

Aku cuma suka mancing di kolam lele Eyang

bareng Dik Danis.

Di sana, lelenya ramai sekali.

Kail masuk.

Hap! Langsung dapat!

Kalau sudah bosan, aku lepas baju dan celana.

Masuk ke kolam langsung menyerbu.

Dapat! 2! 5! 7! 9!

Terus! Terus!

Lele-lele kutaruh ember.

Aku ambil pisau dan talenan, lalu mulai mbeteti

Aku mulai menghitung dan hasilnya,

5 dipancing, 47 dijaring.

Seringnya begitu

Lele-lele kukasih Budhe Sup, minta digoreng.

Sreng!

Pasti ada lele yang tak digoreng. 

Bareng Mbak Rahma, lele-lele kujual keliling Krapyak Triharjo,

“Lele, leeele! Murah loh 20.000, 2 kilo!”

Setelah keliling, aku dan Mbak Rahma demam.

Dik Danis masuk angin.

Selalu begitu.

Tapi aku, Mbak Rahma, dan Dik Danis disembuhkan oleh lele goreng.


Roetji Noor Soepono, suka bereksperimen dan bermain.
Tinggal di Mojosongo, Solo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s