Hadiah untuk Ilmuwan

SIAPA yang tidak suka mendapat hadiah? Sepertinya tidak ada, ya. Siapa pun senang hadiah. Hadiah membuat kita merasa diingat dan diapresiasi. Ketika diberikan atas prestasi kita, hadiah membuat kita semakin bersemangat. Bukannya kita berkarya hanya kalau ada hadiah, namun hadiah seperti bonus atas jerih payah kita.

Ilmuwan yang melakukan penelitian, seolah-olah tak ada suaranya. Penelitian sains jarang menjadi berita, mungkin karena berlangsung lama, rumit, dan belum tentu berhasil. Saintis sibuk bekerja di laboratorium atau lapangan, melakukan eksperimen, gagal, mencoba lagi, begitu seterusnya sampai berhasil.

Banyak orang atau sekelompok orang kaya memberikan penghargaan atau hadiah pada saintis yang berhasil. Hadiah dapat berupa piagam, medali, dan uang. Penghargaan ini umumnya dinamai sesuai pemberinya, misalnya Penghargaan Nobel.

Penghargaan Nobel terkenal karena hadiah uangnya yang sangat banyak, yaitu 10 ribu SEK (Swedia Krona) atau sekitar Rp 16 miliar untuk setiap pemenang. Selain untuk ilmuwan fisika, kimia, dan kedokteran (biologi), Nobel diberikan juga pada sastrawan, tokoh perdamaian, dan ahli ekonomi.

Siapa sih Nobel ini, mau-maunya memberikan kekayaannya sebanyak itu sebagai hadiah untuk orang lain yang tidak ia kenal?

Dari ilmuwan untuk ilmuwan

Alfred Nobel adalah ilmuwan, inventor, pengusaha, dan penyair asal Swedia. Ia mengikuti jejak ayahnya mengelola pabrik bahan peledak dan peralatan militer di Rusia. Ia belajar kimia dan melakukan eksperimen untuk menemukan bahan peledak yang terbaik, yaitu bisa dikendalikan dan berdaya ledak tinggi. Ia menemukan cara memadukan cairan nitrogliserin dengan pasir halus untuk dijadikan bahan peledak berbentuk pasta, yang kemudian dinamakan dinamit.

Penemuan ini, bersama detonator dan lain-lain, ia daftarkan patennya. Nobel juga mendirikan pabrik di 90 lokasi di 20 negara, antara lain Swedia, Jerman, Prancis, dan Italia. Dia sering bepergian ke pabrik-pabriknya, sampai-sampai dijuluki “Pengembara Paling Kaya di Eropa”.

Mungkin kamu penasaran, kenapa orang membuat peledak? Bukannya itu berbahaya bagi makhluk hidup?

Benar. Peledak berbahaya jika digunakan untuk mencelakai sesama. Di sisi lain, penemuan dinamit dan detonator menekan ongkos pekerjaan konstruksi, seperti membuka jalan kereta api, mengebor terowongan, dan membangun jembatan.

Benar. Peledak berbahaya jika digunakan untuk mencelakai sesama. Di sisi lain, penemuan dinamit dan detonator menekan ongkos pekerjaan konstruksi, seperti membuka jalan kereta api, mengebor terowongan, dan membangun jembatan.

Penyalahgunaan peledak untuk tujuan buruk sungguh terjadi, terutama dalam perang. Banyak orang tewas gara-gara ini. Nobel bukannya tak peduli. Ia gusar karenanya. Seorang sahabat dekatnya yang bernama Bertha von Suttner sangat kritis terhadap perlombaan senjata, dan aktif dalam gerakan perdamaian. Bertha menulis buku Letakkan Senjatamu. Pemikiran dan tindakan Bertha mempengaruhi Nobel.

Selain kimia dan fisika, Nobel juga mencintai sastra. Berkat pendidikan dasar terbaik yang diperolehnya secara privat, pada umur 17 tahun Nobel fasih berbahasa Swedia, Rusia, Inggris, Prancis, dan Jerman. Ia menulis puisi-puisinya sendiri.

