Pencuci (Belum) Sempurna

KEPUTUSAN menikah anggaplah mudah. Pengertian dan peran sebagai suami dan istri anggaplah agak sulit mufakat. Sulit-sulit nanti bertambah saat memiliki momongan. Sulit berupa omongan. Sulit itu tindakan. Sulit adalah peristiwa. Sulit untuk menang dan kalah. Nah, sulit itu mencuci. Perempuan sah menjadi istri memulai hari-hari awal dengan mencuci baju berdua. Peristiwa mencuci menimbulkan pemandangan dan cerita dari keluarga atau teman bila istri mengerti peran. Bukti itu bakti. Mencuci untuk kasih, setia, dan tanggung jawab. Suami mulai mendapat pesan dan anjuran dalam mengenakan pakaian. Baju atau celana sudah dianggap kotor jangan terlalu lama di centhelan. Undang-undang mencuci dibuat dan diberlakukan. Istri ingin suami mengenakan pakaian bersih, lembut, dan wangi. 

Jatah cucian terus bertambah bila memiliki anak. Istri mungkin bersumpah ingin menjadi pencuci teladan sepanjang masa. Ia ingin mutlak berurusan dengan cucian, menghendaki suami menjadi lelaki bekerja atau leha-leha. Ilmu mencuci terus dipelajari. Informasi demi informasi diperoleh dalam pergaulan sesama perempuan. Pencuci teladan pun terbujuk iklan-iklan. Mencuci makin ribet. Sekian hal diharapkan ada dalam mencuci, tak seperti mencuci pada masa lalu. Masa demi masa, iklan-iklan bertema mencuci menginginkan ada tambahan-tambahan. Keluarga-keluarga di Indonesia tak dibiarkan mencuci biasa-biasa saja. Di majalah Femina, 16-22 Februari 1995, para pencuci mendapat pasal baru: “Tuang, larutkan, rendam. Mudahnya menciptakan kenyamanan untuk seisi keluarga.” Para pencuci diharapkan patuh dan menjawab dengan Comfort, setelah dibuat bingung: “Tahukah anda bahwa kemeja yang dicuci dengan deterjen bermutu belum tentu nyaman dipakai?” Oh, pencuci dituduh melakukan kesalahan dan tak mencuci secara sempurna. 


Bandung Mawardi, dewan redaksi http://www.suningsih.net, redaksi Majalah Basis, penulis buku Pengisah dan Pengasih (2019), Dahulu: Mereka dan Puisi (2020), Pengutip(an) (2020),  Terbit dan Telat (2020), Silih Berganti (2021). Keseharian menulis esai, resensi, dan paragraf- paragraf kliping.

Email: bandungmawardi@gmail.com

Telepon 085647121744,

Face Book: Kabut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s