Waras

Bandung Mawardi

HARI-HARI sering hujan. Raga-raga mudah berubah. Pagi kadang hujan. Sore dan malam sering hujan. Raga berperistiwa di luar rumah berurusan hujan. Raga memang dibungkus busana dan jas hujan. Raga masih terkena basah. Dingin pun terasa. Raga bisa sakit.

Sekian hari lalu, melihat raga-raga sakit. Sekian orang demam. Tubuh-tubuh itu merasakan tak enak. Demam menghentikan kebiasaan keseharian. Raga tak mampu menjawab hari-hari berhujan. Obat masuk tubuh. Doa-doa diucapkan demi sembuh. Raga di ranjang. Raga selalu berada di rumah, terlindung dari hujan dan dingin seliweran di luar.

Suara-suara terdengar. Sekian orang batu-batuk. Mulut-mulut itu mengabarkan derita ditanggungkan. Batuk bukan lagu merdu. Batuk-batuk diproduksi sekian orang sulit menjadi orkestra. Suara-suara seperti siksa bila malam dan dini hari. Batuk itu membuat raga kelelahan. Ada kegagalan atau kesalahan menjawab musim dengan makanan atau minuman telanjur dikonsumsi.

Suara pelengkap adalah pilek. Hidung-hidung memberi suara. Telinga kita tak ingin mendengar orang pilek. Penghindaran agak sulit bila penderita pilek adalah orang-orang serumah. Hari-hari dengan pilek mengakibatkan suara saat ngomong turut berubah. Kita mendengar ada bindeng. Suara aneh dibandingkan hujan deras atau gerimis. Obat mungkin dipilih untuk menghentikan batuk dan pilek.

Orang-orang ingin waras saja selama hari-hari berhujan. Mereka makan dan minum seperti biasa tapi menghindari “ini” dan “itu”. Raga saat keluar rumah diusahakan terlindungi, tak mengharuskan hujan-hujanan. Tubuh bergerak mencipta kehangatan dan keluwesan. Pilihan menikmati minuman hangat agak memberi ketenangan. Hangat meladeni dingin-dingin terasakan saat hujan-hujan.

Waras, kata dan kondisi menjadikan orang-orang terus bisa belajar dan bekerja. Segala peristiwa bisa diselenggarakan dengan lancar tanpa ada lungkrah, suara aneh, dan ketergantungan obat. Orang mau waras setiap hari, bukan mau obat setiap hari. 

Pada masa lalu, waras itu masuk dalam kerja besar negara-bangsa. Indonesia menginginkan sehat. Jutaan orang diharapkan waras. Pihak penerbit Panjebar Semangat sebagai penerus dari seruan-seruan Soetomo mengadakan buku seri “Watjan Rakjat: Rakjat Sehat Negara Kuat”. Buku tipis dengan kertas koran dihadirkan untuk para pembaca berbahasa Jawa. Buku itu berjudul Bagas Kuwarasan (1952) susunan R Soemodirdjo.

Imam Supardi selaku penggerak Panjebar Semangat memberi sambutan untuk buku mengajak orang-orang waras: “Nanging kahanan ing bab kuwarasan rakjat isih njedihake, isih akeh banget rakjat kang ora ngerti tjara-tjarane urip kang sehat, pratikele ngupakara kuwarasan: malah saka orang ngertine mau, ora kurang-kurang kang dadi kurban, anemahi sangsara utawa tiwas.” Waras itu urusan negara melalui pelbagai program. Usaha untuk waras membutuhkan pendidikan-pengajaran dan anggaran besar. Anggaran bukan melulu untuk obat-obat tapi kesadaran hidup sehat.

R Soemodirdjo mengingatkan: “Awak kang kuwarasan iku adjine gede banget. Kang akeh wong iku durung krasa utawa rumangsa, jen durung ketaman lelara kang rekasa. Jen wis tau kena lelara kang rekasa, lagi krasa jen kuwarasaning awak iku gede banget adjine.” Hiduplah dengawan waras! Hindarilah sengsara gara-gara sakit! Kita mungkin perlu tanda seru agar raga bergerak memastikan terus sehat. Kita sadar makanan dan minuman menunjang waras, bukan justru kemanjaan atau kenikmatan malah mengantarkan sakit.

Masa demi masa, pelajaran waras itu berubah. Kita mengandaikan ada masalah-masalah baku meski sadar tatanan zaman berubah. Orang-orang masih mengharuskan mengerti ada hal-hal mengakibatkan atau mempercepat sakit. Kita salah mengerti atau gagal dalam tindakan untuk terus waras. Hujan tak harus bersalah. Kini, hujan-hujan masih turun memberi suara-suara bagi kita berharapan waras. Kita tak ingin ada suara batuk, pilek, atau ratapan demam. Waras itu baik dan membahagiakan. Begitu.  


Bandung Mawardi, dewan redaksi http://www.suningsih.net, redaksi Majalah Basis, penulis buku Pengisah dan Pengasih (2019), Dahulu: Mereka dan Puisi (2020), Pengutip(an) (2020),  Terbit dan Telat (2020), Silih Berganti (2021). Keseharian menulis esai, resensi, dan paragraf- paragraf kliping.

Email: bandungmawardi@gmail.com

Telepon 085647121744,

Face Book: Kabut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s