Pernikahan dan Bebek Goreng

Bandung Mawardi

KAMIS, 12 Agustus 2021, teman-teman berkumpul di Bilik Literasi. Janjian saat senja. Mereka berdatangan dengan pamrih menghormati keberanian dan ketulusan Hanputro dan Naimatur. Sekian tahun mereka memadu kasih. Akhir bulan lalu, dua orang itu sah menjadi suami-istri.

Hanputro dan Naimatur

Di Bilik Literasi, tempat perjumpaan dan sinau sejak sekian tahun lalu menjadi ramai dengan obrolan-obrolan. Tawa, ejekan, dan doa bergantian disampaikan dari mulut-mulut menantikan kedatangan bebek goreng. Kami mau makan bebek goreng! Dulu, bebek goreng sering disantap bersama saat teman-teman masih sregep menulis. Rezeki dari pemuatan tulisan-tulisan di koran dan majalah biasa disisihkan untuk santap bebek goreng.

Gerimis sempat menjadikan senja puitis. Teman-teman bergantian salat magrib. Obrolan terus berlanjut mengenai nasib dan pembuatan janji-janji kecil untuk masa depan. Pertemuan di Bilik Literasi seperti babak kesilaman saat mereka mengawali sinau dan keranjingan mengobrolkan apa saja. Dua orang telah mengikat janji sebagai suami-istri, berharap tetap menekuni jalan keaksaraan. Teman-teman menjadi saksi dan pendoa.

Dua orang telah mengikat janji sebagai suami-istri, berharap tetap menekuni jalan keaksaraan. teman-teman menjadi saksi dan pendoa.

Bandung M berbagi cerita bertema pernikahan dan keluarga. Teman-teman mendapat hiburan dari pikiran dan ulah tolol. Dulu, Bandung M memang memiliki episode ketololan sebagai lelaki. Serpihan-serpihan cerita agar teman-teman lekas mengikuti keputusan Hanputro-Naimatur: menikah. Bercerita keluarga kadang terselingi malu. Setahunan menanggungkan wabah, Bandung M bercerita ke teman-teman dalam urusan patokan-patokan hidup. 

Acara makan bebek goreng rampung. Teman-teman bermulut amis. Malam menjadi milik Hanputro-Naimatur berbagi cerita lakon asmara dan detik-detik pernikahan. Seru. Pernikahan pada masa wabah memicu kerepotan-kerepotan bikin lelah dan lupa. Teman-teman tertawa sebagai doa untuk pengantin baru. Dua orang itu lucu. Sekian tahun pacaran, Hanputro dan Naimatur sering terlihat bareng dengan kemalasan dan kemauan untuk tampak sibuk. Oh, masa lalu itu mau ditanggulangi dengan rajin bangun pagi dan sregep melakukan pelbagai hal. Pernikahan teranggap dalih berubah.

Di rumah mertua sekian hari, Naimatur masih saja bangun kesiangan. Ia memang terbiasa mengalah, memilih matahari terbit duluan. Rasa bersalah lekas dihilangkan dengan mengangguk saat ditawari ibu-mertua untuk sarapan. Hari sudah bermula dengan kebaikan. Naimatur sarapan dengan ajakan dan doa dari ibu-mertua. Ia mungkin bakal berjanji ingin selalu bangun siang agar ibu-mertua berpahala. Teman-teman tertawa atas keikhalasan Naimatur telat bangun dan bersedia sarapan dengan sukacita. Ia memang panutan bagi kaum susah bangun pagi.

Teman-teman tertawa atas keikhlasan Naimatur telat bangun dan bersedia sarapan dengan sukacita. Ia memang panutan bagi kaum susah bangun pagi.

Hanputro sudah bekerja. Di rumah, ia mengetik “ini” dan “itu”. Pengharapan bakal terbuktikan. Rezeki bekerja diserahkan ke istri untuk memenuhi kebutuhan hidup meski tak mudah tercukupkan. Rezeki itu dipastikan tetap digunakan pengantin baru jajan mi pitik atau angkringan. Kualitas hidup mereka dipengaruhi mi pitik. 

Rampung mereka berbagi cerita, teman-teman pun memberi pujian dan celaan. Malam perlahan rusuh dan ngawur. Tawa bersama di Bilik Literasi agak mengentengkan masalah-masalah kelamaan tertanggungkan saat wabah. Bersama tetap saja terikat janji-janji menulis dan menerbitkan buku. Konon, pengantin baru ingin mengawali hari-hari hidup bareng dengan menggerakkan penerbit Kalangan. Menikah dan buku memberi percik-percik bahagia, berharap bersemi sepanjang hari. Begitu. 


Bandung Mawardi, dewan redaksi http://www.suningsih.net, penulis buku Pengisah dan Pengasih (2019), Dahulu: Mereka dan Puisi (2020), Pengutip(an) (2020),  Terbit dan Telat (2020), Silih Berganti (2021). Keseharian menulis esai, resensi, dan paragraf- paragraf kliping.

Email: bandungmawardi@gmail.com

Telepon 085647121744,

Face Book: Kabut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s