Oculus Reparo!

Setyaningsih

MELAMPAUI hidup tokoh fiksi Harry Potter di kenyataan dalam cerita, novel garapan J.K. Rowling itu adalah buku yang bertahan hidup. Dengan segala kekuatan sihir dan kekuatan penerbitan fantasi modern, dua dekade lebih sedikit terlampaui. Pada 26 Juni 1997, 1.000 eksemplar edisi pertama Harry Potter and the Philosopher’s Stone membuka pintu dunia sihir melalui toko buku. Setelahnya, tujuh edisi diterjemahkan ke dalam 79 bahasa dan diterbitkan di 200 negara. Totalnya ada sekitar 450 juta eksemplar terjual di seluruh dunia (Jawa Pos, 28 Juni 2017).

Majalah Bobo, 12 Juli 2007, turut menyumbang halaman demi mengabarkan sekolah-sekolah sihir. Liputan berjudul “Jejak Hogwarts di Peta Muggle”. Sekolah sihir Harry Potter—bahkan meski tidak benar-benar ada di dunia nyata—dipastikan mengalahkan pamor sekolah-sekolah beken di dunia nonsihir. Merujuk pada buku/film keempat—Harry Potter dan Piala Api—Bobo melaporkan sekolah sihir selain Hogwarts: Durmstrang dan Beauxbatons.

Pembaca Bobo diajak bermain tebak-tebakan: “Eh, kamu tahu enggak, di dunia muggle ada negeri yang terkenal sangat dingin. Musim saljunya lebih panjang daripada musim panas… Ssst, muggle di sekitar sekolah Durmstrang juga suka berpakaian tebal berbulu dan berwarna merah lho! Ayo…tebak, kira-kira sekolah Durmstrang ada di negeri muggle mana?” Beauxbatons ada di negeri anak-anak perempuan dipanggil mademoiselle. Negeri ini juga menjadi pusat mode. Kamu pasti tahu dong! Sihir perlu modis. Begitu untuk menjadi modis, orang-orang perlu menyihir diri. 

Harry Potter satu dari (sedikit) buku yang diantre berjam-jam menjelang rilis tengah malam. Bila perlu, para penggemar mendirikan tenda di depan toko buku. Mereka menantikan dengan ambisi untuk menjadi (pembaca) pembaca. Bahkan setelah seri terakhir rilis, ada penggemar yang marah atau kecewa berat saat Harry Potter justru menikah dengan Ginny Weasley—bukan teman karibnya, Hermione Granger. Oh, para muggle merasa berhak terlibat jalan hidup tokoh di dalam novel! 

Sebagai fiksi, Harry Potter telah berhasil melahirkan hiburan turunan terutama untuk urusan piknik nyata. Sihir bisa diciptakan untuk menuntaskan dunia yang masih kurang ajaib. Setelah Warner Bros membuka dunia hiburan sihir Harry Potter di Florida (Amerika) dan Hertfordshire (Inggris), taman bermain bertema Harry Potter direncanakan dibuka di Taman Toshimaen Tokyo pada 2023 oleh Tokyo Itochu Corp dan Warner Bros Ent. Saat orang mengunjungi Edinburgh yang menjadi cikal kelahiran Harry Potter, secara tidak langsung ada kewajiban untuk mendatangi kafe Elephant House—tempat Rowling menyusun naskah pertama. Di Edinburgh juga, adegan-adegan di Hogwarts Express diambil. 

Sebagai fiksi, Harry Potter telah berhasil melahirkan hiburan turunan terutama untuk urusan piknik nyata. Sihir bisa diciptakan untuk menuntaskan dunia yang masih kurang ajaib.

Kesuksesan buku lalu film menjadikan Harry Potter sebagai tujuan piknik (cerita) sihir yang paling diminati orang-orang di dunia, bahkan meski mereka bukan seorang pembaca atau penggemar Harry Potter. Industri hiburan lekas tanggap bahwa piknik imajiner harus digenapi dengan piknik sungguhan. 

Tempat-tempat memang telah ada sejak semula, beberapa diciptakan setelahnya. Kota, perdesaan, kafe, stasiun, atau jalan merasa dimiliki bersama karena biografi pengalaman membaca bersama. Lumrah saat peluncuran seri keempat, Harry Potter and the Goblet of Fire 8 Juli di London, J.K. Rowling menaiki kereta api Hogwart Express yang akan berhenti di tujuh stasiun demi menemui penggemar dan berbagi tanda tangan (Tempo, 2 Juli 2000). Terlalu ngoyo jika Rowling menaiki sapu terbang atau mobil terbang keluarga Weasley. Kereta Hogwart Express adalah kendaraan paling mungkin menghubungkan batas antara yang nyata dan fiksi.

J.K. Rowling telah menerbitkan buku baru dengan atau tanpa nama alias, ia tetap saja diingat sebagai empu dunia sihir Harry Potter. Popularitas dan kesan tidak bisa diralat sekalipun ada mantranya, “Oculus Reparo!”


Setyaningsih, kritikus sastra.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s