Usia Lanjut dan Penceritaan

Yulia Loekito

Manuver ini membutuhkan sedikit usaha keras karena Allan berumur 100 tahun. Tepat pada hari ini, bahkan. Dia hanya punya waktu kurang dari satu jam sebelum pesta ulang tahunnya dimulai di Rumah Lansia. Sang Wali Kota akan hadir. Juga wartawan surat kabar setempat. 

(Jonas Jonasson, The 100-Year-Old Man Who Climbed Out of The Window and Disappeared, 2014)

“Bocah-tua nakal” dalam cerita persilatan digambarkan lucu, memiliki keahlian silat yang patut diwaspadai, dan polos dalam arti yang janggal. “Bocah-tua” tentu berusia tak muda, tapi ia bisa jingkrak-jingkrak, merengek, atau merajuk seperti anak kecil. Namun, ketika tiba waktunya ia harus bertarung, mulut-mulut penonton akan terperangah menyaksikan kelihaiannya. “Bocah-tua nakal” memiliki hidup menyendiri di pegunungan, tak terlibat dalam karut-marut dunia persilatan. Ia hanya muncul saat dibutuhkan saja. Usia lanjut, walau menentukan tahap-tahap perjalanan manusia,  tak harus selalu dikaitkan dengan kebajikan. 

Pada awal cerita, Allan Karlsson, tokoh ciptaan Jonas Jonasson segera akan berusia 100 tahun. Karena ulang tahunnya yang keseratus akan dirayakanlah, itulah yang justru yang membulatkan tekadnya untuk kabur! Orang berusia lanjut ini tentu saja bergerak lamban. Ia tidak menguasai ilmu silat seperti “bocah-tua nakal”. Selama hidupnya, ia bertahan hidup dan berusaha tetap waras menggunakan bubuk mesiu dan rangkaian-rangkaian bom, bukan jurus-jurus silat atau tongkat pemukul. Ia berasal dari Swedia, mampu berbicara dengan banyak bahasa, minum alkohol hingga berusia 101 tahun dan masih terus hidup. 

Bisiknya dalam hati waktu seorang penumpang bus yang ditumpanginya untuk kabur setelah mencuri sebuah kopor dari terminal: “Ketika kau sudah hidup terlalu lama, akan mudah sekali bertindak semaunya.” Pernyataan lumayan jauh dari keumuman, jika umum adalah anggapan bahwa tua adalah bijaksana dan panutan. Barangkali orang-orang yang hidup di jalanan, di balik jeruji besi, di daerah konflik, atau malah orang-orang berkemeja klimis dan berdasi di dalam gedung perkantoran atau pemerintahan justru memahami cara pikir Allan Karlsson karena mereka hidup di sisi peristiwa yang dilewati Allan. 

Dalam usahanya kabur jelang ulang tahunnya yang ke-100, Allan mencuri satu kopor berisi uang puluhan juta krona hasil bisnis ilegal: perampokan, narkotika, dan pemerasan dari anggota komplotan pembawa kopor. Setelah itu, dia membunuh tiga orang lain yang menghalangi jalannya. Semua dilakukan tanpa maksud tertentu, hanya untuk menyelamatkan diri, tanpa mempedulikan politik atau agama. 

Cerita ini sungguh satire yang gila dan lucu! Bermodalkan kemampuan membuat bahan peledak, Allan terlibat dalam percaturan politik dunia. Dari General Franco di Spanyol, Presiden Truman, Mao Tse Tung, Stalin, Kim Jong Il, hingga Yudhoyono di Indonesia secara mencengangkan bisa dikenalnya. Jonas Jonasson berhasil membuatnya seolah ada di tengah poros kacau balau sengketa kuasa antar penguasa dunia. 

Allan pernah meledakkan kamp Vladivostok di Rusia ketika ia menjalani hukuman dari Stalin di sana. Karena ledakan itu mengejutkan dan menghancurkan angannya, Stalin terserang stroke dan meninggal dunia. Tepat ketika Allan berpikir, bagaimana caranya kabur dari Kim Il Sung di Korea Utara yang baru saja ditipunya. Itu semata-mata demi bisa masuk ke Korea Selatan dalam perjalanannya kabur dari Vladivostok. Allan juga diceritakan membantu Amanda, gadis bodoh dari Bali, yang kelak akan dinikahinya saat ia genap 100 tahun. Amanda terjun ke dunia politik di negara yang segala sesuatunya bisa diselesaikan dengan uang. Pada akhir cerita, tahun 2005, Allan juga bertemu dengan perwakilan pemerintah Indonesia yang meminta bantuannya berkaitan kemampuannya membuat bahan peledak. 

Allan sudah hidup selama sepuluh dekade dan dia menyaksikan banyak hal. Jonas Jonasson menuturkan: “Tokoh utama cerita ini memang harus berumur seratus tahun, supaya dia sudah menjadi hidup melewati seluruh abad kedua puluh, supaya dia bisa digunakan sebagai pemandu cerita yang berjalan paralel dengan cerita tentang perjalanan di Swedia pada masa kini.” 

Dalam buku Animal Farm gubahan George Orwell, keledai diceritakan sebagai hewan yang hidup lama. Hewan yang hidup cukup lama memahami asal mula penggulingan kekuasaan manusia di peternakan mereka, hingga para babi jadi penguasa, membawa cemeti dan akhirnya berjalan dengan dua kaki seperti manusia yang pada awalnya mereka musuhi! Keledai yang cukup lama hidup tak mau terlibat dalam gegap gempita politik, tak gampang menaruh percaya dan memilih diam saat peristiwa demi peristiwa terjadi dan hewan-hewan di sekitarnya gonta-ganti perangai, tertawa, dan meratap. Usia lanjut itu adalah kunci penceritaan, kadang juga bisa jadi alat pemaknaan. Sikap-sikap tokoh lanjut usia bisa digambarkan berbeda-beda: nakal, konyol, lucu, berangasan, jahat, baik, dan kebanyakan aneh. 

“Bocah-tua nakal”, Alan Karlsson, dan Si Keledai masing-masing punya karakter dan sikap berbeda menyiasati hidup mereka yang panjang dan lama melalui tangan penulis. Namun, kita menemukan satu kesamaan, mereka tak mengikatkan diri pada peristiwa-peristiwa dunia walau mereka terlibat di dalamnya. Mereka mampu menjaga jarak aman dengan peristiwa, kekuasaan, uang, jabatan, pengakuan, atau pencapaian. Kekuatan atau keahlian tak menjadikan mereka penguasa, pemahaman tak menjadikan mereka penasihat, bahkan umur panjang tak menjadikan mereka bahagia. 

Ujar seorang aktris tua yang terekam dalam buku Doa Sang Katak yang dikumpulkan oleh Anthony de Mello, SJ (1993): “Saya sungguh tidak tahu berapa umur saya. Itu selalu berubah dari menit ke menit.” Umur panjang, walau tak selalu menunjukkan kualitas hidup manusia, dalam khazanah sastra dapat digunakan sebagai perantara menunjukkan peristiwa-peristiwa busuk, biasa, atau mulia lintas masa. Kita membaca dan mencoba menyarikannya menit demi menit yang senantiasa berubah. 


Yulia Loekito, ibu menulis di Kaum Senin, tinggal di Jogjakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s