Duh, Gusti, TTS Itu… 

Nurul Hikmah

BEBERAPA waktu lalu, saya kembali lagi pada teka teki silang (TTS). Sudah lama yang meninggalkan TTS, berlagak sibuk berhadapan pada kenyataan. Pemicunya sederhana, berawal dari kegiatan kliping majalah lama di bulan Ramadhan kemarin. Dari berbagai majalah lama bertema wanita dan keluarga, saya menemukan beberapa teka teki silang yang berhasil menarik perhatian. Ah, sejenak kabur dari kenyataan selama pandemi. Walaupun sampai kini masih jadi misteri, kenapa tidak pernah berhasil menyelesaikan si teka teki. Tapi, diri ini merasa terhibur karena otak sedikit teralihkan agar tak berpikir liar dan neko-neko. Apalagi kalau sedang sakit hati! Itulah yang saya suka dari TTS. Selain tentu saja otak ini perlu diasah biar tidak tumpul-tumpul amat menghadapi kenyataan.

Semangat mengisi teka teki silang makin menjadi-jadi. Semua majalah sudah disisir halaman per halaman untuk menemukan si teka teki. Ah, habis sudah! Bahkan kotak-kotak kosong belum terisi pun masih coba diotak-atik untuk menemukan jawabannya. Tetap saja gagal! Lalu, saya beralih membuka kumpulan majalah Bobo di sebuah rumah baca tempat saya bekerja. Wah, banyak sekali teka-teki (untuk anak-anak)! Senangnya! Hati makin bergembira karena teka-teki yang berisi beberapa kotak saja sudah berhasil diiisi. Seketika, diri ini tersadar! Oh, levelku mengisi teka teki setara dengan level anak. Pantas bisa terisi penuh. Sembari menertawakan diri sendiri, hati tetap bergembira karena pikiran semrawut yang maunya ke mana-mana ini bisa dikunci sesaat. Saya tetap selebrasi pamer pada teman karena berhasil menyelesaikan teka teki dalam majalah anak. Sepertinya saya memang belum pernah berhasil menyelesaikan sebuah teka teki, sejak saya mengenal permainan ini ketika SD.

Saya tetap selebrasi pamer pada teman karena berhasil menyelesaikan teka-teki dalam majalah anak. Sepertinya saya memang belum pernah berhasil menyelesaikan sebuah teka-teki, sejak saya mengenal permainan ini ketika SD.

Kala itu, saya mengenal buku tipis kumpulan TTS yang dipajang bersama banyak jenis mainan anak lainnya. Kumpulan TTS ini lebih menarik perhatian daripada mainan lainnya. Baru mengisi sedikit, lalu menyerah. Coba lagi, lalu menyerah. Begitu hingga lembaran terakhir. Sesekali bertanya pada ibu, tapi pasti ibu sedikit mengomel karena saya berisik dan menganggu pekerjaannya. Cukup sulit untuk mendapatkan TTS lagi karena si penjual mainan dan buku TTS hanya datang ketika ada acara besar di desa tempat kami tinggal dulu. Misalnya, acara dangdutan, pengajian yang mengundang kiai kondang, atau ada hajatan. Begitulah, saya dan TTS berpisah. Masa remaja terkadang diselingi dengan TTS ketika menemukan lembaran di koran atau sobekan koran menjadi pembungkus tempe yang biasa dibeli ibu atau simbah. Itu pun terasa tak asyik untuk diisi.

Kembali ke masa kini, di tempat berbeda, di masa pandemi yang bikin pikiran berkelana terlalu jauh. Tepat sekali bertemu kembali dengan si teka teki. Majalah wanita dan majalah Bobo sudah disisir semua. Muncul keinginan untuk membeli kumpulan TTS seperti waktu dulu. Di mana bisa membeli TTS macam itu sekarang? Mencari kios penjual koran dan majalah di sekitar kos saja terasa sulit. Terlalu malas membeli secara online, meskipun sepertinya ada kalau mau menelusuri.

