Lezat

Lezat itu ujung angan. Orang menikmati makanan dengan pengakuan lezat berarti puncak. Lezat, diksi obralan bagi pihak-pihak berdagang makanan. Kata singkat tapi berlebihan dalam membenarkan keunggulan makanan-makanan. Di iklan-iklan, lezat itu diksi wajib! Iklan tanpa lezat, tawaran makanan bisa “lewat”. Lezat pun bernomor. Iklan untuk KFC di majalah Femina, 25-31 Oktober 1990: “No 1 di dunia. kelezatannya tak tertandingi.” Mutlak di atas mutlak. Kita wajib menerima “kebenaran” bahwa itu lezat dan terbukti nomor satu. Peragu mendingan pergi ke neraka saja! Iklan memberi pesan kebablasan dengan umbar “kebenaran-kebenaran”. Makanan itu daging bertepung. Ingat, makanan tak sembarangan berimajinasi Amerika Serikat. Di kota-kota, kehadiran orang-orang bersantap di KFC menambahi cerita kelezatan mustahil dilawan dengan lelucon orang-orang berjualan dengan gerobak di pinggir jalan. Mereka pun berdagang daging ditepungi dan ikut menamai dengan bahasa asing.

Amerika Serikat itu lezat. Penjelasan terbaca: “Diolah dengan 11 macam ramuan dan bumbu rahasia, digoreng dengan tekanan uap tinggi, agar sari rasa alami meresap dalam daging.” Rahasia menghasilkan makanan paling lezat. Kita di Jawa, melihat ayam-ayam di kandang dan berkeliaran. Kita bersantap daging ayam digoreng untuk mengangku nasi menuju perut. Diksi “enak” mungkin terpilih ketimbang lezat. Orang-orang sering suka makan bersama sambal. Pedagang menggoreng daging ayam dengan bumbu. Anggaplah itu “rahasia”. Di rumah, “rahasia” itu membuat ibu mesem bila suami dan anak-anak berhasil menghabiskan nasi, ayam goreng, dan sambal. Kita kadang ingin bersalah dengan mengakui “rahasia” itu nomor 1. Hari demi hari, orang-orang makan “nomor 1” tanpa perlu khawatir ayam mau habis di dunia. Binatang itu dipaksa abadi demi mulut dan perut ingin selalu “nomor 1”. Begitu.


Bandung Mawardi, dewan redaksi http://www.suningsih.net, redaksi Majalah Basis, penulis buku Pengisah dan Pengasih (2019), Dahulu: Mereka dan Puisi (2020), Pengutip(an) (2020),  Terbit dan Telat (2020), Silih Berganti (2021). Keseharian menulis esai, resensi, dan paragraf- paragraf kliping.

Email: bandungmawardi@gmail.com

Telepon 085647121744,

Face Book: Kabut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s