Lucu dan Genit

Marhamah Aljufri

BINTANG-BINTANG bersinar dari Korea. Nama-nama bintang sangat khas dalam suku kata. Gaya berbaju, berdandan dan lenggangan bintang menyenggol wanita-wanita negeri kuning langsat. Senggolan membikin oleng. Kebanggaan kuning langsat tidak lagi menarik dipertahankan. Sekarang, wanita-wanita kita berubah  riasan. 

Kita mulai dari atas. Wanita berhias dari rambut dengan topi, pita, bandana, jepit dan tali lucu-lucu. Kita mengenal hiasan rambut semacam itu untuk bayi-bayi dipakaikan setelah mandi. Kita menuju alis. Alis digandrungi wanita berbentuk khusus, rapi, lurus atau menikung sedikit di ekor. Terlarang dan haram alis semrawut dalam hiasan. Alis harus disisir! Kita meratap sedih, nanggal sepisan ditinggal. Konon, terlalu tipis tak berkesan. Setelah alis, kita menatap bola mata. Ada garis-garis terbentuk tajam di ujungnya. Kalau tidak punya alatnya, wanita boleh gunakan pena menggambar garis tepat di lipatan bulu mata. Sekarang bola mata bulat tidak lagi memukau karena orang-orang bersudi genit. Wajah-wajah wanita dipoles untuk jadi lebih tirus, lucu, dan genit.

Wanita meraba pola melukis di wajah. Arah riasan berkiblat pada Korea. Manuver pola riasan mengubah wajah dan pernak-pernik wanita. Wajah wanita berhias lebih oval, agak panjang dan tajam di dagu.  Senatural-naturalnya riasan wanita sekarang, kulit wajah mesti dilandasi putih atau serupa putih tapi bukan kuning langsat atau sawo matang. Kuning langsat itu wajah wanita jawa. 

Citra masih nama wanita Jawa. Nama identik dengan sawo matang, alis nanggal sepisan, menatap lembut dan sayu. Citra terakui di majalah Pertiwi, 4-17 Mei 1987, “Suatu ramuan tradisional yang telah diandalkan oleh wanita dari zaman ke zaman untuk menjadikan kulit mereka terasa sejuk dan halus dengan warna dambaan kuning langsat.” Orang-orang bernostalgia dengan aroma masa lalu. Wangi Citra diingat turun-temurun: “Bedak dingin adalah salah satu warisan kecantikan mulia Indonesia.” Orang-orang berperilaku pada warisan tidak selalu dijaga agar lestari. Orang-orang tidak berat ke warisan dan ditinggal.

Di mana-mana marak membuat kulit tidak lagi kuning langsat. Putih telah terdoktrin. Bahan-bahan berhias ramai whitening. Putih terbiarkan merajalela. Tidak hanya wajah, telinga, leher, dan tangan yang perlu diputihkan, ketiak, pantat dan lutut terprovokasi pemutih. Wanita gontai dan stress kulitnya tidak mau putih mesti bergembira membaca Citra. Kalimat terbaca: “Oleskan Citra Bedak Cair pada wajah sampai merata dan kering setiap kali mandi. Dan rasakan kesejukan alami bedak dingin bagi kulit sejuk, halus dan memantapkan kuning langsat Anda”. Ini akan mendinginkan hati dan obsesi. Paling tidak, kita berterima kalau ketiak dan pantat demikian adanya.


Marhamah Aljufri, penulis tinggal di Pasuruan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s