Oh, Gajah!

Eva Rini Tampubolon

Gajah di hadapan anak-anak adalah hewan yang baik. Kisah Bona, gajah kecil berbelalai panjang selalu hadir di setiap edisi majalah Bobo menegaskan hal ini. Bona akrab dengan anak-anak, bekerja sama melakukan berbagai hal. 

Berkenalan dengan gajah tidak cukup hanya lewat majalah Bobo. Kita bisa menyimak seluk beluk gajah dari buku Sepekan Bersama Gajah (2020) garapan Slamet Soeseno. Kita diajak bertualang selama sepekan di Suaka Margasatwa Berbak di daerah pegunungan Jambi. Sambil bertualang, kita disuguhi berbagai informasi seputar gajah lewat perbincangan Dr. Petocz, seorang ahli gajah dari Amerika dengan Maruto, pegawai pemerintah di bawah Departemen Kehutanan Indonesia. Dipastikan kita akan kenyang dipenuhi pengetahuan tentang gajah dengan membaca buku ini. 

Tahu tentang gajah tidak serta merta membuat kita paham mengendalikannya. Masih dari buku yang sama, disebutkan gajah bisa memiliki bobot hingga lima ton. Dalam sehari seekor gajah Sumatera membutuhkan tiga ratus kilogram dedaunan dan dua ratus liter air. Kebutuhan makanan yang sangat besar sedangkan semakin hari hutan semakin sedikit, berubah menjadi perkebunan kelapa sawit dan perkampungan. Gajah-gajah kelaparan. Kita lalu mendapat berita-berita gajah liar memasuki pemukiman penduduk. Ada yang merusak lahan pertanian hingga ada yang nekat masuk ke rumah. Seperti yang diberitakan di Jawa Pos tanggal 23 Juni 2021, Boonmee, seekor gajah liar menerobos tembok rumah warga di Thailand. Boonmee hendak mengambil makanan asin seperti garam, saus dan ikan fermentasi. Gajah memerlukan asupan natrium sedangkan pada musim hujan, makanan bernatrium tinggi minim di hutan. Tidak hanya manusia, hewan juga suka natrium. Terbayang kengerian mendengar rumah dibobol tubuh raksasa sebesar gajah. 

Boonmee hendak mengambil makanan asin seperti garam, saus, dan ikan fermentasi. Gajah memerlukan asupan natrium sedangkan pada musim hujan, makanan bernatrium tinggi minim di hutan.

Beruntung Boonmee hanya datang sendiri. Gajah biasanya bergerak dari satu tempat ke tempat lain dalam satu kawanan. Bayangkan andai sekumpulan gajah yang datang, niscaya bukan hanya temboknya yang runtuh tapi rumah itu bisa rata dengan tanah. Hubungan gajah dan manusia tidak seindah kisah di Bobo

Sejenak, kita tinggalkan para gajah dan beralih pada hewan-hewan lucu bernasib baik yang sering disebut anabul (anak bulu). Saya baru-baru ini mengunjungi klinik hewan membawa anjing kecil yang baru kami adopsi agar diberi vaksinasi. Saya menanyakan kepada petugas, hewan-hewan apa saja yang sering dibawa ke klinik tersebut. Paling banyak adalah anjing dan kucing, sesekali ada kura-kura, pernah pula ular. Jelas gajah tidak pernah! Kucing dan anjing hewan yang paling diminati sebagai hewan peliharaan. Para pecinta hewan ini rela menghabiskan uang yang tidak sedikit, mulai dari biaya adposi, makanan, shampo, vitamin, obat cacing, vaksinasi, kandang, mainan hingga bermacam aksesorisnya. 

Kerelaan ini bukan tanpa pamrih. Anjing jenis tertentu sangat bisa diandalkan menjaga rumah dari penyusup entah itu maling atau hewan melata yang tidak diharapkan kehadirannya. Kucing juga sigap menghabisi tikus-tikus yang suka wara wiri di beranda rumah. Selain itu manfaat psikologis juga didapat oleh manusia.

Kita bisa menyimak hubungan manusia dan hewan secara emosional dalam Shannen (2011), buku berisi kisah tentang binatang-binatang yang menghangatkan hati dan menyentuh jiwa garapan Jo Coudert.  Shaneen adalah salah satu tokoh yang diceritakan. Seekor anjing hitam besar dan berbulu halus diadopsi oleh keluarga yang juga baru mengadopsi tiga orang anak yang ditelantarkan orangtuanya. Urusan adaptasi ketiga anak ini masih merepotkan lalu datang lagi seekor anjing yang butuh perhatian. 

Situasi keluarga ini menjadi kacau balau. Hari-hari penuh dengan teriakan dan tangisan anak kecil, diikuti lolongan anjing. Keadaan perlahan berubah ketika Shaneen mulai mendapat perhatian dari tuannya. Dia menjadi teman bagi Laurie, anak kecil yang diadopsi. Semenjak lahir diabaikan membuat Laurie bersikap dingin dan selalu merasa terancam. Setiap kali diajak bicara dia menjerit ketakutan. Tingkah Shaneen membuat Laurie mulai mencair. Begitu juga sikap anak-anak lain. Shaneen yang gemar bermain menyatukan anak-anak di rumah tersebut. Anjing bukan sekadar penjaga rumah tapi bertindak sebagai dokter yang memulihkan hati para penghuninya. 

Kita kembali melihat gajah. Di masa lalu gajah pernah mendapat tempat mulia sebagai kenderaan perang. “Sudah sejak tahun 327 sebelum Masehi dulu, gajah-gajah ada yang tidak lagi hidup merdeka. Yaitu ketika Raja Porus dari Punjab menghadapi tentara Iskandar Zulkarnain. Raja Porus mengerahkan dua ratus ekor gajah kaveleri,” tutur Dr. Petocz dalam buku Sepekan Bersama Gajah. Gajah juga bisa diandalkan sebagai tenaga kerja. Gajah-gajah dilatih menarik kayu dari lokasi pemotongan lalu memasukan ke truk.

Kini, fungsi itu telah tergantikan mesin. Gajah bukan hewan yang profitable, apalagi loveable seperti kucing dan anjing.Adakah orang yang bersedia mengurusi gajah untuk disayang-sayang? Nasib gajah sepenuhnya tergantung pada alam. Alam tidak lagi mendukung, gajah berupaya mengikuti instingnya, persoalan makanan tidak dapat ditunda, gajah melangkah di antara hutan beton demi memuaskan rasa laparnya. Sekalipun gajah disebut sebagai hewan cerdas tapi kecerdasannya belum mampu menyiasati perubahan tempat tinggalnya. Manusia semakin banyak tapi gajah semakin punah. 

Lama-lama kita hanya akan mengenal gajah sebagai tokoh fiktif di majalah anak-anak. Bernasib serupa seperti dinosaurus, yang hanya muncul di buku-buku. Sembari kita mendendangkan lagu Gajah bersama Tulus, mari kita pikirkan nasib gajah-gajah yang kini tinggal sedikit itu. 


Eva Rini Tampubolon, penulis di Mbokmbokan Malem Minggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s