Mengingat S.K. Trimurti

Setyaningsih

GAGASAN kepahlawanan tokoh yang sering diajarkan itu tampak sederhana dan terasa lumrah. Ada kemerdekaan dan orang-orang yang berupaya secara fisik ataupun diplomatik untuk mengusahakan. “Mengenal” orang-orang ini tentunya tidak seperti bertemu orang-orang yang (juga) penting dalam masa kanak; tukang cilok, penjual jajanan, guru, tetangga, atau bahkan pahlawan super dari Amerika.

Bagi anak Indonesia, pahlawan diajarkan melalui buku sejarah dan visualitas pada dinding ruang kelas. Misalnya selama 6 tahun duduk di sekolah dasar, aku sering berjumpa foto Ki Hadjar Dewantara. Ia cenderung serius. Aku pun tidak bergaya menundukkan kepala ketika lewat di sampingnya. Di waktu-waktu tertentu, aku memandangi wajahnya seolah berharap diberi lebih banyak cerita. Justru setelah jauh meninggalkan ruang kelas, cerita-cerita kecil terjumpai seperti Ki Hadjar dan keluarga bersantap bakmi usai pelantikan menjadi Menteri Pengajaran Republik Indonesia.

Pahlawan cenderung dijelaskan daripada diceritakan. Majalah Kawanku, 18-24 Februari 1983 memuat profil tokoh perempuan kelahiran Boyolali 1912—Surastri Karma Trimurti. Kawanku menulis, “Trimurti dikenal sebagai wartawati yang sering keluar masuk penjara karena tulisannya yang tajam. Majalah yang didirikannya selalu dinilai kurang baik oleh Pemerintah Hindia Belanda. Biar demikian wanita yang satu ini selalu saja mendirikan majalah lain yang baru.”

S.K. Trimurti termasuk perempuan yang dibiografikan bukan dalam status istri pejuang, tapi benar-benar mengawali kontribusi kebangsaan sebagai perempuan. Esai tentang sosoknya berjudul “Hidupku sebagai Wartawan Pejuang” dihimpun dalam Wartawan Berkisah (1974). Soebagijo I.N mengawali kepenulisan biografi dengan judul S.K. Trimurti, Wanita Pengabdi Bangsa (Gunung Agung, 1982). Ipong Jazimah menyusun buku biografi S.K. Trimurti, Pejuang Perempuan Indonesia (Kompas, 2016).

Ipong membabar perjalanan hidup yang serba cerdas dan nekat. Tahun 1935, bersama Sri Panggihan, Trimurti nekat mendirikan Pengurus Besar Persatuan Marhaeni Indonesia (PMI). Mereka lebih dulu aktif di organisasi Rukun Wanita, Budi Utomo, dan Partindo. Ongkos hidup dan berorganisasi diusahakan dari kerja membatik. Majalah Pesat didirikan oleh Trimurti, diongkosi dari hasil menjual tempat tidur besi.

Mereka lebih dulu aktif di organisasi Rukun Wanita, Budi Utomo, dan Partindo. Ongkos hidup dan berorganisasi diusahakan dari kerja membatik. Majalah Pesat didirikan oleh Trimurti, diongkosi dari hasil menjual tempat tidur besi.

S.K. Trimurti (tampak belakang) terekam dalam foto legendaris pengibaran Merah-Putih pada 17 Agustus 1945. Kecakapan berpidato dan menulis berasal melalui Sukarno. Tulisan pertama Trimurti dimuat di Fikiran Rakjat. Sebelum pindah ke Yogyakarta, Trimurti sempat merintis majalah berbahasa Jawa, Bedug, bersama teman-teman Solo. Majalah tidak panjang umur dan diganti berbahasa Indonesia Terompet. Pada 1975, Trimurti masih merintis majalah filsafat dan mental spiritual Mawas Diri.

Kawanku terasa ingin menampilkan S.K. Trimurti sebagai tokoh perempuan yang keren dan berdikari. Perempuan yang juga Menteri Perburuhan RI pertama ini ibarat perigi untuk membaca nasionalisme, kemanusiaan, emansipasi, diplomasi kebangsaan, dan HAM. Cerap paragraf pamungkas dari Kawanku, “Oleh Pemerintah dikirim ke negara-negara Eropa, dan menghadiri kongres-kongres Wanita Internasional di luar negeri. Ada pun jabatan yang pernah diduduki ialah Anggota Dewan Nasional, Anggota Dewan Perancang Nasional, anggota MPRS dan anggota Perintis Kemerdekaan Indonesia. Selain itu S.K. Trimurti yang kini telah berusia 71 tahun ini pernah menerima tiga bintang serta surat tanda penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia.”   


Setyaningsih, kritikus sastra tinggal di Boyolali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s