Minggu dan Kita

Rachmawati

PAK Kasur mengajari kita dengan lagu berjudul “Naik Delman”. Lagu yang mengingatkan betapa hari Minggu itu indah dan menyenangkan: Pada hari Minggu kuturut ayah ke kota/ naik delman istimewa kududuk di depan/ kududuk samping pak kusir yang sedang bekerja… Lagu yang mudah dinyanyikan dan berarti meskipun kita jarang naik delman setiap hari Minggu. Banyak alat transportasi menggantikan delman.

Lagu tersebut mengakrabkan kita  dengan hari Minggu, hari libur. Hari untuk beraktivitas di luar kewajiban sehari-hari seperti bekerja bagi orang-orang dewasa dan sekolah bagi anak-anak. 

Sejak masih kecil, saya selalu menanti hari Minggu. Sebab, saya akan diajak berkeliling perkebunan coklat. Di sana, saya bermain bebas dengan teman-teman sebaya tanpa  harus dihentikan bel sekolah sebagai penanda jam bermain telah usai.  Setelah dewasa, hari Minggu tetap menjadi hari yang paling dinantikan karena kantor libur. Sehingga,  bisa lebih meluangkan waktu bersama keluarga. Minggu adalah hari bebas dari rutinitas yang terkadang menyiksa dan menjenuhkan.

Setelah dewasa, hari Minggu tetap menjadi hari yang paling dinantikan karena kantor libur. Sehingga, bisa lebih meluangkan waktu bersama keluarga. Minggu adalah hari bebas dari rutinitas yang terkadang menyiksa dan menjenuhkan.

Dilihat dari  sudut pandang sejarah, penamaan bulan dalam kalender masih terpengaruh dari Belanda. Ini berbeda dengan nama-nama hari tetap mengacu dari bahasa Arab. Hari jeda (libur) ditetapkan pada hari Minggu, yang mengacu pada hari Tuhan. Jadi, diperlukan hari istirahat. Namun, sebuah surat kabar di Surakarta yang terbit seratusan tahun lalu memberikan catatan, sebaiknya hari istirahat ditetapkan pada hari Jumat. Pada hari itu, umat Islam melakukan ibadah salat Jumat. Hal ini cukup masuk akal  mengingat penduduk Indonesia kebanyakan beragama Islam. Adanya hari jeda sudah diterima banyak orang, tetap disepakati hari Minggu sesuai penanggalan Belanda atau Eropa (Denys Lombard, Nusa Jawa Silang Budaya, 1996). 

Pada masa saya sekolah dulu, hari Jumat dikenal dengan hari pendek. Jam sekolah akan pulang lebih awal, sebelum salat Jumat, yang bermaksud untuk memberikan kesempatan beribadah bagi umat Islam. Begitu juga dengan jam kantor akan ada jeda untuk ibadah salat Jumat. Ada beberapa kantor yang jam kerjanya dibuat pendek hanya sampai pukul 11.00 WIB. Ada juga kantor yang hanya memberi jeda saja, lalu kegiatan perkantoran dilanjutkan kembali.

Identiknya libur pada hari Minggu di kalangan masyarakat, membuat pelaku usaha di bidang pariwisata menjadikannya momen yang sangat baik untuk meraup keuntungan besar. Biasanya, tiket-tiket tempat wisata akan dijual lebih mahal pada hari Minggu tapi tetap laku. Selain dikarenakan kebutuhan berlibur hanya pada hari Minggu, pola pikir masyarakat juga seakan terpola bahwa berlibur yang paling pas adalah hari minggu.

Biasanya, tiket-tiket tempat wisata akan dijual lebih mahal pada hari Minggu tapi tetap laku.

Minggu untuk berlibur. Masyarakat juga biasanya mengambil momen Minggu untuk melakukan berbagai  hajatan (pesta). Minggu sebagai hari pesta dengan harapan akan banyak tamu, yang mereka libur dari rutinitas kerja. 

Di masyarakat perkotaan, Minggu kadang dijadikan sebagai hari pertemuan komunitas. Biasanya, para anggota komunitas akan mengadakan pertemuan mingguan setiap hari Minggu. Misal, komunitas sepeda akan bersepeda bersama saat Minggu pagi. 

Pada masa kolonial, ada klub motor pertama yang bernama Persatuan Pengendara Sepeda Motor. Mereka melakukan perkumpulan pertamanya dan  perjalanan pertama melintasi jalan-jalan di Batavia pada hari Minggu, 28 Desember 1913. Kemudian, diputuskanlah hari Minggu sebagai hari tetap pertemuan komunitas mereka (Rudolf Mrazek, Engineers of Happy Land, 2006).

Secara nasional, tanggal merah di kalender ditetapkan sebagai hari libur.  Setiap hari besar nasional dan hari besar keagamaan dijadikan sebagai tanggal merah. Minggu tetaplah mendapatkan porsi tanggal merah yang banyak sesuai kalender nasional. 


Rachmawati, Ibu menulis di Jemaah Selasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s