Kecintaannya pada sains dan sastra, perhatiannya pada perdamaian, serta pilihannya untuk tidak menikah, mendorongnya untuk menyumbangkan kekayaannya demi membangun dunia yang lebih baik. Ia membuat wasiat. Lima tahun setelah Nobel meninggal di Italia pada 10 Desember 1896, terwujudlah keinginan terbesarnya, yaitu menghadiahi mereka yang telah memberikan kontribusi luar biasa pada umat manusia di bidang sains, sastra, dan perdamaian.

Penerima Hadiah Nobel

Tentu sudah sangat banyak ilmuwan, sastrawan, dan tokoh perdamaian yang menerima Hadiah Nobel. Penghargaan Nobel diberikan tahunan sejak 1901, kecuali tahun 1940, 1941, dan 1942 karena Perang Dunia II.

Apakah kamu pernah difoto rontgen karena sakit atau kecelakaan? Nah, penemu sinar-X atau sinar Rontgen ini adalah penerima pertama Hadiah Nobel bidang Fisika, yaitu Wilhelm Conrad Rontgen. Nobel Kimia diberikan pada Jacobus Henricus van’t Hoff atas kontribusinya dalam kimia termodinamik. Emil Adolf von Behring mendapat Nobel Kedokteran berkat pengobatan difteri. Nobel Sastra untuk Sully Prudhomme, dan Nobel Perdamaian untuk Henry Dunant atas jasanya dalam gerakan Palang Merah serta Frederic Passy atas gerakan perserikatan antarparlemen.

Masih ingat Bertha von Suttner sahabat Nobel? Ia mendapat Nobel Perdamaian tahun 1905. Ia menjadi perempuan kedua penerima Nobel, setelah Marie Curie.

Selain perempuan pertama, Marie Curie juga penerima Nobel untuk dua bidang berbeda. Ia berbagi Nobel Fisika tahun 1903 bersama suaminya Pierre Curie dan fisikawan Henri Becquerel. Mereka merintis teori “radioaktivitas”. Pada 1911 ia mendapat Nobel Kimia untuk penemuan unsur polonium dan radium.

Nobel untuk dua bidang berbeda juga diterima Linus Pauling, yaitu pada 1954 dalam Kimia dan dalam Perdamaian tahun 1962. Ada pula penerima Nobel dua kali dalam bidang yang sama, yaitu bidang Fisika, ilmuwan John Bardeen tahun 1956 untuk penemuan transistor dan 1972 untuk teori superkonduktivitas. Di bidang Kimia, yaitu Frederick Sanger tahun 1958 untuk struktur molekul insulin dan 1980 untuk pengurutan nukleotida virus.

Penerima Hadiah Nobel termuda adalah aktivis pendidikan Malala Yousafzai. Ia berasal dari Pakistan, dan menerima Nobel Perdamaian tahun 2014 pada umur 17 tahun.

Penerima Hadiah Nobel diumumkan setiap bulan Oktober. Seremoni penyerahannya pada haul Alfred Nobel yaitu 10 Desember. Acara ini diadakan megah dengan pesta makan malam dan konser musik. Tahukah kamu, siapa saja penerima Nobel tahun kemarin?

Kamukah penerima Nobel pertama dari Indonesia?

Belum ada orang Indonesia yang mendapat Hadiah Nobel. Namun, penerima Nobel Kedokteran tahun 1929, yaitu Christiaan Eijkman, ilmuwan Belanda, melakukan penelitiannya dengan mengambil sampel di sini. Waktu itu namanya masih Hindia Belanda, karena Indonesia belum lahir. Eijkman menemukan bahwa penyakit beri-beri bukan disebabkan bakteri, melainkan karena kekurangan vitamin B1 (tiamina).

Penerima Nobel Kedokteran tahun 1924 adalah ilmuwan Belanda bernama Willem Einthoven berkat penemuan elektrokardiogram (ECG atau EKG). Dengan EKG, dokter dapat memerika rekaman aktivitas kelistrikan jantung dalam waktu tertentu. Einthoven lahir 21 Mei 1860 di Semarang, lalu kembali ke Belanda tahun 1870.

Lantas, bagaimana dengan ilmuwan Indonesia, siapa yang memberi mereka penghargaan seperti dilakukan Alfred Nobel?

