Berkaitan Lagu

Bhellinda I Santoso

KITA mengenali group band Slank. Di dalamnya, ada Kaka dan Bimbim yang sering menjadi sorotan media. Semua kalangan, dari muda sampai tua, mengenal mereka. Dulu, tahun 1998, group ini merilis sebuah lagu  berjudul “Balikin”. Pada saat itu, aku bingung, kenapa ada lagu kayak begini. Lagu dengan lirik di bagian reff-nya mengasyikkan.

Balikin oh-oh balikin kehidupanku seperti dulu lagi

Balikin oh-oh balikin, kebebasanku yang seperti dulu lagi

Lagu yang diciptakan ini seolah-olah menceritakan adanya kedukaan dalam mencintai seseorang. Kok bisa berduka? Mengapa bisa sampai minta dikembalikan kehidupan, bahkan kebebasan yang direnggut kekasihnya. Sangat mengherankan. 

Dalam benakku, mencintai seseorang itu sama seperti kita mendapatkan puzzle lain. Yang menyatukan kehidupan kita sehingga menjadi lengkaplah hidup kita. Tapi, rupanya kehidupan tak seindah kenyataannya. 

Setelah aku membina hidup rumah tangga, lagu Slank sering kunyanyikan “keras-keras” dalam benak. Terutama pada lirik: “Mencintai kamu sama juga di dalam penjara, hilang kebebasan, kebanyakan aturan. Mencintai kamu nggak pernah dipercaya, ngebohong salah, jujur malah tambah salah.” 

Lha, bagaimana merasa tidak dipenjara coba, mau beli wajan saja tidak boleh. Katanya, sudah ada tiga wajan. Buat apa beli lagi? Eh, mau beli baju, katanya sudah ada selemari. Nah, mau beli buku, katanya rumah sudah penuh buku. Lalu, mau beli perhiasan, katanya nanti kayak toko emas. 

Foto: Janosch Diggelmann / unsplash.com

Lha, terus disuruh apa coba? Bayangkan, mau beli-beli dilarang! Itu sama dengan dipenjara? Benarkah? Bilang mau beli gas, ditanya, sungguhan beli gas? Aku tidak jadi beli pisau. Sebab, saat bilang terus terang mau beli pisau, dibilang itu meja sudah ada berapa pisau? 

Yah, nasib, nasib, kalau punya bojo galak. Aku teringat lagu jadinya. 

Yo wes ben nduwe bojo sing galak, 

yo wes ben sing omongane sengak, 

senenge nggawe aku susah, 

nanging aku wegah pisah. 

Segalak-galaknya bojoku, dia masih ada sisi romantisnya. Sering dia menyanyikanku lagu penuh cinta, terutama pada awal-awal pendekatannya. Lagu yang sangat sering dinyanyikan walau dengan fals yaitu lagunya Samson yang berjudul “Kenangan Terindah”. Dia menceritakan bahwa aku adalah kenangan terindah baginya. Kenangan itu kini ditambah pembuatan kenangan-kenangan yang lainnya.


Bhellinda I Santoso, ibu suka menulis dan menggosip, tinggal di Kudus 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s