Jembatan

Setyaningsih

MASA lalu dan masa depan suatu tempat dilihat dari jembatan. Di atas jembatan, kehidupan dirancang tapi kematian juga bisa dijemput. Peristiwa horor ataupun melankolis pernah lewat di jembatan. Bobo, 1 Januari 2009, memuat liputan dua halaman nan megah berjudul “Jembatan Laut Terpanjang di Dunia”. Dijelaskan: “Ingat, ya, jembatan di Cina ini bukan jembatan terpanjang di dunia. Tetapi, jembatan terpanjang di dunia yang melintasi laut. Nama jembatannya adalah Jembatan Teluk Hangzhou.” 

Anak-anak tidak diajak membayangkan apa yang ada di atas, tapi di bawah jembatan. Di bawah jembatan ada laut! Jembatan dua arah sepanjang 36 kilo ini menghubungkan Kota Shanghai dan Ningbo—memangkas dua jam perjalanan dan membutuhkan waktu 15 tahun untuk merancang sekaligus membangun. 600 tenaga ahli yang dilibatkan merencanakan jembatan akan bertahan selama 100 tahun. Panjang umur!

Kota yang bertumbuh harus memiliki jembatan. Di Batavia 1646, sungai sebagai wilayah perebutan-perhubungan niaga sudah digagas untuk dijembatani. Hendrik E. Neimeijer dalam buku berjudul Batavia, Masyarakat Kolonial Abad XVII (2012) menceritakan perahu-perahu berisi padi, ayam, itik, dan telur asin dapat melewati sebatang kayu besar (boom) yang melintang di tengah Sungai Ciliwung. Pada masa 1720-an, perahu-perahu bertambah sulit melayari sungai dan kali karena ada bendungan dan jembatan rendah. 

Di buku Negara di Tengah Kota: Politik Representasi dan Simbolisme Perkotaan (2010), Sarkawi B. Husein melakukan pembacaan Kota Surabaya di tahun 1930-1960. Jembatan Merah adalah simbol heroisme kota—melintaslah perjuangan, perang, dan pertahanan nasionalisme. Namun, pemerintah dengan latah menambah pembangunan patung di sekitar jembatan pada tahun 1970. Lho, jembatan dianggap membutuhkan pahlawan buatan agar semakin tampak kepahlawanannya.  dijadikan tempat pembuatan sejarah agar kota semakin menampakkan kepahlawanan. 

Jembatan pun jadi sama penting dengan tempe, kebaya, ataupun candi. Misalnya saja, Kreteg Bang di Wonogiri didaftarkan sebagai benda cagar budaya kepada Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah (Jawa Pos, 19 Maret 2015). Kreteg menyimpan sejarah penting—menjadi jalur lalu lintas kereta api di masa kolonial menuju Wonogiri. Sejak pembangunan Waduk Gajah Mungkur, jalur terhenti di Stasiun Giri Suko. Tidak apa, jembatan tinggal kenangan.  

Jembatan cenderung menjembatani yang perlu atau bisa dijembatani. Penuturan biografi tentang identitas dan bertanah air penyair Palestina, Mourid Barghouti, dalam buku I Saw Ramallah (2006) justru menyampaikan apa yang tidak terjembatani meski jembatan benar-benar ada. Ia menulis: “Di sinilah aku, berjalan dengan tas kecilku menyeberangi sungai ini. Sebuah jembatan kayu yang panjangnya hanya beberapa meter tetapi memisahkanku selama tiga puluh tahun dalam pengasingan.”   

Menyeberang jembatan di atas Sungai Yordania, Barghouti pulang ke Ramallah yang menyimpan masa kecil dan remaja. Meski, tempat itu dikepung peluru, diserang teror, dan diduduki Israel. Untuk bisa pulang, Barghouti harus menunjukkan blangko-blangko resmi yang jelas mengesankan identitasnya sebagai orang asing. 

Dari boom, kreteg, jembatan, atau bahkan tol laut, segala yang berada di atas tanah (air) harus dipotensikan demi laba ekonomi ataupun rekreasi. Anak-anak SD di perdesaan terpencil harus bertaruh menyeberang sungai berarus deras hanya dengan jembatan tali. Mobil-mobil dimanjakan dengan jembatan sungguhan. 

Namun secanggih apa pun itu, kerinduan, kesedihan, dan kehilangan benar-benar tidak terjembatani. Meski kamu tetap boleh optimis oleh lagu Gesang (1917-2010) berjudul “Jembatan Merah”: … Biar Jembatan Merah andai patah/ Aku pun bersumpah akan kunanti dia di sini bertemu lagi.     

Setyaningsih, kritikus sastra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s