Serbuan Tanya

Ratna Hayati

MOMENTUM paling “menyeramkan” bagi pengantin baru yang belum dikaruniai keturunan adalah saat kumpul keluarga besar. Lalu, ada seorang tante usil yang bertanya sok perhatian: “Belum isi?” Dengan penekanan tertentu dalam kalimat tanya tersebut serasa membuat hati ingin meledak kesal. 

Itu adalah penanya ke sekian dengan pertanyaan sama yang menghampiri. Kenapa pertanyaan semacam itu seakan menjadi menu wajib dalam pertemuan, terutama pertemuan keluarga. Memangnya orang menikah hanya satu tujuannya untuk beranak? Memangnya salah kalau tak punya anak? Mungkin maksudnya perhatian tapi sadar tak sih kalau pertanyaan semacam itu sungguh menyebalkan!

Kata tanya tak berhenti saat sudah punya anak sekalipun. Nanti saat sudah punya satu anak dan beranjak besar dan belum ada anak, berikutnya pertanyaan: “Kok, belum dikasih adik?” Sang penanya seakan mau ikut mengasuh dan menanggung segala konsekuensi yang timbul dari punya anak lagi. Mereka hanya bertanya, risiko ditanggung masing-masing. Jadi bisa dikatakan pertanyaan-pertanyaan semacam itu sungguh tak berguna selain hanya mengganggu pikiran dan membuat kesal saja.

Entah, sejak kapan pertanyaan itu diciptakan? Kapan tanda tanya mulai tercipta dalam ragam tulisan? Kalimat tanya harus disertai dengan sebuah tanda tanya berbentuk seperti sabit. Sejak saat itu manusia seakan tak bisa lepas dari tanda baca dan yang paling menyebalkan adalah tanda tanya.

Dalam dongeng anak-anak “Putri Salju”, kita juga akan menjumpai pertanyaan dan tanda tanya: “Wahai cermin di dinding, siapakah wanita tercantik di dunia?” Jawaban yang tak memuaskan membuat seorang ratu jahat iri pada anak tirinya dan ingin memnyingkirkannya. Kalimat tanya dengan jawaban yang dianggap kurang tepat berujung rencana dan usaha pembunuhan.

Orang tua tampaknya juga tak suka dengan pertanyaan. Setiap anak-anak bertanya penuh rasa ingin tahu sontak segera dibungkam untuk diam diiringi tatapan ketus dan mulut mendesis tanda gusar. Anak diminta menurut saja tak usah banyak bertanya. Sebab, setiap pertanyaan akan dengan cepatnya melahirkan pertanyaan yang lain. Seakan tiada akhir! Itu melelahkan para orang tua yang sudah seharian dengan pekerjaan kantor atau pekerjaan rumah tangganya. Secuil pertanyaan mungkin akan mengusik kenyamanan saat beristirahat sambil menikmati berselancar di di dunia maya.

Lain lagi, kisahnya saat di sekolah. Sebagian guru mungkin juga tak suka dengan pertanyaan. Sebab, membuat jadwal mengajar menjadi panjang dan molor. Guru harus pandai menyiapkan jawaban agar pertanyaan tidak beranak menghasilkan pertanyaan yang lain.

Dalam dunia pendidikan yang mengagungkan hafalan, bukan argumentasi kritis, pertanyaan dari guru juga sering menjadi momok menakutkan. Kegagalan menjawab sesuai teks dan materi bisa berujung dipermalukan di muka kelas. Jadi,  kalau bisa saat tiba waktunya guru bertanya, kita mempunyai jubah Harry Putter yang bisa membuat tubuh kita menghilang.

Hidup memang tak lepas dari pertanyaan. Sejak bangun tidur pun kita sudah dihantui oleh banyak pertanyaan. Berbagai pertanyaan lain meronta ingin dijawab. Padahal, rasanya tak ingin menjawabnya, cukup menjalani saja hari yang mengalir seperti air. Sulit! Pertanyaan-pertanyaan itu menuntut dijawab. 

Era percetakan membuat tanda tanya menjadi salah satu hal yang lantas muncul dalam aneka prosa, puisi, dan esai. Kadang tanda tanya ini bukannya menghasilkan solusi tapi malah menimbulkan kegelisahan atau pertikaian. Tak semua pertanyaan murni ingin mengetahui sesuatu. Pertanyaan sering muncul untuk menguji sesuatu atau menguatkan asumsi yang sudah dibangun sendiri oleh si penanya. Sehingga, apapun jawabannya menjadi tak penting lagi. Pertanyaan kadang sekadar menjadi umpan untuk “perang” selanjutnya. 


Ratna Hayati, penulis tinggal di Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s