Hore! Tahun Baru Lagi!

KALENDER baru tahun 2022 sudah terpasang. Ayo, kita lihat ada hari libur apa saja sepanjang tahun! Tentu saja 1 Januari jadi libur pertama di tahun Masehi. Lalu tanggal 1 Februari warnanya merah untuk menyambut tahun baru Imlek 2573. Eh, 3 Maret juga libur lho, kali ini merayakan tahun baru Saka 1944 atau dikenal sebagai hari raya Nyepi. Libur tahun baru terakhir jatuh pada 30 Juli yaitu memperingati tahun baru Hijriah 1444.

Mengapa ada banyak tahun baru? Memangnya, ada berapa jenis kalender yang digunakan manusia?

Kalender dari langit

Tanggal apa lagi yang kamu cari di kalender selain tanggal merah? Pasti ulang tahunmu! Dari kalender kamu bisa tahu sudah berapa tahun umurmu. Kamu tinggal mengurangi tahun sekarang dengan tahun kelahiranmu. Nah, dengan cara sama, kamu tahu, dong, manakah yang paling tua dari empat kalender di atas?

Meskipun kalender dibuat manusia ribuan tahun lalu, masih ada, lho, kakek dan nenek buyutmu yang belum menggunakannya sebagai penanda tahun kelahiran. Untuk mengingat waktu kelahiran atau kematian, mereka mengaitkannya dengan peristiwa alam yang tidak biasa, misalnya letusan gunung atau banjir bandang. Juga dari mengamati alam, manusia membuat kalender. Dari waktu ke waktu manusia mencatat posisi benda langit, misalnya Bulan dan Matahari. Lama-kelamaan manusia tahu, Bumi yang bergerak mengelilingi Matahari. Gerakan mengelilingi benda lain ini disebut revolusi.

(Sumber gambar: seeker.com)

 Tahun Masehi termasuk jenis kalender Matahari, yaitu dihitung dari revolusi Bumi mengelilingi Matahari. Ketika Bumi sampai kembali di tempatnya semula, setelah satu kali mengelilingi Matahari, ini berarti satu tahun, lamanya 365¼ hari. Agar sederhana, satu tahun ada 365 hari, dan setiap empat tahun ditambahkan satu hari menjadi 366 hari, yang dikenal sebagai tahun kabisat. Coba periksa, ada berapa hari pada bulan Februari tahun ini? Apakah sama dengan tahun lalu?

Tahun Hijriah disusun berdasarkan revolusi Bulan mengelilingi Bumi. Oleh karenanya, termasuk jenis kalender Bulan. Bulan perlu waktu 29½ hari untuk menyelesaikan satu putaran revolusinya. Inilah yang disebut satu bulan. Jadi, dalam satu tahun dengan dua belas bulan, ada 354 hari. Kira-kira 11 hari lebih singkat daripada tahun Masehi. Jika kau amati, hari raya Idul Fitri selalu maju tanggalnya setiap tahun di kalender Masehi.

Ada lagi kalender yang disusun berdasarkan kombinasi revolusi Bumi dan revolusi Bulan, namanya kalender Bulan-Matahari, dikenal dalam bahasa Cina, Yin-Yang Li. Ya, tahun Imlek termasuk jenis kalender Bulan-Matahari. Kalender ini menggunakan perhitungan tahun kalender Matahari dan perhitungan bulan kalender Bulan. Tahun Saka pun menggunakan sistem yang sama walau tidak persis dengan Imlek.

Petasan dan doa tahun baru

Zaman dulu, teknologi komunikasi belum canggih. Kelompok manusia di suatu tempat tidak menjalin komunikasi dengan kelompok di tempat lain. Setiap bangsa melahirkan dan menjalani kebiasaan masing-masing sesuai lingkungan tempat tinggalnya. Kebiasaan dalam menjalani hidup ini berlangsung ratusan, bahkan ribuan tahun, menjadi budaya dan peradaban.

Peradaban-peradaban itu terus berkembang hingga membuat jadwal untuk menata hidup, misalnya kapan waktu menanam, berburu, melaut, dan sebagainya. Manusia menghubungkan pola pergantian musim dengan posisi benda langit. Lahirlah kalender atau penanggalan. Tak heran, ada sekitar 80-an kalender pernah dibuat manusia!

Aneka ragam budaya mewarnai perayaan tahun baru. Ada budaya yang percaya warna dan benda tertentu tak boleh digunakan karena mendatangkan sial. Ada yang berpesta semalam suntuk sambil menikmati hidangan lezat. Ada pula yang justru berpantang dari kemeriahan pesta dan menyepi merenungkan masa yang telah berlalu untuk memperbaiki diri dalam tahun yang baru.

Nah, bagaimana kamu merayakan pergantian tahun semalam?


Dian Vita Ellyati, penyuka sains

Catatan: Naskah pernah dimuat di majalah “Utusan” edisi Januari 2020. Untuk Suningsih.net, naskah telah diedit seperlunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s