Aku dan Tanda Baca

Bilqis

AKU masih sering ragu tentang seharusnya menaruh tanda koma. Tidak jarang, ibuku mengomentari peletakkan tanda koma yang kurang tepat. Banyak orang yang juga tidak tahu atau lupa di mana seharusnya meletakkan tanda koma. Ngawur atau asalan-asalan menaruh atau menghilangkang koma bisa mengakibatkan kesalahpahaman. 

Aku ingat, nenek pernah menawari seseorang untuk makan bersama di rumahnya lewat pesan di ponsel. Penulisan kata-kata mengundang dibantu oleh ibuku. Kemudian, orang itu malah menjawab: “Aku sudah makan nenek”. Hal pertama yang muncul di kepalaku: “Berani-beraninya dia memakan seorang nenek.” 

Selain mencegah terjadinya kesalahpahaman, dengan menaruh tanda koma di tempat yang tepat dapat membantu kita mengetahui nada baca. Sekarang, coba baca kalimat berikut: “Jika bisa begini, maka bisa begitu”. Di kata “begini” nada suara orang akan cenderung turun sedikit, lalu naik lagi. Pada saat itulah kita akan tahu bahwa ada tanda koma di antara kata “begini” dan “maka”.  

Tapi, nada orang ketika membaca kata yang memiliki tanda koma itu berbeda-beda. Pada saat adikku yang membaca kalimat di atas, nada suaranya justru naik saat membaca kata “begini”. Kesimpulannya, tanda koma itu digunakan sebagai jeda dalam kalimat panjang, yang nada suara ketika membacanya cenderung agak turun sedikit sebelum melanjutkan kalimat sampai tanda titik.

Nada baca juga berlaku pada tanda tanya. Pasti orang akan tahu nada yang akan digunakan saat membaca tanda tanya. Dibandingkan tanda koma, aku lebih tahu pasti jika tanda tanya dibutuhkan dalam sebuah kalimat. Tapi sayangnya, masih ada juga orang yang salah menggunakannya. 

Aku mendapat contoh saat belajar di bangku kelas 7. Kejadiannya saat kami ujian kenaikan kelas. Lima soal terakhir adalah pertanyaan esai. Ada satu pertanyaan seperti ini: “Hiperbola?” Sudah, itu saja. Tidak ada kata-kata lain. Saya dan teman-teman harus menjawabnya. Menurutku, pertanyaan itu sangat tidak informatif. Sebuah kata saja itu harus aku apakan? 


Bilqis, Suka membaca buku dan tergabung dalam Percakapan Minggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s