Nesu dan Ngeri

Puri

JALAN ini kunamai Nesu. Jadi, begini ceritanya. Aku selalu melewati jalan ini. Dan, jalan ini berbatu. Ada batu besar, batu kecil, dan kerikil. Setiap aku bergerak di jalan depan rumahku dan setiap aku ngerem sepedaku selalu kepleset. Hah!

Kenapa sepedaku selalu kepleset? 

Jika aku berlari-lari di depan rumahku, kakiku pasti sakit karena menginjak batu. Sakit setelah kakiku menendang batu yang besar, bukan yang besar banget.

Jadi, bagi orang yang lewat jalan Nesu harus berhati-hati. Kalau bisa jangan nesu seperti nama jalan ini. Lari-larinya juga hari-hati karena nanti menginjak batu. Tidak apa-apa kalau nginjak kerikil. Tapi kalau menginjak batu ukuran sedengan, beda. Tetapi, jika batu sedengan itu tipis, ya, mungkin tidak sakit. 

* * *

Kenapa jalan di sebelah kiri rumahku kunamakan jalan Ngeri? Biasanya aku disuruh ayahku membeli kerupuk. Jalan yang paling cepat, jalan yang sebelah kiri rumah. 

Saat aku melewati jalan itu, di belakangku terasa seperti ada yang mengikutiku. Jadi, aku tak berani lihat ke belakang.

Bagi yang melewati jalan Ngeri ini harus berhati-hati dan mengucapkan salam.

Menurutku, jalan ini seram.

Puri, suka membaca buku dan menggambar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s