Jangan Berteman dengan Kuman!

MASUK sekolah kembali setelah liburan akhir tahun sungguh menyenangkan! Kita bertemu lagi dengan teman-teman di sekolah. Tapi, mengapa teman-teman bergantian sakit? Ada teman yang batuk-batuk dan sering menyeka ingus. Ada yang tidak masuk sekolah karena diare. Bahkan ada yang terpaksa menginap di rumah sakit karena tifus atau demam berdarah.

Kenapa sih kita bisa sakit? Ketika banyak teman sakit, mengapa ada teman yang tetap sehat? Bagaimana caranya agar tubuh kita tidak gampang sakit?

Virus atau bakteri?

Sakit itu menyebalkan, membuat kita tidak punya cukup tenaga untuk bermain dan belajar. Ketika kena flu, kepala kita pusing, hidung beringus, bersin-bersin, dan tenggorokan pun gatal. Nah, jika sakit tifus, kita hanya boleh makan makanan yang halus dan lembut, karena perut terasa sakit. Sama-sama membuat tubuh kita lemah dan serba tidak nyaman, namun keduanya disebabkan oleh jenis kuman yang berbeda.

Bersin dan beringus saat kita menderita flu adalah perlawanan dari tubuh kita untuk mengeluarkan sumber penyakit, yaitu virus influenza. Oleh karena itu kita harus selalu menutup hidung dan mulut ketika bersin agar kuman tidak menyebar. Kita juga mesti membuang ke tempat sampah tisu yang kita gunakan untuk menyeka ingus. Jika orang di dekat kita tak sengaja menghirup udara yang ada percikan air liur atau ingus kita saat terkena flu, maka dia bisa tertular.

Apabila telanjur tertular flu, kita perlu memperbanyak istirahat dan minum. Dengan istirahat cukup dan mengonsumsi makanan minuman bergizi, tubuh kita semakin kuat dan menang melawan virus. Namun, apabila sistem pernapasan (misalnya hidung dan tenggorokan) yang diserang virus influenza tidak juga pulih, apalagi sampai sesak napas, kita minta bantuan dokter untuk pengobatan lebih lanjut.

Tidak semua penyakit ditularkan melalui udara. Ada kuman yang memasuki tubuh kita lewat makanan atau minuman. Misalnya bakteri Salmonella typhi yang dapat membuat kita sakit tifus. Jika bakteri ini berhasil masuk ke usus kita melalui makanan, maka ia akan berkembang biak di dalam saluran pencernaan. Kita akan merasakan demam, sakit perut, dan sembelit.

Berbeda dari mengobati sakit akibat virus, kita melawan infeksi bakteri dengan bantuan antibiotik. Antibiotik membantu tubuh kita dalam membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri. Penggunaan antibiotik sebaiknya mengikuti petunjuk dokter, ya.

Seperti bakteri dan virus, cacing dan jamur juga dapat menimbulkan penyakit. Organisme penyebab penyakit ini dikenal dengan sebutan patogen. Ada juga bakteri yang tidak menimbulkan penyakit, istilahnya nonpatogen. Di dalam tubuh yang sehat, hidup bakteri Escherichia coli yang membantu kerja usus.

Untuk menyembuhkan penyakit, kita mesti lebih dulu mengetahui penyebabnya, apakah virus, atau bakteri, atau yang lainnya. Jika sembarangan mengobati sakit tanpa tahu sumbernya, salah-salah bukannya sembuh, sakit kita malah semakin parah!

Sekarang, tahukah kamu penyebab sakit demam berdarah, virus atau bakteri?

Sedia payung sebelum hujan

Orang yang jarang sakit biasanya menjalankan pola hidup sehat. Dia selalu menjaga kebersihan badan, rumah, dan lingkungannya. Salah satu caranya yaitu rajin mencuci tangan. Kebersihan makanan dan minuman pun perlu diperhatikan. Selain kebersihan, dia mengatur waktunya dengan baik sehingga cukup untuk tidur dan berolahraga. Mencegah timbulnya penyakit lebih baik daripada harus mengobatinya saat sakit, bukan?

Setiap makhluk hidup bisa sakit, termasuk hewan peliharaanmu. Kamu mungkin pernah melihat kucing atau anjing kesayanganmu beringus atau bersin. Mirip kamu ketika terkena flu, ya? Meskipun gejalanya mirip, jangan memberinya obat seperti yang kamu minum. Tubuh hewan berbeda dari tubuhmu, jadi jenis obatnya pun tidak persis sama. Bertanyalah pada dokter hewan sebelum mengobati sendiri hewan peliharaanmu.


Dian Vita Ellyati, penyuka sains

Catatan: Naskah pernah dimuat di majalah “Utusan” edisi Maret 2020. Untuk Suningsih.net, naskah telah diedit seperlunya.

One thought on “Jangan Berteman dengan Kuman!

  1. keren Bayu Risanto, S.J. Ph.D Postdoc Research Associate I (Atmospheric Sciences) Department of Hydrology and Atmospheric Sciences 1133 E James E. Rogers Way The University of Arizona Tucson, AZ 85721 U.S.A.

    Residence: Vatican Observatory Jesuit Community 2017 E. Lee Street Tucson AZ 85719 U.S.A.

    *Bernardus Valles, Colles Benedictus amavit, Oppida Franciscus, Magnas Ignatius urbes*.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s