Otak Tak Kenal Lelah

BISAKAH sambil menutup mata, kamu menebak nama bunga hanya dari mencium baunya? Atau, boleh juga kamu menguji ibu atau ayah untuk menyebutkan nama rimpang tanpa melihatnya. Mereka sangat mungkin bisa membedakan jahe, laos, atau kunyit hanya dari aromanya. Bau apalagi yang bisa kalian ingat tanpa melihat bendanya?

Otak dapat mengingat bau yang pernah kita hirup. Otak menyimpan ingatan bukan cuma dari apa yang pernah kita lihat misalnya wajah sahabat, atau kita dengar misalnya lagu, atau kita raba misalnya beludru, atau kita kecap misalnya es krim, tapi juga apa yang kita cium baunya. Biolog Linda Buck dan Richard Axel meraih penghargaan Nobel bidang kedokteran tahun 2004 setelah meneliti dan mengetahui cara kerja sistem olfaktori, yaitu bagaimana otak membedakan dan mengingat bau.

Brain with glasses and book on white background, human train intellect, knowledge, education and Brainstorm concept. Vector

Tugas otak

Pancaindra bekerja atas perintah otak melalui sel saraf atau neuron. Neuron sensorik mengirim informasi dari kulit, lidah, mata, telinga, dan hidung ke otak. Neuron motorik mengirim informasi dari otak ke otot. Interneuron meneruskan informasi antara neuron sensorik dan motorik. Proses ini berlangsung sangat cepat. Misalnya, ketika kamu menjatuhkan mangkuk berisi sop yang masih mendidih, karena telanjur memegangnya tanpa pelindung. Otakmulah yang memberi perintah pada tangan, sesaat tanganmu merasakan panas, untuk melepaskan mangkuk itu agar tidak terluka bakar.

Pancaindra bukan satu-satunya yang diawasi otak. Jantung yang terus-menerus memompa darah ke seluruh bagian tubuh, paru-paru yang menjaga pasokan oksigen, dan organ-organ lain dalam tubuh pun seolah-olah bekerja otomatis tanpa ada yang mengatur. Padahal, otaklah yang menjadi “pemimpin” atas semua fungsi yang bekerja di dalam tubuh ini.

Kira-kira lima tahun yang lalu, ada film animasi yang menceritakan bagaimana emosi juga diatur di dalam otak, judulnya “Inside Out”. Kamu pernah, dong, merasakan senang, sedih, jijik, takut, atau marah? Nah, sistem limbik adalah bagian otak yang mengatur emosi ini. Menarik, ya? Selain sistem limbik, ada beberapa bagian lagi di otak yang punya tugas masing-masing, misalnya serebelum, atau otak kecil, yang menjaga keseimbangan. Bagian lain dalam otak yaitu serebrum, atau otak besar, dan batang otak.

Penting banget ya tugas otak. Oleh karenanya, kamu harus menjaga hati-hati otakmu seperti menjaga sesuatu yang paling berharga. Bagaimana caranya?

Menjaga otak tetap sehat

Tentu saja gizi yang baik akan menjaga otakmu, dan organ tubuh lain, tetap sehat dan berkembang normal. Ikan, kacang-kacangan, dan bayam adalah contoh makanan yang mengandung nutrisi yang bagus untuk otakmu.

Selain makanan, otak perlu tidur. Bukan berarti otak ikut tidur juga, lho. Selama tidur, otak tetap bekerja tanpa kamu sadari. Bahkan, menurut penelitian, selama tidur, otak terus mengolah informasi dan pengetahuan yang didapatkan saat kamu terjaga. Ketika bangun dalam keadaan lebih segar, boleh dibilang kamu bertambah pintar!

Gizi dan tidur yang cukup belum menjamin otakmu aman. Karena otak mudah mengalami cedera saat kepala terbentur, maka gunakanlah helm standar saat berkendara atau melakukan aktivitas yang berisiko mengalami kecelakaan.

Otak sehat, otak pintar

Otak yang sehat sering dihubungkan dengan kecerdasan seperti dipunyai peneliti atau ilmuwan. Padahal, kecerdasan banyak jenisnya. Atlet panjat tebing yang gerakannya lincah seperti cecak, atau penari bali yang sangat luwes, punya kecerdasan sendiri, namanya kecerdasan kinetik. Belum tentu orang yang cerdas matematika, misalnya programer atau akuntan, mampu meniru kelincahan atlet atau penari.

Kecerdasan lain yaitu seperti dimiliki pawang hewan atau petani, namanya kecerdasan naturalis, kecerdasan bahasa seperti terlihat pada jurnalis atau orator, kecerdasan intrapersonal seperti dipunyai konselor atau teolog, kecerdasan interpersonal seperti pada negosiator atau guru, kecerdasan spasial seperti pada desainer atau pilot, dan kecerdasan musik seperti pada penyanyi atau pemusik.

Daripada berkecil hati karena kamu merasa tidak sepintar temanmu yang sering menang olimpiade sains, lebih baik kamu terus mencari sampai menemukan kecerdasanmu sendiri, apakah kamu lebih asyik saat melukis, meronce kalung, mengarang cerita, atau beternak ikan cupang.

Bermacam-macam jenis kecerdasan ini berarti juga setiap otak unik, seperti manusia itu sendiri yang punya ciri khas masing-masing. Misalnya orang buta biasanya punya kelebihan. Karena otaknya akan “memerintahkan” indra lain untuk lebih kuat daripada mereka yang bisa melihat. Pendengaran, penciuman, dan rabaan orang buta lebih peka. Begitu pula orang tuli yang umumnya punya penglihatan yang lebih awas.

Tahukah kamu ada orang yang bisa “mendengarkan” warna merah, atau “melihat” warna-warni saat mendengarkan musik? Seniman seperti pelukis, musisi, atau penulis, biasanya punya kemampuan sinestesia ini. Sinestesia artinya sensasi yang bersamaan. Ketika seorang seniman dengan sinestesia melihat sesuatu, maka yang aktif bukan hanya matanya, namun sekaligus juga telinga dan hidungnya. Bagaimana bisa seperti ini, rahasianya ada dalam cara kerja sel-sel saraf di dalam otak. 

Keunikan otak juga bisa membedakan anak laki-laki dari perempuan, tapi tidak termasuk kecerdasannya. Jadi, jangan percaya, ya, kalau ada yang bilang anak laki-laki lebih pintar daripada anak perempuan! Kecerdasan tidak ditentukan apakah kamu laki-laki atau perempuan, atau dari besar kecilnya otakmu, melainkan dari usaha dan bakatmu. Apalagi seperti sudah disebutkan, kecerdasan ada berbagai jenis. Semakin sering kamu melatih kemampuan sesuai bakatmu, maka kecerdasanmu akan terus meningkat. Bermain, membaca, dan bermusik juga aktivitas yang bagus untuk otak.

Ilmuwan terus meneliti otak, terutama untuk mengobati penyakit yang diakibatkan oleh gangguan di dalamnya, misalnya depresi dan skizofrenia. Jika tertarik untuk mempelajari dan menelitinya, maka kamu bisa bergabung dengan ilmuwan neurologi. Namun, untuk sekarang, kamu mesti melakukan tugas yang tidak kalah penting, yaitu menjaga otakmu tetap sehat, seperti telah disebutkan di atas, ya!


Dian Vita Ellyati, penyuka sains

Catatan: Naskah pernah dimuat di majalah “Utusan” edisi Juni 2020. Untuk Suningsih.net, naskah telah diedit seperlunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s