Mi Instan, Ibu, Iklan

Novy

SEMUA hal selalu ada enaknya. Kalau lagi sedih, enaknya “curhat” atau misuh-misuh. Kalau lagi senang, enaknya menyanyi-nyanyi atau ngomyang. Kalau lagi bokek, enaknya nebeng makan ke kawan karib. Kalau lagi hujan, enaknya makan mi instan hangat. Bisa pilih mi instan kuah, mi instan goreng. Bolehlah memilih bentuk mie keriting atau pipih macam kwetiau. Sekarepmu

Pilihan bisa terpengaruh oleh mood. Nah, mood kacau, jadinya amuk-amukan. Pilihan jatuh ke selera pedas level 10. Bayangken, lombok cacahe 10! 

Karena enaknya mi instan inilah yang terbukti bisa menjadi penyelamat dunia. Ketika usai Perang Dunia II, di Jepang mengalami krisis kekurangan pangan. Momofuku Ando (1911-2007) menemukan mi instan atau instant ramen. Momofuku Ando memikirkan tentang makanan yang mengenyangkan, praktis, dan memiliki daya simpan lama. Sejarah yang tercatat: “Ide ini muncul ketika ia melihat banyak orang mengantre soba di belakang Stasiun Kereta Osaka, Jepang” (FG Winarno, Mie Instan: Mitos, Fakta, dan Potensi, 2016). Inilah mulanya lahir perusahaan mi raksasa di Jepang dengan nama Nissin. Simsalabim! Berubahlah dunia tanpa sulapan, tetapi dengan mi instan.

Enaknya mi instan bisa terbayang dengan melihat gambar di bungkusnya. Dari warna bungkusnya sudah bisa menebak: mi kuah atau goreng, sekalian rasanya. Rasa-rasanya terus bertambah. Bagi yang suka berpandang-pandangan dengan televisi, dengan cepat juga bisa menebak iklan mi instan rasa apa yang sedang berlangsung. Matamu! Mi ada di matamu! Di keluarga-keluarga menggandrungi mi instan, bungkus dan rasa itu hapalan baku. 

Hal ini dikarenakan iklan sering mengunjungi kita. Bola-bali datang, ora kulonuwun, ora pamitan. Anehnya, kita mudah akrab denganya atau dikibulinya. Begitulah, mi instan adalah teman baik yang sering nongol dalam iklan televisi, minimarket, supermarket, dan toko kelontong. Enaknya, teman akrab ini akan sering diingat dalam suasana apapun. Suasana lapar, suasana bekal piknik, suasana bekal makan siang, suasana sarapan, dijadikan teman suasana cemilan juga enak. Ibu merasa beruntung dan bahagia dengan adanya mi instan. Ora ngapusi! Urusan dapur dan makan untuk anak-anak mudah diselesaikan dengan mi instan. Tenan!

Ibu merasa beruntung dan bahagia dengan adanya mi instan. Ora ngapusi! Urusan dapur dan makan untuk anak-anak mudah diselesaikan dengan mi instan. Tenan!

Dalam penyajian makanan, enak saja tidak cukup. Harus ada nilai gizi yang memadai. Banyak sekali yang mencemooh mi instan karena terlalu banyak penyedap (MSG), terlalu banyak pengawet, penyebab kegemukan, pemicu kanker, dan ada pula yang menuduhkan mi instan penyebab kebodohan. Ternyata itu semua tidak benar! Yang ora percoyo gugat saja ke kayangan. Untuk menambah nilai gizi dalam mengonsumsi mi instan, enaknya ditambahkan ayam goreng, sayuran, telor ceplok mata sapi atau sosis juga enak. Yakin mbolokin! Ibu yang sok mau repot dalam membuat mi dicampur apa-apa sepatutnya mendapat pujian. Enaknya makin enak.

Enaknya mi instan, dimasak hanya dalam waktu 3 menit. Begitu cepat dan mudah! Bahkan, mi instan kemasan cup hanya perlu dituang air panas saja. Iklan di radio, mi instan cup dengan lakon bocah sekolah yang akan memulai daring merasa lapar. Karena waktu sudah mepet, sang ibu membuatkan mie instan cup. Bocah segera menyantapnya hingga habis. 

Setelah daring, sang bocah kembali merasa lapar, ibu membuat mi instan lagi. Iklan itu ditutup dengan semboyan yang diucapkan serempak oleh ibu dan bocah: “Untung ada mie instan”. Lalu, mereka berdua tertawa bahagia. 

Sudahkah dirimu-dirimu tertawa bahagia hari ini? Jika belum, jangan meragukan enaknya mie instan. Barangkali bisa membuatmu tertawa bahagia. Bukan hanya kenyang saja!


Novy, Ibu menggemari mi instan, tinggal di Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s