Mereka yang berkarya luar biasa di bidang sains, teknologi, dan kebudayaan di Indonesia dapat diusulkan untuk menerima penghargaan Habibie Prize. Kamu tahu dong, siapa Pak Habibie? Nah, Habibie Prize ini diberikan kepada mereka yang berjasa dalam penemuan, pengembangan, dan penyebarluasan kegiatan inovatif, serta bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan, keadilan, dan perdamaian.


Dian Vita Ellyati, Catatan: Naskah pernah dimuat di majalah “Utusan” edisi Desember 2020. Untuk Suningsih.net, naskah telah diedit seperlunya.

Balapan ke Bulan

Saat malam terang bulan, purnama seperti memanggil-manggil kita untuk keluar rumah. Menyenangkan ya, bermain atau berjalan-jalan di bawah indahnya bulan purnama!

Satu wajah Bulan

Cahaya keperakan Bulan memukau seniman. Mereka mengabadikannya dalam cerita, lagu, dan lukisan. Setiap kelompok masyarakat punya mitos tentang Dewi Bulan.

Saat melihat Bulan, kita suka membayangkan apa yang tergambar pada wajahnya itu. Ada yang menggambarkan seekor kelinci, atau seorang ibu menimang putranya. Bisakah kau menemukan gambaran ini pada Bulan, atau kau punya imajinasi sendiri?

Bukan hanya seniman, ilmuwan pun berimajinasi dengan Bulan. Bahkan, mereka meluncurkan pesawat antariksa, yang berawak maupun tidak, untuk meneliti dan menjelajahinya.

Sebagai benda berbentuk bola, Bulan punya banyak sisi atau muka. Dan seperti benda langit lain, Bulan berotasi, yaitu berputar pada sumbunya. Dengan begini, seharusnya muka Bulan yang kita lihat akan berganti-ganti. Namun, ternyata tidak demikian.

Mengapa dari Bumi kita melihat hanya satu sisi Bulan? Ini karena waktu yang diperlukan Bulan untuk melakukan satu kali rotasi, sama lamanya dengan satu kali revolusinya, yaitu sekitar 27 hari. Revolusi Bulan adalah perjalanan Bulan mengelilingi Bumi.

Ada apakah di sisi Bulan di balik sana, yang tak bisa kita lihat dari Bumi? Ilmuwan penasaran pada bagian yang disebut dengan sisi jauh, atau sisi gelap, Bulan ini.

Menjelajahi sisi gelap Bulan

Sebenarnya sisi jauh Bulan sudah difoto pertama kali tahun 1959 oleh wahana Luna 3. Meskipun hasilnya kurang bagus, toh ilmuwan jadi tahu sisi jauh Bulan berbeda dengan sisi dekatnya, dengan lebih sedikit mare. Manusia pertama yang melihat langsung sisi jauh Bulan adalah para astronaut yang menumpang wahana Apollo 8 tahun 1968. Setahun berikutnya manusia berhasil berjalan di Bulan.

Berbagai misi penjelajahan Bulan menghasilkan peta yang semakin lengkap dan jelas. Peta ini membantu ilmuwan meneliti Bulan lebih cermat. Bukan cuma permukaan, bagian dalam Bulan juga dipelajari. Bagian ini bisa terlihat dengan gelombang selain cahaya tampak, misalnya Sinar-X.

Saat meneliti benda langit, ilmuwan ingin tahu, adakah kandungan airnya? Ada tidaknya air dapat menunjukkan apakah kehidupan dapat berlangsung. Untuk itu pula ilmuwan mempelajari ciri-ciri bahan penyusun Bulan, juga proses terbentuknya. Bidang sains yang mempelajari ini adalah geologi, astronomi, dan biologi.

Ilmuwan tidak bisa berangkat sendiri ke Bulan. Mereka perlu insinyur untuk membangun wahana antariksa yang bisa mengangkut mereka ke sana. Wahana juga butuh pilot dan teknisi untuk mengendalikan dan mengarahkannya ke tujuan. Pendukung lain memantau wahana dari stasiun pengamatan di Bumi. Maukah kau menjadi anggota tim ini?

