Melihat Cerita

Muhammad Safroni

SEORANG bocah sedang duduk di atas tanah berundak. Tanah digambarkan dengan warna coklat tua. Kaki kanannya selonjoran dan kaki kirinya ditarik, dengan telapak kaki menapak tanah secara menyeluruh. Dia duduk santai, senyum tipis di bibirnya. Di pangkuan, terdapat seekor itik sedang dipegang. Tangan kanan mendekap supaya itik tidak kabur dan tangan kirinya terlihat sedang memeriksa leher itik itu. Bocah menggunakan kaos oblong berwarna kuning dan celana pendek berwarna merah. Pembaca menduga celana pendek yang digunakan merupakan celana seragam sekolah yang belum sempat ganti. 

Di samping kirinya ada beberapa ekor itik sedang berkeliaran. Di samping kanannya, terdapat sekeranjang telur berwarna biru muda. Warna khas telur itik. Keranjang berwarna kuning terbuat dari anyaman bambu.

Ilustrasi itu ada di sampul buku gubahan Bambang Mahrijanto berjudul Kegiatanku Sepulang Sekolah, terdapat singkatan dengan font kecil di bawah judul (Kepulsek). Buku dditerbikan oleh Penerbit dan Toko Buku Tiga Serangkai, beralamat di Jl. Dr. Supomo (Jl. H. Wuruk) 11B, Telp. 4344-4778, Solo. Cetakan pertama pada 1987. Bacaan dikhususkan untuk anak-anak sekolah dasar. Ilustrator bernama Rahyun.

Rahyun membuat ilustrasi sampul dan isi. Bagian isi terdapat delapan buah ilustrasi. Setiap bab terdapat satu ilustrasi, kecuali di bab 3 terdapat 2.  Buku cerita ini terbagi menjadi 7 bab. 

Dari gambar ilustrasi sampul dan judul tiap bab, pembaca sudah bisa menebak isi dari buku Kegiatan Sepulang Sekolah. Buku memiliki jumlah halaman sebanyak 64. Di halaman paling akhir terdapat tulisan kecil seperti cap, yang bertuliskan: Disett dengan Mesin Cg compugraphic® (Modular Composition System 22) Oleh Tuladi Koreksi dan Lay Out oleh Sutarno.

Tokoh utama buku cerita ini seorang bocah bernama Tono. Ayahnya bernama Pak Talim. Tono, bocah yang masih duduk di kelas tiga SD. Tono digambarkan sebagai seorang tokoh yang rajin. Dia sering menggunakan waktu luang sepulang sekolah untuk membantu orang tuanya menggarap sawah. Selain itu, Tono senang memelihara hewan ternak. Hingga suatu saat, berkat ketekunannya, Tono berhasil menjadi seorang peternak itik yang sukses. Terdapat ungkapan yang menjadi kunci kesuksesan: “Tidak ada yang sukar. Bila kita mau tekun dan bersungguh-sungguh. Memang, setiap usaha dan pekerjaan apapun macamnya, bila dilakukan dengan rajin, tekun, dan tidak pernah putus asa, tentu akan dapat meraih hasilnya.” 

***

Saya mengulas gambar ilustrasi yang ada dalam buku. Ilustrasi buku cerita terlihat menarik. Rahyun berhasil membuat ilustrasi yang bisa menggambarkan secara jelas dalam tiap babnya. Ilustrasi isi dia buat dalam bentuk sketsa hitam putih.

Ilustrasi isi pertama terdapat di halaman 13. Keterangan di bawah ilustrasi: “Beternak adalah kerja sambilan yang menghasilkan keuntungan cukup lumayan.” Kata Bu Slamet yang berbadan gemuk itu. Ilustrasi terlihat gamblang. Tergambar tiga orang dewasa dan seorang bocah. Dua orang dewasa laki-laki bernama Pak Talim dan Pak Slamet. Mereka sedang asyik bercakap-cakap. Pak Talim memakai peci hitam, berkemeja rapi, dan menggunakan celana panjang. Sedangkan Pak Slamet terlihat lebih santia. Dia menggunakan kemeja, kain saring, dan memakai sendal jepit. Satunya seorang perempuan berbadan gemuk. Dia istri Pak Slamet. Berpakaian khas perempuan Jawa. Rambut disanggul, berkebaya dan menggunakan kain jarit. 

