Pegawean

Bandung Mawardi

SEKOLAH meminta anak-anak menjawab tentang bapak dan ibu di rumah. Pada suatu hari, Abad mesti menjawab dengan agak ragu dan bingung. Guru dan teman meminta jawaban. Ia mengucap perlahan saja. “Bapak di rumah, bekerja di rumah,” kalimat diharapkan menjawab. Abad mengetahui bapak cuma di rumah. Jawaban bahwa bapak bekerja sebagai penulis itu keanehan. Jawaban bisa menjadi panjang saat guru dan teman sulit mengerti.

Bapak memang di rumah. Abad tak mungkin menjawab bapak itu tukang isah-isah dan umbah-umbah. Abad tak perlu menerangkan bahwa bapak penggemar sapu dan setrika. Pada saat TK dan SD, Abad berusaha memberikan jawab terlumrah mengenai bapak. Jawaban “penting” agar Abad tak bermasalah dalam mengenali dan memahami beragam pekerjaan. Guru biasa mengumumkan jenis-jenis pekerjaan: dokter, pilot, pengusaha, pedagang, dan lain-lain. Abad belum pernah mengetahui bapak bekerja sesuai penjelasan guru dan bacaan di buku-buku pelajaran.

Sekian hari lalu, Abad telah berseragam biru-putih. Abad menjadi murid SMP, memiliki pemahaman tambahan mengenai bapak dan pekerjaan. Ia mengetahui bapak adalah tukang resik-resik telek di kandang pitik dan menthog. Setiap pagi, bapak menikmati bau dan pemandangan “indah”. Kebiasaan mustahil digunakan menjawab guru di SMP bila ingin mengetahui identitas bapak. Abad sudah bisa menjawab secara wajar, tanpa sungkan atau ragu. Bapak di rumah. Ibu pun di rumah. Abad mengerti urusan bapak bila mengetik atau membaca buku.

Sabda masih mbingungi menjawab. Di rumah, Sabda melihat bapak mengetik, mengetik, dan mengetik. Di belakang, Sabda melihat bapak membuka halaman-halaman koran dan majalah. Sekian adegan menguatkan jawaban bila ada teman ingin mengetahui sosok bapak sebagai pencari nafkah. Bapak tak pernah berseragam dinas atau memiliki kantor. Bapak pamitan pergi, bukan ke kantor. Bapak justru sering pergi untuk berbelanja buku. Sabda mungkin tak mudah bangga atau prihatin melihat keseharian bapak. 

Kini, Sabda sudah kelas 4. Pengetahuan tentang ragam pekerjaan sudah diketahui dengan jumlah pendapatan dan gengsi. Di majalah Bobo, film, atau obrolan, Sabda mungkin berusaha menentukan posisi bapak dalam beragam pekerjaan. Bapak sering bercelana pendek dan sarungan. Sabda menduga itu bukan pakaian untuk bekerja. Sabda kadang lugas mengatakan bahwa bapak adalah penulis. Jawaban-jawaban lanjutan biasa ngawur saja.

Bait malah cengengesan. Ia cuma mengetahui bapak setiap hari di rumah. Bapak itu teman untuk bermain “ini” dan “itu”. Pekerjaan bapak adalah menemani bermain. Bait belum dituntut jawaban “resmi” gara-gara belum masuk sekolah. Bait mungkin senang mengetahui bapak di rumah, bisa “disuruh” dan “direpotkan”. 

Jadwal dan cara memberi penjelasan atau pengisahan pekerjaan memang memerlukan pembuktian. Di keluarga besar atau tetangga, bukti-bukti bekerja dan menghasilkan bakal memberi pemahaman sederhana. Anak-anak mengetahui pekerjaan-pekerjaan menghasilkan gaji besar dibelikan mobil, pakaian, atau makanan. Perbedaan perlahan tampak dari sekian pekerjaan. Anak-anak mungkin ingin bapak atau ibu memiliki pekerjaan mendapat duit berlimpahan agar bisa makan enak, pelesiran, atau memiliki apa saja. 

Abad, Sabda, dan Bait mulai berpikiran bila pekerjaan bergaji besar berhak digunakan membeli mobil. Para tetangga memiliki mobil. Oh, mobil itu menandai pekerjaan dan gaji. Bapak di rumah saja. Bapak mesam-mesem bila diajak ngobrol tentang mobil. Bapak justru menghindari masalah-masalah klise, berharap bisa mengajak obrolan enteng tentang hal-hal bisa dikerjakan.

Bapak mengandaikan pemahaman pekerjaan mengacu buku lawas berjudul Urip Bebrajan (1952) susunan Waskita TS dan Sastrowirjo. Di halaman 27, ada bacaan ringan: “Sadjatine jen dipikir kita njambut gawe iku kanggo kabutuhane wong akeh. Kowe rak ija wis tau ngasahi piring, ngeprasi suket, njirami kembang, makani pitik, blandja menjang warung, ta? Kabeh mau ija pegawean. Pegawean iku rupa-rupa, ora mung warna sidji bae. Pak tani ngingu radja kaja lan ngupakara pakarangane ora kanggo butuhe dewe bae, tukang sepatu gawe sepatu ora arep dienggo dewe lan dokter ora nambani awake dewe. Rak ija ta?” Buku itu mudah dipelajari tapi belum tentu menjadi acuan bagi orang-orang memikirkan pekerjaan-pekerjaan masa sekarang. Begitu. 


Bandung Mawardi, dewan redaksi http://www.suningsih.net, penulis buku Pengisah dan Pengasih (2019), Dahulu: Mereka dan Puisi (2020), Pengutip(an) (2020),  Terbit dan Telat (2020), Silih Berganti (2021). Keseharian menulis esai, resensi, dan paragraf- paragraf kliping.

Email: bandungmawardi@gmail.com

Telepon 085647121744,

Face Book: Kabut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s