Ilmuwan tidak bisa berangkat sendiri ke Bulan. Mereka perlu insinyur untuk membangun wahana antariksa yang bisa mengangkut mereka ke sana. Wahana juga butuh pilot dan teknisi untuk mengendalikan dan mengarahkannya ke tujuan. Pendukung lain memantau wahana dari stasiun pengamatan di Bumi. Maukah kau menjadi anggota tim ini?

Sisi jauh Bulan menyimpan misteri. Belum ada wahana dan manusia mendarat di sini karena komunikasi dengan Bumi akan sulit dilakukan. Hingga awal tahun 2019 pada tanggal 3 Januari, wahana pendarat tanpa awak Chang’e 4 dan penjelajahnya yang bernama Yutu 2 berhasil mendarat.

Setelah tiga tahun,  Yutu 2 sudah  menjelajahi Bulan sejauh lebih dari 1.000 meter.  Yutu 2 juga telah mengirimkan gambar dan data batuan Bulan yang menarik perhatian ilmuwan. Mereka berharap dapat memecahkan misteri tumbukan awal batuan angkasa yang terjadi di Bulan.

Setelah Bulan, ke mana lagi?

Belum tuntas Bulan diteliti, Mars sudah diincar ilmuwan. Mereka berlomba lebih dulu sampai di sana. Iya, mirip kamu dan teman-teman balapan sepeda. Setiap hal baru yang ditemukan ilmuwan akan membuka pintu pengembangan sains dan teknologi berikutnya. Dengan cara ini, sains dan teknologi berkembang dan saling mempengaruhi.

Nah, sekarang, tahukah kamu siapa sebenarnya Chang’e dan Yutu yang namanya dipinjam untuk wahana pendarat dan penjelajah Bulan ini?


Dian Vita Ellyati, Catatan: Naskah pernah dimuat di majalah “Utusan” edisi Maret 2019. Untuk Suningsih.net, naskah telah diedit seperlunya.

Otak Tak Kenal Lelah

BISAKAH sambil menutup mata, kamu menebak nama bunga hanya dari mencium baunya? Atau, boleh juga kamu menguji ibu atau ayah untuk menyebutkan nama rimpang tanpa melihatnya. Mereka sangat mungkin bisa membedakan jahe, laos, atau kunyit hanya dari aromanya. Bau apalagi yang bisa kalian ingat tanpa melihat bendanya?

Otak dapat mengingat bau yang pernah kita hirup. Otak menyimpan ingatan bukan cuma dari apa yang pernah kita lihat misalnya wajah sahabat, atau kita dengar misalnya lagu, atau kita raba misalnya beludru, atau kita kecap misalnya es krim, tapi juga apa yang kita cium baunya. Biolog Linda Buck dan Richard Axel meraih penghargaan Nobel bidang kedokteran tahun 2004 setelah meneliti dan mengetahui cara kerja sistem olfaktori, yaitu bagaimana otak membedakan dan mengingat bau.

Brain with glasses and book on white background, human train intellect, knowledge, education and Brainstorm concept. Vector

Tugas otak

Pancaindra bekerja atas perintah otak melalui sel saraf atau neuron. Neuron sensorik mengirim informasi dari kulit, lidah, mata, telinga, dan hidung ke otak. Neuron motorik mengirim informasi dari otak ke otot. Interneuron meneruskan informasi antara neuron sensorik dan motorik. Proses ini berlangsung sangat cepat. Misalnya, ketika kamu menjatuhkan mangkuk berisi sop yang masih mendidih, karena telanjur memegangnya tanpa pelindung. Otakmulah yang memberi perintah pada tangan, sesaat tanganmu merasakan panas, untuk melepaskan mangkuk itu agar tidak terluka bakar.

Pancaindra bukan satu-satunya yang diawasi otak. Jantung yang terus-menerus memompa darah ke seluruh bagian tubuh, paru-paru yang menjaga pasokan oksigen, dan organ-organ lain dalam tubuh pun seolah-olah bekerja otomatis tanpa ada yang mengatur. Padahal, otaklah yang menjadi “pemimpin” atas semua fungsi yang bekerja di dalam tubuh ini.