Timbul pikiran untuk mencari TTS yang bisa dimainkan secara online di sebuah mesin pencari yang biasa digunakan, mengingat banyaknya permainan yang sudah menjelma dan dimodifikasi menjadi permainan online. Dan, ternyata memang ada! Duh, ke mana saja selama ini? Masih gumun dan mencoba mengisi TTS online beberapa kali. Lho, sudah bosan, seperti ndak ada gregetnya. Memang terdapat beberapa pilihan tingkat kesulitan yang ingin dikerjakan, tapi nuansanya tetap berbeda seperti ketika mengisi kumpulan TTS pada selembar kertas. Apalagi, saya mudah lelah memandang layar telepon genggam. Saya pun coba mencari situs lainnya, barangkali nuansanya berbeda. Setelah mencari dengan berbagai kata kunci, malah berhasil melakukan penemuan lainnya. Ada situs untuk mencari kunci jawaban TTS. Saya gumun lagi, sejak kapan TTS jadi secanggih ini? Kita hanya perlu mengetik kata yang dicari lalu keluar begitu saja pilihan jawaban yang ada. Begini namanya teka teki? Seperti tak ada misteri dan sensasi. Hancur sudah martabat teka teka di masa kini!

Rasa penasaran akan kehadiran buku kumpulan TTS tetap ada. Setelah bercerita pada beberapa teman, akhirnya solusi ditemukan. Saya bisa menitip kumpulan TTS pada teman saya yang rumahnya dekat dengan pusat penjualan buku bernama Shopping Center di Jogja. Sepuluh ribu dapat tiga. Ye! Sampul depan buku masih dihiasi perempuan cantik atau artis artis ibu kota yang cantik. Kali ini artis Korea tak mau kalah ikut menghiasi sampul buku TTS. Sampul belakang memuat iklan kerudung yang letak tokonya berada di ibu kota.

Selama mengisi TTS, kemampuan dan kejujuran saya diuji. Jika tak tahu jawabannya, paling banter bertanya pada teman. Kini ada opsi canggih nan curang dengan klik dan ketik di situs jawaban TTS. Tiap kali berhadapan pada pertanyaan sulit, biasanya saya hanya meninggalkan dan berpindah pada lembaran berikutnya. Duh, Gusti, godaan makin besar! Akhirnya, saya mencobanya beberapa kali. Kalah sudah! Situs kunci jawaban TTS ini sungguh menghancurkan euforia ketika berhasil menebak satu jawaban. Meski bisa mengunci pikiran liar selama pandemi, namun kini teka teki turut memberi godaan lainnya. Kemudian timbul pertanyaan, apakah sesungguhnya ada aturan bermain teka teki? 

Meski bisa mengunci pikiran liar selama pandemi, namun kini teka teki turut memberi godaan lainnya. Kemudian timbul pertanyaan, apakah sesungguhnya ada aturan bermain teka-teki?

Dengan berbagai perkembangan dan godaan saat bermain teka teki, permainan asah otak ini masih tetap lestari. Seperti pada edisi peringatan Hari Anak Nasional 2021, Kompas membuat edisi khusus teka teki bertajuk #TTSBuahHati untuk diisi orangtua bersama buah hati. Tak hanya berada pada selembar kertas besar saja, teka teki menjadi mudah ditemui melalui tautan link dan scan kode QR yang diberikan Kompas. Peserta dapat mengunduh pola teka teki dan pertanyaan dalam bentuk file pada tautan tersebut. Kini mengisi teka teki tak harus bermodalkan pensil atau pulpen saja, cara lebih canggih juga disarankan oleh Kompas dengan menggunakan berbagai aplikasi foto editor maupun Whatsapp. Tak berhenti di situ, orangtua dan anak juga diminta melakukan selebrasi dengan mengunggah keberhasilan mengikuti #TTSBuahHati di sosial media mereka. Bolehlah pamer sedikit untuk merayakan keberhasilan mengisi TTS. 

Terlihat pertanyaan makin panjang dan beragam pada #TTSBuahHati. Kini, artis Korea tidak hanya muncul di sampul depan buku TTS saja, mereka sudah menyusup dalam pertanyaan teka teki di Kompas. Tertulis pertanyaan: “Boyband asal Korea Selatan yang berhasil meraih 4 kategori penghargaan Billboard Music Awards 2021.” Wah, saya terlalu pede karena tahu jawabannya. Itulah yang membuat saya tertarik untuk mengisinya, meskipun hadiahnya lumayan juga. Lalu, diri ini tersadar. Eh, lomba diperuntukkan untuk orangtua dan buah hati, ya?


Nurul Hikmah, pemikir enteng dan menghibur 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s