Pengetahuan dan Tindakan

Muhammad Safroni

BOCAH sangat suka bermain. Bertualang! Jika melihat hal baru rasa ingin tahu mereka sangat tinggi. Sering mereka nekat. Perilaku ini yang perlu diawasi, diarahkan, dan diwadahi. Pilihannya, mengarahkan mereka mengikuti kegiatan-kegiatan yang bisa menampung aspirasi dan emosi mereka. 

Pada saat menjadi murid sekolah dasar, ada beberapa kegiatan ekstakurikuler yang ditawarkan kepada murid-murid, salah satunya adalah pramuka. Pramuka biasanya kegiatan yang wajib diikuti oleh semua siswa. Terlebih, mereka yang menjadi siswa di sekolah milik negara. Materi kegiatan pramuka yang beragam menjadi daya tarik tersendiri. 

Pramuka, akronim mudah teringat: praja muda karana. Yang ikut pramuka diharapkan memiliki jiwa muda yang suka berkarya. Organisasi ini memiliki lambang bayangan tunas kelapa. Salah satu organisasi yang  berkesinambungan, dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Di Indonesia, pramuka resmi berdiri pada 14 Agustus 1961. Hal itu ditandai dengan Keputusan Presiden RI No. 238 Tahun 1961 tentang Pramuka. Organisasi ini merupakan peleburan dari berbagai organisasi kepanduan di Indonesia. 

Di Indonesia, pramuka resmi berdiri pada 14 Agustus 1961. Hal itu ditandai dengan Keputusan Presiden RI No. 238 Tahun 1961 tentang Pramuka. Organisasi ini merupakan peleburan dari berbagai organisasi kepanduan di Indonesia.

Pada 14 Agustus 2021, pramuka di Indonesia berusia 60 tahun. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka secara resmi mengeluarkan SK tentang logo 60 tahun gerakan pramuka, dilengkapi dengan slogan “Berbakti Tanpa Henti”. Berbagai macam kegiatan dilakukan untuk memperingatinya. Namun, hampir semua dilakukan secara daring. Pramuka yang memiliki kebiasaan berjelajah, mencari jejak berkemah, dalam situasi saat ini semua dipaksa berjelajah melalui dunia virtual.

Keteladanan pramuka hadir dalam buku bacaan anak. Mase Edhi adalah penulis yang mengangkat cerita kepramukaan. Buku yang ditulis berjudul Tiga Siaga diterbitkan Gramedia, 1983. Ilustrasi isi dan sampul digarap oleh Gatot P. Pilihan kata siaga dalam judul sudah menjelaskan secara gamblang tentang tingkatan dalam pramuka. Siaga merupakan tingkatan pertama.

Kalian masih ingat empat tingkatan dalam pramuka? Empat tingkatan: pramuka siaga untuk usia 7-10 tahun, pramuka penggalang untuk usia 11 -15 tahun, pramuka penegak untuk usia 16-20 tahun, dan pramuka pandega untuk usia 21-25 tahun.

Bagi kalian yang pernah ikut kegitan pramuka tentu ingat buku saku dan buku SKU. Buku berukuran 6 x 12 cm dengan tebal 60 halaman. Buku saku berisi banyak informasi tentang pramuka: sejarah, himne pramuka, morse, dan lain sebagainya. Buku yang sangat nyaman di saku pakaian kita menjadi panduan dan petunjuk kepramukaan. Sedang buku SKU berisi tentang check list kegiatan pramuka sesuai tingkatannya. SKU singkatan dari syarat-syarat kecakapan umum.

Mase Edhi apik dalam menggambarkan kecerdasan bocah pramuka dalam buku ini. Di bab awal, tokoh utama bernama Adele dan temannya Riani berbincang dengan permainan kata acak yang menarik. Sengaja memilih susunan kalimat yang kacau. Kalimat pertama dan kedua sering sepertinya tidak berkaitan. Namun itu pasti ada hubungannya. Pintar dan cerdas tidak harus dituliskan secara detail dengan perolehan ranking satu, dua, atau tiga. 

“Semalam aku mendengarkan berita televisi,” Adele membalas godaan Riani dengan kalimat yang dibuatnya kacau pula. 

“Hati-hati kalau berolahraga pagi. Rumah sakit sudah penuh-sesak sejak wabah kolera berjangkit. Ibumu masih membuat kue bikang, bukan? Kasihan ibumu, nanti terlalu sibuk.”

