Ibu Bersenandung

PREDIKAT bapak dan ibu mengikutkan kemampuan bersenandung. Bapak dan ibu membuat album lagu dalam mengasuh dan membesarkan anak. Mereka “wajib” meninggalkan sejenak lagu-lagu Dewa 19, Slank, Java Jive, Rossa, Siti Nurhaliza, Yana Julio, Rhoma Irama, Raisa, Payung Teduh, Agnez Mo, dan lain-lain. Bapak dan ibu memiliki anak masih balita belum perlu mendapat lagu-lagu asmara. Cukuplah lagu-lagu pendek: merdu dan gampang disenandungkan bersama. Lagu-lagu beragam tema tapi kadang pesan tak (terlalu) jelas. Lirik lagu untuk anak-anak memang sederhana, belum perlu mengangkut pesan-pesan terpenting dalam hidup. Di telinga, lagu-lagu itu mengajak mengenali keluarga, alam, desa, kota, alat transportasi, tanaman, binatang, dan lain-lain. Di majalah Femina, 9 Juli 1987, kita mendapat pengumuman perhatian pelbagai kalangan masa lalu atas lagu dan anak. Pengumuman seminar menghadirkan para ahli. Nama penting di situ adalah James Danandjaja, ahli folklor. Seminar diadakan di Erasmus Huis, 15 Juli 1987.

Pengantar dalam pengumuman: “Selain bermain, nyanyian juga tidak dapat dilepaskan dari dunia anak. Sejak sentuhan pertama, banyak proses interaksi ibu-anak yang diwarnai oleh nyanyian merdu sang ibu. Untuk anak, nyanyian ini sebenarnya bukan hanya berfungsi sebagai hiburan akan tetapi dapat pula mempermudah proses belajarnya.” Pada masa lalu, para ibu memiliki kemampuan bersenandung dalam bahasa daerah dan Indonesia. Warisan lagu-lagu dari leluhur dan gubahan para seniman abad XX (Ibu Soed, Daldjono, Pak Kasur, dan AT Mahmud) masih mudah dimengerti. Ibu-ibu bersenandung dalam segala kondisi saat mengasuh anak. Ibu menjadi biduan dengan ketulusan. Di Indonesia abad XXI, album lagu koleksi para ibu perlahan bertambah dengan lagu-lagu berbahasa Inggris dan Arab. Lagu berbahasa Inggris diniatkan anak sekalian belajar bahasa bakal terpenting dalam pendidikan dan pekerjaan. Bersenandung dalam bahasa Arab mungkin diinginkan mengajak anak beriman dan bertakwa. 


Bandung Mawardi, dewan redaksi http://www.suningsih.net, penulis buku Pengisah dan Pengasih (2019), Dahulu: Mereka dan Puisi (2020), Pengutip(an) (2020),  Terbit dan Telat (2020), Silih Berganti (2021). Keseharian menulis esai, resensi, dan paragraf- paragraf kliping.

Email: bandungmawardi@gmail.com

Telepon 085647121744,

Face Book: Kabut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s