Hati-hati di Jalan!

Setyaningsih

HIDUP itu tentang (memilih) jalan. Ada jalan yang terlihat, seperti jalan yang biasa dilewati menuju sekolah, rumah teman, pasar, kantor, atau rumah ibadah. Tentu, jalan tidak selalu lurus dan halus. Terkadang, ada lubang mengagetkan, krikil atau tebaran pasir halus, atau kubangan air dadakan. Waktu melekati jalan tertentu dengan aneka perasaan; sepi, horor, waswas, takut, ataupun lega. Jalan tidak terlihat terkait dengan sikap, moralitas, atau keputusan. Melalui jalan fisik atau jalan nonfisik, setiap orang belajar mencapai tujuan meski harus tersesat dulu.

Majalah Ceria, 16-31 Mei 1986, memuat puisi “Jalan” garapan Lilis Winarni dan Edi Siswanto (SMPN IV Wonogiri). Cerap tiga bait puisi, Telapak-telapak kaki telanjang/ menginjak daya tuk/ menyingkirkannya/ selain waspada dan waspada/ Aku berusaha…/ cari jalan lain/ tapi, di sana kutemukan duri-duri bertebaran/ sekali lagi waspada dan waspada/ Kucari jalan lain/ tapi…/ jalan itu berlumut teramat licin/ sekali lagi aku waspada dan/ waspada… Puisi tumbuh di masa remaja yang karib dengan penemuan diri, kebimbangan, rasa waswas sekaligus penasaran. Diksi ‘duri’ dan ‘licin’ menganalogikan rintangan dan emosi untuk mengatasinya. Meski puisi terkesan lirih dan melankolis, upaya menempuhi jalan itu mengantarkan pada kelegaan dan makna, Akhirnya aku kembali…/ kupandang jalan yang sudah/ kulalui/ dengan pandangan penuh arti. Jalan mengabarkan peralihan dari masa anak ke masa remaja.

Nuansa riang ada di puisi “Terang Bulan di Desa” (Nusantaraku: Puisi Anak-anak, 1993) garapan Suyono H.R. dan Steve K. Secara tersurat tidak ada diksi jalan. Namun, mengemas peristiwa ragawi anak-anak untuk melangkah, menyusuri jalan, dan pulang. Terbayang jalanan desa tak beraspal, jalan tanah dikelilingi rumput, dan pohon-pohon menaungi. Jalan terlihat aman dan mudah, tapi anak harus tetap berhati-hati, Bila bulan telah meninggi/ mereka satu-satu melangkah pergi/ pulang dengan hati riang/ besok harus masuk sekolah/ siangnya harus pergi ke sawah. Di sini, jalan tampak ramah anak nyaris tanpa peringatan ‘ramah anak’ atau ‘hati-hati, banyak anak-anak’.

Penulis serial Lima Sekawan, Enid Blyton, menulis puisi “Bunga Poppy” (Bisikan Anak-anak, 2021). Dimulai dari jalan, terbuka jalan kepada alam, sains, dan keindahan. Puisi ini merangkul pengalaman universal untuk mengagumi alam sekitar, Menyusuri jalan setapak di belakang rumah/ Bukit kecil akan kau daki,/ Dan di atas kedua sisinya/ Akan ada musim panas—/ Ladang jagung yang melambai-lambai dalam tiupan/ angin,/ Di mana bunga-bunga poppy menggoyangkan kepala/ mereka

Sejak kebahasaan dan material, jalan menentukan bagaimana kehidupan dibentuk. Bagi kemajuan, jalan adalah infrastruktur untuk perhubungan geografis, ekonomis, dan politis. Jalan biasanya mengiringi pertumbuhan kota. Jalan serta bangunan megah yang mengiringi boleh dikagumi, tapi juga lebih diwaspadai. Pengajaran tertib berlalu-lintas dilakukan. Anak-anak tidak bisa seenaknya berlari apalagi bermain. Semakin dewasa, mereka semakin sadar jalan sebagai wilayah pertarungan merebut ruang dan waktu. Ingat istilah ‘tua di jalan’. Melewati jalan berarti tabah pada kemacetan, bertahan di tengah kompetisi dan kesendirian, menghindari kriminalitas, ataupun saling berdemokrasi sebagai sesama pengguna jalan.

Jalan itu wilayah untuk menadahi harmoni dan konflik lewat pelbagai peristiwa. Melintasi jalan berarti melintasi kehidupan. Berdiri di satu sisi jalan dan menatap ujung yang tidak tampak ibarat panggilan pada pengembaraan imajiner. Para belia pengguna jalan secara tidak langsung belajar menjadi pelintas kehidupan. Jalan itu amat dekat dengan keseharian: kebutuhan, kepentingan, dan empati—terjadi penempaan sosial dan spiritual.


Setyaningsih, kritikus sastra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s