Susah Tidur Teringat Kasur

Marhamah Aljufri

ORANG-ORANG zaman sekarang berkeluh: tidur itu susah. Kita mengumpul-ngumpulkan hal tertuduh sebagai biang manusia susah tidur. Pikiran sederhana teringat, bagaimana anak-anak gampang lelap. Anak-anak bermain, bercanda, belajar. Akhirnya, lelah dan tidur. Rewel sebelum tidur kita temui pada anak yang masih lapar. Biasanya, ibu akan memberi sesuatu untuk dimakan oleh anak. Anak menjadi tenang dan ngantuk. 

Kita mencoba mencari sebab tidur jadi susah: perut keroncongan, suara terlalu berisik, badan sakit, pikiran bermasalah, atau keuangan sulit. Orang tidak bisa tidur karena perutnya nganggur. Kenyang terharap menjadi jaminan tidur itu mudah. Penjual makanan malam hari tersipu-sipu bahagia. Dagangan pelbagai menu tersedia di pinggir jalan: nasi goreng, ayam goreng lalapan, tempe penyet, mi ayam, tahu tek khusus dijual malam. Kebutuhan isi perut tercukupi segala jualan malam hari dan tidur dengan perut kenyang. 

Rumah-rumah modern dekat perkantoran, gudang dan pabrik sering teralami bising. Bising saat malam membikin gangguan. Tidur benar-benar susah ketika suara-suara berebut tenar di telinga. Solusi membuat tidur lebih mudah terpikirkan dengan tenang dan cukup lelah. Orang lelah kerja tak sempat berpikir namun langsung tertidur. Berpikir tenang terperamkan dengan meditasi, yoga, dan berdzikir. Tertidur dimudahkan dengan membiasakan ritual membuat tenang.

Orang lelah kerja tak sempat berpikir namun langsung tertidur. Berpikir tenang terperamkan dengan meditasi, yoga, dan berdzikir. Tertidur dimudahkan dengan membiasakan ritual membuat tenang.

Pencarian terus terjadi terhadap susah tidur tertegun pada sebuah gambar di majalah Sarinah, 5-18 September 1994. Kita melihat sosok orang tertidur bahagia. Mulut tersenyum, wajah tak berkerut terkesan tenang dan nyaman. Terpampang kalimat: “Tidur Nyaman Berbunga Mimpi”. Sosok itu di atas sebuah ranjang berwarna putih dan lampu tidur di sebelahnya. Tulisan berayun di antara kupu-kupu berwarna-warni. Ranjang hendak berkabar ingin menjadi lambang kenyamanan tidur. 

Kita teringat mimpi-mimpi dalam tidur. Rupa mimpi tidak selalu jelas bahkan kadang penuh abstraksi. Ternyana kupu-kupu pada gambar sebagai fantasi mimpi orang sedang lelap pada tidurnya. Kasur bermerek Florence Springbed sedang merayu orang-orang telah lelah dalam pekerjaan untuk tidur nyaman. Rayuan yang ampuh: “Berjuta kupu-kupu dalam warna-warna fantasia beterbangan di langit mimpinya. Dia yang tertidur lelap di atas Florence Springbed, setelah kerja keras sehari penuh menyita pikiran dan energinya.”

Orang terbuai ingin tidur nyaman perlu berupaya: “Jika Anda ingin tidur lelap seperti dia, datanglah ke penyalur produk kami dan dapatkan rahasia keunggulan Florence lainnya.” Kita bertanya jadi bingung pada rahasia. Gambar wanita tidur lelap dan tersenyum semakin membikin penasaran.

Kita ingin tidur lelap berhadapan dengan pilihan. Memilih termudahkan dengan melihat yang terbaru: “Florence hadir dalam beberapa tipe sesuai dengan kebutuhan Anda. Tipe yang terbaru, Florence Aristocrat Pillow Top adalah hasil teknologi terbaru dari Amerika. Kasurnya, dengan ketebalan 30 cm dan dilapisi Dacron Hollofil yang memberikan kelembutan super-nyaman, adalah yang pertama di Indonesia.” Kata-kata sungguh mengusik itu pertama di Indonesia. Manusia sulit tidur hendak dimuliakan dengan yang pertama menggunakan kasur. Pencarian solusi tidur mudah lelap berubah gelisah setelah membaca.

Persoalan tidur menjadi tidak sederhana karena kupu-kupu, wanita tersenyum dan kasur tebal berwarna putih. Kasur berteknologi dan tebal tidak dijual di pasar. Menambah sulit mendapatkannya. Belum jua terpikir harga terpasang. Kerumitan tidur semakin bertambah. Orang susah tidur karena sakit, banyak masalah, atau sulit keuangan melihat gambar bisa semakin runyam pikiran. Kita perlu mengorek ingatan cara tidur mudah adalah tidur itu sendiri. Cara tak perlu dipikir panjang. Tidur, ya, tidur saja. 


Marhamah Aljufri, penulis tinggal di Pasuruan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s