Statistik Asyik

“Tidak semua anak perempuan suka warna pink.”

“Marni menjadi ketua kelas setelah dipilih oleh 60% teman-temannya.”

“Asteroid menumbuk Bumi satu kali dalam ratusan juta tahun.” 

Kalimat-kalimat di atas tampak biasa. Tapi, saat membaca tentang pemilihan kepala daerah atau presiden, kita sering menemukan istilah asing misalnya quick count, sampel, peluang, dan sebagainya. Padahal, kalimat-kalimat di atas dan istilah-istilah ini sama-sama ada dalam statistika. Tanpa disadari, kita semua, termasuk kamu, sudah sering menggunakan statistik dalam kehidupan sehari-hari.

Data angka

Masih belum percaya kalau selama ini kamu sudah sering menggunakan statistik? Pernahkah kamu mengisi formulir klub basket atau paduan suara dengan data pribadi seperti tinggi badan, berat badan, ukuran baju, dan nomor sepatu? Nah, jika datamu digabung dengan data teman-temanmu, lalu disusun menurut aturan tertentu, kemudian dibuatkan seragam klub berdasarkan data tersebut, maka statistika sudah digunakan!

Istilah statistik sedikit berbeda dengan statistika. Statistik identik dengan data yang dikumpulkan. Sedangkan statistika adalah ilmu tentang cara menangani data, mulai dari pengumpulan, analisis, hingga penyajiannya.

Data berupa angka seperti tinggi badan atau nomor sepatu disebut sebagai data numerik atau data kuantitatif. Namun statistik tidak hanya menggunakan angka sebagai data.

Data kata

Ketika ada adik bayi baru lahir, banyak kerabat berdatangan untuk menengok dan membawakan bingkisan. Jika bayinya laki-laki, kita pilihkan hadiah berwarna biru, dan merah muda untuk perempuan. Benarkah setiap anak perempuan suka pink?

Untuk mengetahuinya, kamu bisa melakukan pengumpulan data naratif atau data kualitatif, yaitu data berupa kata (bukan angka). Jangan takut dengan istilahnya, sebenarnya ini sederhana. Kamu ajukan pertanyaan pada teman-teman perempuan, warna apa yang mereka sukai, dan apa alasannya? Dari data terkumpul, kamu bisa mengetahui warna apa yang paling banyak disukai, atau apakah semua suka warna pink, dan seterusnya. Nah, coba kamu temukan data naratif lain!

Kegiatan mengajukan serangkaian pertanyaan pada orang-orang disebut jajak pendapat atau survei pendapat. Dalam hal ini yang kamu survei adalah pendapat teman-teman perempuan tentang warna favorit. Daftar pertanyaannya dinamakan kuesioner. Teman-teman yang menjawab pertanyaanmu adalah responden.

Guna statistika

Statistika diterapkan semua ilmu, baik ilmu alam (astronomi, biologi, dan lain-lain) maupun ilmu sosial (sosiologi, sejarah, dan sebagainya). Dokter menggunakan statistik untuk menentukan jenis pengobatan, pengusaha memanfaatkannya untuk memilih investasi, dan politikus wajib berstatistik sebelum membuat peraturan. Statistika juga digunakan oleh pemerintah untuk sensus penduduk.

Bidang olahraga juga menggunakan statistik. Pertandingan bulu tangkis di televisi menampilkan statistik permainan yang menunjukkan berapa kali terjadi time out, backhand smash, netting, dan sebagainya. Atlet dan pelatih menggunakan data ini untuk menyusun program latihan berikutnya.

Penerapan statistika yang populer pada sekitar waktu pemilihan umum adalah jajak pendapat atau polling (sebelum pemilu) serta hitung cepat atau quick count (setelah pemilu).

Memperlakukan data

Yang paling sering dilakukan pada data adalah menghitung nilai rata-rata. Jika punya nilai rata-rata, kita boleh menyebut sesuatu itu sedikit atau banyak, sering atau jarang terjadi. Misalnya data jumlah hari hujan bulan Maret. Jika sebanyak 20 hari hujan turun, maka hujan sering terjadi pada bulan Maret.

Kita juga bisa melakukan data silang. Misalnya saat survei warna favorit, kamu juga menanyakan hobi responden. Dari dua jenis data ini kamu bisa mengetahui teman-teman yang suka warna pink umumnya punya hobi apa.

Dari statistik kita bisa menghitung peluang kejadian. Peluang adalah seberapa mungkin sesuatu terjadi. Kamu bisa tahu peluangmu mendapatkan door prize jika diketahui jumlah hadiah dan kupon yang beredar.

Ilmu adalah alat bantu manusia. Alat bisa berguna atau merugikan. Statistika juga begitu. Ilmuwan memakai statistika untuk studi. Namun di tangan yang keliru, statistika jadi alat untuk menipu, misalnya dengan mengurangi atau menambahi data. Ayo, kita giat belajar agak tak mudah tertipu!


Dian Vita Ellyati, Penyuka sains

Catatan: Naskah pernah dimuat di majalah “Utusan” edisi Mei 2019. Untuk Suningsih.net, naskah telah diedit seperlunya.

One thought on “Statistik Asyik

  1. Keren….

    Bayu Risanto, S.J. Ph.D Postdoc Research Associate I (Atmospheric Sciences) Department of Hydrology and Atmospheric Sciences 1133 E James E. Rogers Way The University of Arizona Tucson, AZ 85721 U.S.A.

    Residence: Vatican Observatory Jesuit Community 2017 E. Lee Street Tucson AZ 85719 U.S.A.

    *Bernardus Valles, Colles Benedictus amavit, Oppida Franciscus, Magnas Ignatius urbes*.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s