Berubah di Dapur

Marhamah Aljufri

ASAP di dapur kian hari kian berkurang. Anak-anak kini tak lagi akrab dengan kebulan asap dari api dan kayu di dapur. Mungkin kita perlu memodifikasi kata-kata semangat bekerja agar dapur tetap ngebul. Dapur orang kekinian terlarang untuk asap. Orang-orang tetap bekerja dengan penuh semangat agar bisa terbeli alat masak tanpa perlu ada kabut asap di dapur.

Selain asap, hangus pun tidak diharapkan terjadi di dapur. Biarlah hangus menjadi kenangan tahun-tahun silam. Ah, kita merindu aroma hangus. Selera manusia tidak menerima makanan hangus. Memasak bagi ibu perlu presisi, cepat, dan sehat. Masakan berasap dan hangus tidak diharapkan. Kita diberitahu memecahkan persoalan dengan menggunakan alat masak dengan tenaga listrik.

Kalimat ingin meyakinkan: “Memberikan kemudahan dan kenikmatan rumah tangga Indonesia”. Kalimat tertulis pada judul iklan alat listrik rumah tangga di majalah Selera, Desember 1991. Berumah tangga hendak disempurnakan dengan alat yang memudahkan dan memberi nikmat. Ibu-ibu tampak senang dan bersemangat. Sesama ibu mengobrolkan alat rumah tangga menjanjikan mudah. Bapak-bapak dirayu agar di dapur teralami mudah dan nikmat.

Ibu-ibu masa 1990-an setiap hari memasak gandrung National. Bapak-bapak mendukung cinta ibu pada National. Tabungan ibu dan uang belanja alat masak dari bapak didukung penuh pada National. Anak-anak melihat ibu membeli alat masak rumah tangga bertenaga listrik. Dapur ibu tidak lagi perlu api. Listrik telah mengganti api.

Bapak memanjangkan kabel dan menetapkan colokan listrik di dapur. Api tergantikan listrik bemuasal dari teknologi. Teknologi tercipta dari keinginan: “Obsesi kami senantiasa menghadirkan perlengkapan rumah tangga modern secara lengkap untuk memberikan kemudahan dan kenikmatan kehidupan rumah tangga Indonesia.” Kita membaca dan terpantas-pantaskan untuk memilih dengan tepat.

Memilih dengan tepat masih terpengaruh obsesi teknologi. Nama alat listrik rumah tangga beragam setelahnya. Kita bingung memilih. Berdatangan barang-barang aneka nama tinggal pasang ke colokan. Tawaran menggiurkan bicara tentang keandalan, hemat listrik, warna elegan, dan tak lagi berbunyi. Di dapur kini tidak lagi berasap, beraroma hangus, tak lagi berisik. Ibu-ibu di dapur memasak dan menyetel musik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s