Mbuh, Minyak Goreng!

Novy

LUMRAHE, ibu-ibu dikeroyok iklan-iklan dan disesatkan dengan kebahagiaan. Lali mikir kasunyatan urip, iklan-iklan itu ngajari “utang” pengetahuan. Ibu “berutang” kebenaran dan kesejatiannya.

Konon, zaman modern ditandai dengan kecanggihan teknologi. Benerlah!  Teknologi yang diklaim mampu memudahkan kebutuhan manusia. Ibu pastilah termudahkan dalam banyak urusannya. Mungkin benerlah! 

Teknologi canggih juga menggambarkan nilai jual yang tinggi. Celetukan yang terlontar: “Iki canggih, mesti regone luarang men!” Bahkan kalau tak mahal, barangkali konsumen akan meragukan kecanggihannya. Ada harga ada kualitas! Tenin! Jargon yang sudah sejak lama disetujui khalayak. Entah, berapa lama, tak ada yang tahu pasti. 

Ah, khalayak memang begitu sih ya, sukanya ikut-ikutan. Ibu-ibu tentunya juga ikut-ikutan. Mbuh, ikut ngendi. Barangkali ada kekhawatiran dikatakan katrok atau tidak modern kalau tidak mengikuti teknologi canggih.

Wis, kita cari contoh lama wae. Iklan yang urusane dengan ibu-ibu. Mumpung sekarang minyak goreng harganya sedang naik. Marilah menyimak iklan minyak goreng Vetco menggunakan kata-kata yang diminati konsumen untuk menggambarkan produknya (Kartini, 19 September-2 Oktober 1988). Modern, teknologi canggih, hemat, aman. Kata-kata yang begitu menggoda untuk meyakinkan konsumen bahwa teknologi canggih perlulah dibeli dengan hemat. 

“Murah kok njaluk slamet. Ajaib!” 

Kalimat itu tampaknya hendak dibantah oleh Vetco. Camkan, minyak kelapa tradisional yang diolah dengan kecanggihan teknologi mutakhir menghasilkan keamanan untuk kesehatan walau sudah dipakai berkali-kali! Di situlah kehematan dimulai. 

Ibu-ibu sejagat raya, segera ambillah kalkulator untuk menghitung berapa rupiah penghematan setiap kali menggoreng dengan Vetco! Hitunglah dengan teliti jangan salah pijet angka.

Buktikan dan sekali lagi buktikan bahwa Vetco itu benar-benar hemat dibanding minyak goreng lali!

Eh, ibu-ibu yang kepikiran utang dan mau piknik ke luar angkasa, bagaimana, sudah tertarik pakai Vetco? Ah, apa mending memilih minyak goreng apapun yang penting gorengannya tidak gosong? 

Ibu-ibu yang kemayu dan ibu-ibu yang akeh nggumunan, silakan soal itu dijawab. Boleh lho sambil mengunyah gorengan pisang raja dengan tepung berteknologi canggih yang mampu bertahan kriuk hingga 10 menit setelah gorengan diangkat dari minyak panas penggorengan. Mbuh, percaya atau membantah!


Novy, penulis tinggal di Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s