Nakal …

Rachmawati

KATA nakal identik untuk anak-anak yang sangat aktif dan suka bertingkah. Yang menurut orang dewasa sangat meresahkan. Di Kamus Besar Bahasa Indonesia, nakal berarti “suka berbuat ulah, tidak menurut.” Dipertegas dengan kalimat yang biasanya digunakan untuk anak-anak. 

Masyarakat selalu beranggapan bahwa anak yang baik adalah anak yang selalu menurut, tenang, tidak berbuat gaduh. Namun, hal itu sepertinya tidak akan mungkin terjadi jika melihat dari kacamata pertumbuhan seorang anak. Anak identik dengan berbagai tingkah laku yang aktif dan rusuh. Namun, itu merupakan suatu proses bertumbuh baginya. Yang dipandang orang dewasa sebagai bentuk yang sangat meresahkan.

Dalam buku Astrid Lingdgren berjudul Semua Beres Kalau Ada Emil,  kita diajak melihat sisi kreatif dari anak yang hiperaktif. Artinya, banyak tingkah yang meresahkan orang dewasa. Di balik semua itu terselip suatu kreativitas yang hanya bisa dilihat bagi orang dewasa yang memilki kemampuan memahami karakter pertumbuhan anak-anak. Kisah Emil kecil dengan segala kenakalannya adalah bentuk nyata pada setiap anak pada umumnya. 

Misal, tingkah kenakalan Emil: membeli beberapa barang di pusat lelang, yang menurut ayahnya sangat tidak berguna. Emil dengan tingkah polosnya berusaha mencabut gigi orang dewasa, mengecet muka adiknya, memasukkan katak ke dalam keranjang makanan. Pelbagai kenakalan itu sangat meresahkan ayahnya, membuat orang-orang di sekelilingnya sangat geram. Tapi, Emil kecil memiliki seorang ibu yang punya keyakinan teguh bahwa anaknya kelak akan menjadi orang yang memiliki jabatan penting: “Entah, kenapa aku merasa kelak Emil akan menjadi bupati.” Kalimat itu diucapkan ibu Emil ketika mendapati anaknya berulah.

Ayahnya yang selalu geram dengan tingkah Emil, seakan merasa aneh ketika ibu Emil berucap kalimat yang selalu beranggapan kelak anak itu akan menjadi tokoh yang berpengaruh. “Mana mungkin ada bupati yang selalu bikin rusuh,” begitulah ucapan sang ayah.

Pesan yang bisa dipetik dari sosok ibu Emil adalah keyakinan dan kesabaran seorang ibu menghadapi anaknya yang nakal dengan segala tingkah lakunya yang merepotkan. Sang ibu tetap bersabar dan memilki keyakinan yang kuat kepada putranya.

Salah satu wujud cinta seorang ibu adalah bersama anaknya dan selalu mempelajari perkembangannya. Ibu Emil membuat catatan kenakalan anaknya. Semua bentuk kenakalan Emil dicatat dalam buku biru. Buku catatan tersebut akhirnya menumpuk dalam laci lemari, sesuai dengan banyaknya kenakalan anaknya. Hal yang paling menarik ketika Emil dengan segala kreativitasnya akan menjual buku catatan milik ibunya itu kepada guru sekolah Minggu-nya. Dia menjualnya karena butuh uang untuk membeli sesuatu. Dia menawarkan kepada gurunya dengan dalil sebagai bahan referensi sang guru untuk menghadapi anak nakal sepertinya.

Kisah Emil memberikan pandangan kenakalan ternyata hampir sama dengan pandangan masyarakat kita pada umumnya. Hanya yang menjadi perbedaan adalah sosok ibu-ibu di Eropa. Mereka dengan penuh keyakinan dan kesabarannya memahami pertumbuhan anaknya, selalu memberi pengharapan  meskipun dalam kerepotan. Sosok ibu di Indonesia umumnya dalam menghadapi tingkah laku anak-anak yang aktif seakan harus dihentikan dengan beragam larangan. 

Hal inilah yang menjadi perbedaannya dari sosok ibu di Eropa, yang dilihat dari cerita sosok ibu Emil. Kita melihat bagaimana dia membiarkan putranya melakukan berbagai hal yang sangat meresahkannya. Dia tidak akan melarang putranya apalagi dengan dalil menakuti. 

Ketika dicermati dengan baik, setiap kenakalan Emil adalah bentuk kenakalan yang tidak biasa. Setiap tingkah nakalnya selalu dibumbui kreativitas dan keluguan ala anak-anak seusianya. Di balik kenakalan itu, jika diolah dengan baik sebagaimna ibu Emil mengolahnya, tentu saja menghasilkan sesuatu yang baik. 


Rachmawati, Ibu menulis, tinggal di Prambanan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s