Anak dan Permainan

Lyly Freshty

MEMBACA judulnya saja, Permainan Tradisional Anak-Anak dari Jawa Tengah, yang disusun Hardjana HP (1984), membuat saya ingin cepat-cepat menyusuri isinya. Inginnya mengetahui pelbagai macam permainan tradisional dan kira-kira saya atau anak saya masih mengenal dan dapat memainkannya atau tidak lagi, ya? Jadi saya tidak terlalu berlama-lama memperhatikan sampul yang menurut saya sudah cukup bagus dengan gambar sekelompok anak laki-laki dan perempuan dalam pakaian bermain bebas yang sedang bermain bersama di tanah lapang. Ekspresi anak-anak itu menunjukkan kebebasan, keseruan, kegembiraan, dan curahan daya perhatian yang tinggi. Sehingga, membuat saya paham bahwa memang itulah yang dirasakan anak-anak ketika bermain, terlebih melakukan permainan anak secara ramai-ramai bersama kawan.

Keterangan dari Hardjana HP: “Permainan Anak-Anak Dari Jawa Tengah ini dimaksudkan sebagai pengenalan salah satu segi budaya daerah, demi terwujudnya kebudayaan nasional tadi, melewati jalur pengertian secara anak-anak. Sebuah keuntungan lain, permainan ini juga akan menambah keterampilan, kepandaian, sekaligus hiburan yang memiliki unsur olahraga.”

Permainan anak-anak merupakan hasil kebudayaan setempat yang dipengaruhi oleh keadaan wilayah masing-masing. Keragamannya menjadi bagian dari kebudayan nasional. Permainan anak juga mengalami perkembangan dari waktu ke waktu sesuai dengan perubahan suasana dan kondisi daerah setempat. Sehingga, mungkin saja mengalami perubahan nama dan cara bermain, menyesuaikan dengan zaman.

Anak-anak perlu dikenalkan aneka ragam permainan anak-anak. Selain untuk tujuan mengenalkan dan melestarikan kebudayaan daerah dari perspektif pengertian anak-anak, juga untuk kepentingan pertumbuhan pribadi anak.

Permainan tradisional akan memberi anak-anak banyak latihan untuk keterampilan dan kepandaian (fisik, motorik, sosial, emosional, kreativitas, berpikir strategis); hiburan dan olahraga termasuk ketangkasan, stamina, dan sportivitas; mengasah watak anak dalam hal kemandirian, inisiatif, empati, solidaritas, kesetiakawanan, keberanian, kejujuran, semangat juang, dan lain sebagainya.

Teringat bahwa bermain sesungguhnya adalah medium bagi anak-anak untuk belajar tentang dunia sekitarnya dan bertumbuh bersama kehidupan yang terus berubah dari waktu ke waktu. Mereka menyerap kebijaksanaan dan tradisi manusia setempat yang terbukti berguna untuk keselarasan kehidupan. (Bagus kalau ada sumber bacaan tentang anak dan bermain).

Yang sangat perlu diperkenalkan terutama permainan tradisional. Disebut tradisional mengacu pada maksud yang sudah kuno. Artinya, memang butuh upaya untuk memperkenalkannya agar tetap lestari sampai ke generasi berikutnya. Di balik segudang pentingnya permainan anak-anak, melanggengkan permainan tradisional berarti melestarikan budaya daerah dan bangsa dengan cara yang sesuai dengan sisi humanis anak-anak yang senang bermain dan banyak belajar melalui bermain.

Terlebih saat sekarang, tatkala anak-anak semakin sedikit bermain di luar ruang dan berinteraksi dengan sebaya. Pengenalan permainan tradisional anak-anak ini perlu digalakkan kembali mengingat semakin sedikit saja anak-anak yang mengenal dan bisa memainkannya. Saya jadi teringat kondisi anak-anak sekarang yang lebih betah bermain di dalam ruangan dan bermain secara soliter pula bersama aneka properti bermain yang semakin menjauhkan jiwa sosial yang berarti pula sisi humanis mereka.

Maka, dalam bayangan saya, jangan sampai semakin jarang ditemui anak-anak yang dapat memainkan permainan tradisional secara alami dan mandiri. Berkaca pada situasi tersebut, ada potensi untuk tidak lagi mengenal permainan kuno ini sebagai bagian budaya daerah dan bangsa masa kini. Anak-anak bisa saja tak lagi mendapat gambaran tentang dunia dan kehidupan kanak-kanak pada masa lampau waktu zaman orang tua maupun kakek neneknya dahulu. Padahal, jika permainan tradisional ini tetap bisa disaksikan juga dimainkan oleh anak-anak, mereka dapat memahami adanya perubahan sosial budaya yang terjadi seiring dengan perkembangan berbagai macam permainan tradisional.


Lyly Frehsty, ibu menulis di jemaah Selasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s