Pagi dan Kematian

Bandung Mawardi

HARI-HARI hujan. hari-hari kematian. Setiap pagi dingin sering enggan pergi. Matahari kadang muncul sebentar, tak terlihat lagi. Pagi telah mendung. Pagi membuka mata, membuka kesedihan.

Bapak bersih-bersih halaman depan dan samping. Abad Doa Abjad mengurusi menthog dan pitik. Adegan membersihkan kandang-kandang dan memberi makan menjadi ritual sebelum raga mengenakan seragam untuk memenuhi predikat sebagai murid SMP. Pagi bisa menggembirakan tapi saat hari-hari hujan dan mendung bisa mendatangkan duka.

Sekian hari, Abad menemukan pitik-pitik mati. Pitik kecil dan besar. Ia biasa berteriak memberitahu bapak dan ibu. Kematian dan pagi berulang. Semula, Abad mau menguburkan pitik-pitik kecil. Keberanian bukan dalam penguburan pitik besar. Bapak kadang mengambil peran sebagai penggali kuburan dan menutupi pitik-pitik besar dengan tanah berhiaskan daun-daun. Bapak pun sedih tanpa air mata. Ia memilih penguburan di bawah pohon-pohon.

Pagi, Abad tampak sedih. Ia berusaha tak menangis meski sempat marah-marah. Pitik-pitik mati. Ia mengerti cuaca tak menentu, sekian hari panas-sumuk cepat berganti dengan hujan-hujan menjadikan pitik-pitik rentan sakit. Ketangguhan dimiliki menthog-menthog. Pengalaman melihat nasib pitik mati dalam cuaca tak menentu sudah termiliki setahun lalu. Kesedihan gara-gara jumlah.

Para tetangga memelihara pitik juga melaporkan kematian-kematian. Abad pun mendapat kabar dari Mbah kakung, kematian pitik-pitik. Abad tak terlalu merasa bersalah bila dituduh gagal dalam bertanggung jawab penuh beternak pitik. Ia sudah berusaha. Sekian pitik sempat diobati tapi tetap mati. Pada suatu hari, Abad mengikhlaskan dua pitik besar dibawa ke rumah budhe untuk disembelih menjadi lauk, sebelum terkena sakit dan mati. Abad tak mau ikut makan. Ia suka daging pitik tapi harus beli, bukan pitik peliharaaan sendiri.

Bapak tak mau memberi nasihat. Bapak melihat saja perubahan sikap dan kebahasaan Abad saat menanggungkan duka. Kemarin, ada lagi satu pitik mati. Abad mengira hari-hari kematian berlalu tapi masih ada saja kematian. Ia tetap tak tega menguburkan. Ibu mengadakan upacara penguburan sederhana di kebun. Kematian-kematian membuat Abad berpikir untuk terus memelihara pitik atau menambahi jumlah ternak menthog dengan jenis berbeda.

Abad belum membutuhkan membaca buku-buku petunjuk beternak pitik. Ia cukup dengan obrolan dan peniruan. Bapak membuka lagi buku-buku lama. Terbaca buku berjudul Ternak Ajam di Indonesia susunan KL Lauw, terbitan Perusahaan Ternak Missouri, Bandung. Buku berisi petunjuk-petunjuk beternak pitik dan iklan produk-produk Missouri.

Pejabat di Jawa Barat memberi pujian: “Semoga buku ini faedahnja untuk chalajak ramai dan dapat dipakai sebagai pedoman oleh saudara-saudara jang gemar memelihara ajam dan hendak mentjari nafkahnja dengan djalan menternakkan ajam.” Pada masa 1950-an, orang-orang beternak untuk mendapat nafkah atau sekadar mencukupi kebutuhan keluarga agar bisa makan daging dan telur.

Abad memelihara untuk gembira dan mendapatkan rezeki. Penjualan pitik dan menthog membuat bahagia. Ia mengetahui beternak itu menghasilkan rezeki dengan ketekunan dan kesabaran. Kegagalan dan sedih itu melanda, teranggap biasa sebagai konsekuensi. Ia masih saja beternak meski tak memiliki teman-teman turut memelihara pitik dan menthog. Di sekolah, ia mungkin berani bercerita bersama teman-teman tentang keseharian di rumah. Pilihan beternak mungkin kelucuan atau keanehan bagi teman-teman.

Pagi bila ada kematian pitik-pitik, bapak mengantar Abad dan Sabda ke sekolah. Di perjalanan, Abad mengatur perasaan agar sedih tak terbawa sampai sekolah. Di depan gerbang sekolah, Abad mulai tampak tenang dan berganti perasaan untuk belajar di sekolah selama 2-3 jam. Ia berhak berbeda tema selama di sekolah, tak melulu harus pitik. Begitu.


Bandung Mawardi, dewan redaksi http://www.suningsih.net, redaksi Majalah Basis, penulis buku Pengisah dan Pengasih (2019), Dahulu: Mereka dan Puisi (2020), Pengutip(an) (2020),  Terbit dan Telat (2020), Silih Berganti (2021). Keseharian menulis esai, resensi, dan paragraf- paragraf kliping.

Email: bandungmawardi@gmail.com

Telepon 085647121744,

Face Book: Kabut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s