Bu Slamet bercakap dengan Tono. Tono asyik mengamati itik-itik yang begitu banyak terdapat di pekarangan belakang rumah Pak Slamet. Itik itu sedang berkeliaran. Ada juga itik yang sedang berenang dan sedang memakan makanan yang sudah disediakan. Di bagian ujung, terdapat keranjang terbuat dari anyaman bambu. Pekarangan diberi pagar, agar itik yang dipelihara tetap ada dalam kandang. Suasana di pekarangan tergambar begitu menyenangkan.

Ilustrasi isi kedua di halaman 24. Terdapat keterangan  di bawah gambar: “Apa kabar satu minggu tak jumpa?” tanya Tono dan Maman sambil menyalami gadis itu. Terlihat 3 bocah bertemu di jalan menuju ke sekolah. Hari itu merupakan hari pertama masuk sekolah, setelah libur panjang selama satu minggu. Dua bocah laki-laki bernama Tono dan Maman. Dengan potongan rambut rapi, Tono dan Maman menggunakan kemeja dan celana seragam. Baju dimasukkan lengkap dengan ikat pinggang. 

Di sana, mereka bertemu teman perempuannya bernama Yanti. Yanti berkemeja dengan rok pendek selutut. Tono bersalaman dengan Yanti. Di pundak ketiga bocah ini tergantung tas sekolah. Ketiganya memiliki tas yang sama, diselempangkan di pundak sebelah kiri. Berlatarkan pegunungan dan pohon-pohon besar, mereka berlihat gembira.

Saling bertukar cerita dan pengalaman setelah satu minggu liburan menjadi keasyikan tersendiri. Semua anak dengan antusias secara bergantian menceritakan pengalamannya. Ada yang selama liburan seminggu fokus membantu orang tua di rumah, ada juga yang memanfaatkan waktu untuk berkunjung ke sanak keluarga di luar kota.

Pada bab tiga terdapat dua buah ilustrasi. Ilustrasi pertama di halaman 32 dengan keterangan: “Makanan bekicot atau ikan rebus badannya menjadi gemuk, hal ini menyebabkan itik dara itu lambat dalam bertelur, Bu.” Di dalam gambar terlihat Tono sedang bercakap dengan ibunya. Tono digambarkan terlihat bagian belakang dengan menggunakam pakaian khasnya: kaos oblong dan celana pendek. Ibunya berkebaya rapi lengkap dengan jarit sebagai bawahannya. Rambut Ibu Tono disanggul. Pakaian dan gaya rambut khas ibu-ibu Jawa. Di bagian kiri di samping Tono berdiri, terdapat rak perkakas rumah tangga. Bagian atas tergambar piring dan gelas tertata tapi. Di dua bagian bawahnya berisi perkakas rumah tangga lainnya, yang berukuran lebih besar seperti baskom dan mangkok besar. Di belakang Ibu Tono berdiri terdapat anyaman tempat sampah terbuat dari bambu. Latarnya pekarangan itu rindang dan satu pohon besar. 

Ilustrasi kedua di bab ke tiga menggambarkan tokoh Tono yang sedang riang di pekarangan belakang rumahnya. Tempat itik-itik dia ternakkan. Di tangan kanannya, Tono memegang sebuah telur. Tangan kiri diangkat dan terbuka menunjukkan kegirangan. Itu merupakan telur pertama yang dihasilkan dari ternaknya. Di belakang Tono tergambar banyak itik yang sedang bebas berkeliaran. Terdapat pembatas pagar yang terbuat dari kayu. Pagar tertata dengan rapi dari potongan kayu dan bilah bambu yang dijajar. Di bagian bawah gambar terdapat keterangan: “Hah, telur. Itikku telah bertelur!” segera saja Tono memungutnya dengan mengambil lewat lubang pintu kandang.

***

Empat dari delapan gambar ilustrasi karya Rahyun memperlihatkan kepiawaian dia dalam membuat ilustrasi. Hasil goresan tintanya dengan mudah menyampaikan maksud dari gambar. Rahyum cakap menangkap momen dan menerjemahkannya dalam gambar ilustrasi. Pada sebuah buku cerita, gambar ilustrasi dan cerita memiliki kedudukan yang sama. Satu sama lain saling melengkapi dan menguatkan. Dengan adanya ilustrasi di buku Kegiatanku Sepulang Sekolah, membuat pembaca lebih mudah dalam memahami detail cerita secara keseluruhan.


Muhammad Safroni, peminat bacaan anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s