Melanggar yang Tidak Melanggar

 “Bukankah telah ditetapkan kalau dilarang memakan camilan selain setelah bangun, pada jam setengah tiga, dan bersama-sama dengan yang lain?!”

Bukan main marahnya ibu kemarin ketika dia memergoki adikku yang bandel membuka kulkas dengan santai pada tengah malam dan mengudap sereal. Sereal sengaja disimpan di bagian terpojok kulkas dan hanya dibuka ketika segalanya terburu-buru dan tak ada apa-apa untuk dimasak lagi. Adikku memakannya! Entah bagaimana adikku yang bandel menemukannya. Sungguh tak ada yang tahu telah berapa kali dia berindap-indap mencuri dari kulkas.

 Aku tertawa dalam hati saja ketika melihat adegan kocak ini: adikku yang sok baik menunduk menatap lantai dan bermain-main dengan tumit kakinya sementara ibu berteriak dengan mulut menganga lebar dan rambut berantakan karena belum sempat disisir. Lucu dan menegangkan sekaligus.

Sejak saat itu, ibu selalu meronda dapur hampir setiap malam. Aku tahu karena kudengar langkah kakinya menuju dapur sekitar jam setengah satu, sedikit sebelumnya atau sedikit setelahnya. Langkah kakinya sangat berisik, mungkin karena ibu suka sekali mengenakan sandal hotel berat yang didapatnya saat liburan yang lalu. Wajar saja aku jadi terbangun. Tapi, tak ada apa-apa yang seru terjadi semenjak malam kemarin. Adikku yang bandel tak pernah tertangkap basah mengudap di dapur pada tengah malam lagi, entah memang dia beruntung sehingga tak pernah tertangkap atau memang telah insaf.

Seminggu, dua minggu, sebulan, satu setengah bulan. Menurutku, hari-hari berlalu dengan kecepatan yang gigantis seakan dia adalah sebuah sapu Firebolt milik Harry Potter yang melaju kencang mengalahkan sapu-sapu lainnya. Mungkin aku berpikir demikian karena memang selama satu setengah bulan yang berlalu itu, tak ada kejadian atau pekerjaan yang cukup mengesankan sepanjang jalan tadi.

Kemudian, datanglah waktu ketika adik perempuan ibuku datang. Dia adalah seorang wanita pendek yang ramah, berkawat gigi, dan gemar ngemil. Ibu senang sekali dengan kedatangannya, wajar saja! Sudah lama ibu tak bertemu dengan adik perempuannya, sementara aku? Aku toh sudah bertemu dengan adikku yang bandel setiap hari.

Tapi, pagi segera tiba dan kejutan yang sangat menggelikan telah menanti.

“Bukankah telah ditetapkan kalau dilarang memakan camilan selain setelah bangun pada jam setengah tiga dan bersama-sama dengan yang lain? Masih coba-coba lagi, HAH?!”

Bukan main marahnya ibu ketika menemukan adikku yang nakal itu kembali mengulangi kejadian satu setengah bulan yang lalu. Tapi, coba tebak apa jawab adikku yang bandel!

“Ibu bilang makan camilan hanya boleh setelah bangun tidur, pada jam tiga, dan bersama-sama seseorang, kan? Jadi, aku bangun tidur jam tiga malam, dan bertemu dengan tante yang juga mau nyemil malam. Aku enggak melanggar kan, Bu? Aku beneran bangun tidur pas jam tiga dan enggak sendirian makannya.”


Fairly Namora
Pengkhayal yang bermain piano. Tinggal di Surabaya.

One thought on “Melanggar yang Tidak Melanggar

  1. hahahahaha.. menarik…

    Bayu Risanto, S.J. Ph.D Postdoc Research Associate I (Atmospheric Sciences) Department of Hydrology and Atmospheric Sciences 1133 E James E. Rogers Way The University of Arizona Tucson, AZ 85721 U.S.A.

    Residence: Vatican Observatory Jesuit Community 2017 E. Lee Street Tucson AZ 85719 U.S.A.

    *Bernardus Valles, Colles Benedictus amavit, Oppida Franciscus, Magnas Ignatius urbes*.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s