Kutipan di atas memperlihatkan antarkalimat tidak saling terhubung. Kita sulit  memahami maksudnya. Tulisan Mase Edhi dengan pola ini membuat pembaca tergelitik. Pembaca penasaran, ingin segera tahu maksud dari kalimat ke kalimat. Adele menjelaskan hubungan antarkalimat. 

“Menurut berita televisi semalam, Gunung Galunggung meletus lagi. Abunya menebar ke mana-mana. Dibawa angin ke seluruh penjuru. Kalau kau berolahraga pagi, kau harus berhati-hati. Besok, abu Galunggung sudah sampai ke sini. Kau bisa sakit kalau menghirup abu itu ketika kau berolahraga pagi. Kalau kau sakit, kau dirawat di rumah sakit. Padahal….”

Riani melanjutkan kalimat Adele. 

“Padahal rumah sakit sudah penuh sejak wabah kolera berjangkit. Banyak pasien penderita kolera dirawat di sana. Ibu sudah sibuk membuat kue bikang karena pesanan semakin meningkat. Kalau aku dirawat di rumah sakit, ibu akan bertambah sibuk. Begitu,bukan?” 

Mase Edhi cakap dalam membuat cerita. Pembaca ingin segera merampungkan membaca karena penasaran. Petualangan dalam buku ini dilakukan oleh tiga sahabat: Adele, Riani, dan Porkas. Ketiganya merupakan anggota pramuka siaga. Perkemahan yang sudah mereka nantikan terpaksa batal karena ada bencana gunung Galunggung. Akhirnya, mereka berpindah haluan dan menghabiskan liburan di salah satu rumah saudara Adele di sebuah desa, yang berjarak 13 km dari rumah Adele.

Perkemahan yang sudah mereka nantikan terpaksa batal karena ada bencana Gunung Galunggung. AKhirnya, mereka berpindah haluan dan menghabiskan liburan di salah satu rumah saudara Adele di sebuah desa, yang berjarak 13 km dari rumah Adele.

Cerita dalam buku anak ini terdapat beberapa terapan dari buku SKU. Buku SKU golongan penggalang yang diterbitkan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Di halaman tujuh, terdapat satu kalimat: “Dapat menjelaskan teknik menjernihkan air.” Ketiga bocah ini masih siaga, namun mereka juga menguasai beberapa pengetahuan pramuka penggalang.

Proses menjernihkan air merupakan materi dari anggota pramuka penggalang. Di buku Tiga Siaga, dijelaskan proses pembersihan air sebagai solusi agar air yang digunakan untuk mandi dan keperluan sehari-hari bisa menggunakan air bersih. Di desa tempat ketiga anak ini berlibur, keseharian mereka menggunakan air keruh. Sebab, permukiman mereka dekat dengan sungai. Bagi yang tidak terbiasa, air itu bisa langsung membuat kulit iritasi atau gatal. 

Di beberapa tempat, masyarakat banyak menggunakan air yang kurang layak untuk kebutuhan sehari-hari. Terutama, mereka yang hidup dibantaran sungai. Buku ini ingin memberikan pemahaman kepada pembaca tentang pentingnya air bersih. Tidak semua orang bisa memilih di mana mereka tinggal, yang terdapat air bersih. Maka, buku ini secara rinci memberikan solusi proses penjernihan air. 

Batu bata yang telah dicuci ditata di dasar drum. Batu bata itu berdiri pada sisinya. Jadi tinggi batu bata itu sama dengan lebar batu bata bila diletakkan seperti biasa. Kak Banten bisa menata batu bata itu hingga tidak roboh. Saling melintang dan mengganjal sesamanya. Batu bata yang disusun itu tidak sampai rapat. Di antara setiap batu bata ada jaraknya. Kira-kira setebal batu bata itu pula.

Setelah itu diberikan penjelasan secara rinci proses berikutnya: memasukkan serabut kelapa sekitar 20 cm, memasukkan pasir sekitar 30 cm, dan batu bara yang sudah dihaluskan setebal 15 cm. Setelah proses ini selesai, air yang keruh tersebut bisa dialirkan ke drum. Sehingga terjadi proses penyaringan. Air yang dihasilkan menjadi jernih dan memiliki kualitas lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Buku bacaan ini cocok dibaca anak sekolah dasar. Pengemasan yang apik membuat pembaca anak menjadi tertarik untuk mengikuti kegiatan pramuka. Pramuka melatih keberanian, keterampilan, kepedulian, dan saling melindungi.


Muhammad Safroni, peminat bacaan anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s