Bosan dan Istirahat

Pilar

SEMUA hari dimulai dengan stress, entah dari mana entah kenapa. Bangun dari ranjang kecil sambil mencoba untuk menarik napas dan mengartikan dunia, berjalan beberapa langkah mencoba untuk melihat jam dengan mata buram sambil tersangkut kertas coretan bekas kekacauan kemarin. Sudah pukul 06:40 WIB, jadwal hancur, hidup tidak tenang. Akhirnya, jatuh kembali ke kasur dan berkata: “Bisalah tidur semenit lagi…”

Kebanyakan orang tidak terlalu bisa membedakan istirahat dengan menunda. Mereka mempunyai masalah ini, seringnya marah kalau dituduh: “Nunda-nunda mulu sih!” Padahal sedang beristirahat, sementara galak ke orang lain yang sedang tiduran dalam kerja kelompok sekolah atau di kantor.

Kedua pernyataan itu mempunyai definisi-definisi yang berbeda, malah jauh! Menunda itu saat kita tahu bahwa ada sebuah rintangan di jalan, tetapi kita tidak terlalu peduli dengan itu. Sementara, istirahat adalah saat kita mencoba untuk memberesi rintangan itu, tetapi lelah dengan stress atau masalah lain, maka kita tidur.

Waktu melayang saat kita tidur, inginnya semenit malah bangun sejam kemudian. Tidak ada pikiran saat kita tidur, hanya gelap, mungkin bermimpi sana-sini tetapi itu pula terkadang membingungkan atau menyeramkan. Seringnya kita tidur saat siang dan malam, dari pukul 1 siang sampai 4 sore atau pukul 9 malam sampai 6 pagi. Tidur saat pagi sering dimarahi orang. Kalau seseorang ditanya kenapa, mereka hanya bisa menjawab: “Karena dimahari ibu”.

Barangkali kita lupa bahwa istirahat sebenarnya tidak terlalu penting, walau dibutuhkan. Istirahat masih menjadi sebuah topik yang banyak orang tidak tahu artinya walau sering menginginkan setiap hari. Terkadang diomeli tidur-tiduran padahal hatinya hanya mau beristirahat, tetapi kalau mengomel ke orang lain seringnya diomeli juga. 

Terkadang diomeli tidur-tiduran padahal hatinya hanya mau istirahat, tetapi kalau mengomel ke orang lain seringnya diomeli juga.

Secara steriotip orang-orang yang beristirahat seringnya tidur, makan, melihat gawai, atau yang paling mengerikan, membaca buku! Paling detilnya lagi ada orang-orang yang sudah siap mentalnya untuk ditanya tentang istirahat. Mereka sering menjawab: keluar untuk mengambil udara, berjalan dengan hewan peliharaan, atau bengong. 

Lebih detil lagi kita bertanya dengan orang-orang yang memang sepertinya setiap detik dalam hidupnya selalu menunda, diam, dan beristirahat. Mereka paling akan mengomel dengan waktu kerja. Tetapi, setelah ocehan itu berlalu, sering jawabannya hanya satu kata: tidur. 

Walau itu tidak terlalu mengagetkan, tetapi itu hanya satu kata karena mereka bosan ditanya: “Buat apa?”. Seringnya orang-orang “pembuang hidup” itu bengong, menatap entah ke mana, berpikir entah apa. Terkadang sebuah hidup yang sempurna, membuat sebuah argumen yang “wow” di kepala atau hanya berkhayal. Orang menyendiri seringnya karena bosan dengan ocehan orang lain sehari-hari. Sebab, stress dalam hidup atau hanya mau membuat sebuah dunia di kepala, yang tidak terganggu oleh orang lain. 

Tidak ada yang tahu dengan pasti, kenapa mereka beristirahat. Terlalu banyak alasannya untuk diproses oleh otak. Tetapi anehnya, istirahat selalu membawa rasa aman, nyaman, dan segar.


Pilar, remaja irit omong, tinggal di Bogor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s