Gudeg Jogja

Delila Aloedhia

SEWAKTU kecil, aku merasa jika makan gudeg rasanya aneh. Aku merasa jijik melihat gudeg karena kelet dan warnanya cokelat. Tapi, aku berubah pikiran ketika mencicipi gudeg itu kembali. Karena sudah lama tidak makan gudeg, suapan pertama rasanya sangat nikmat. Lidahku tidak lagi merasakan rasa aneh saat makan gudeg. Itu pun melalui proses panjang. Kurang lebih 4 tahun makan tanpa gudeg, kembali di Jogja eyangku menyuruh untuk mencicipi gudeg lagi.

Bundaku jarang memasak gudeg karena prosesnya yang lama. Jadi, bundaku memilih untuk beli. Aku lupa di mana kali pertama aku suka gudeg. Aku terlalu lahap makan dan sampai tidak sadar makan di mana. Aku ketagihan makan gudeg. Rasanya mantap dan dimakan dengan nasi panas serta ayam pop, uhhh enak banget! Wajib coba deh!

Gudeg membuatku gembira. Saat pendemi, aku kangen itu semua. Semoga setelah pandemi virus Corona ini, aku bisa merasakan lagi betapa enak gudeg di Jogja

One thought on “Gudeg Jogja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s