Kira-kira lima tahun yang lalu, ada film animasi yang menceritakan bagaimana emosi juga diatur di dalam otak, judulnya “Inside Out”. Kamu pernah, dong, merasakan senang, sedih, jijik, takut, atau marah? Nah, sistem limbik adalah bagian otak yang mengatur emosi ini. Menarik, ya? Selain sistem limbik, ada beberapa bagian lagi di otak yang punya tugas masing-masing, misalnya serebelum, atau otak kecil, yang menjaga keseimbangan. Bagian lain dalam otak yaitu serebrum, atau otak besar, dan batang otak.

Penting banget ya tugas otak. Oleh karenanya, kamu harus menjaga hati-hati otakmu seperti menjaga sesuatu yang paling berharga. Bagaimana caranya?

Menjaga otak tetap sehat

Tentu saja gizi yang baik akan menjaga otakmu, dan organ tubuh lain, tetap sehat dan berkembang normal. Ikan, kacang-kacangan, dan bayam adalah contoh makanan yang mengandung nutrisi yang bagus untuk otakmu.

Selain makanan, otak perlu tidur. Bukan berarti otak ikut tidur juga, lho. Selama tidur, otak tetap bekerja tanpa kamu sadari. Bahkan, menurut penelitian, selama tidur, otak terus mengolah informasi dan pengetahuan yang didapatkan saat kamu terjaga. Ketika bangun dalam keadaan lebih segar, boleh dibilang kamu bertambah pintar!

Gizi dan tidur yang cukup belum menjamin otakmu aman. Karena otak mudah mengalami cedera saat kepala terbentur, maka gunakanlah helm standar saat berkendara atau melakukan aktivitas yang berisiko mengalami kecelakaan.

Otak sehat, otak pintar

Otak yang sehat sering dihubungkan dengan kecerdasan seperti dipunyai peneliti atau ilmuwan. Padahal, kecerdasan banyak jenisnya. Atlet panjat tebing yang gerakannya lincah seperti cecak, atau penari bali yang sangat luwes, punya kecerdasan sendiri, namanya kecerdasan kinetik. Belum tentu orang yang cerdas matematika, misalnya programer atau akuntan, mampu meniru kelincahan atlet atau penari.

Kecerdasan lain yaitu seperti dimiliki pawang hewan atau petani, namanya kecerdasan naturalis, kecerdasan bahasa seperti terlihat pada jurnalis atau orator, kecerdasan intrapersonal seperti dipunyai konselor atau teolog, kecerdasan interpersonal seperti pada negosiator atau guru, kecerdasan spasial seperti pada desainer atau pilot, dan kecerdasan musik seperti pada penyanyi atau pemusik.

Daripada berkecil hati karena kamu merasa tidak sepintar temanmu yang sering menang olimpiade sains, lebih baik kamu terus mencari sampai menemukan kecerdasanmu sendiri, apakah kamu lebih asyik saat melukis, meronce kalung, mengarang cerita, atau beternak ikan cupang.

Bermacam-macam jenis kecerdasan ini berarti juga setiap otak unik, seperti manusia itu sendiri yang punya ciri khas masing-masing. Misalnya orang buta biasanya punya kelebihan. Karena otaknya akan “memerintahkan” indra lain untuk lebih kuat daripada mereka yang bisa melihat. Pendengaran, penciuman, dan rabaan orang buta lebih peka. Begitu pula orang tuli yang umumnya punya penglihatan yang lebih awas.

Tahukah kamu ada orang yang bisa “mendengarkan” warna merah, atau “melihat” warna-warni saat mendengarkan musik? Seniman seperti pelukis, musisi, atau penulis, biasanya punya kemampuan sinestesia ini. Sinestesia artinya sensasi yang bersamaan. Ketika seorang seniman dengan sinestesia melihat sesuatu, maka yang aktif bukan hanya matanya, namun sekaligus juga telinga dan hidungnya. Bagaimana bisa seperti ini, rahasianya ada dalam cara kerja sel-sel saraf di dalam otak. 

Keunikan otak juga bisa membedakan anak laki-laki dari perempuan, tapi tidak termasuk kecerdasannya. Jadi, jangan percaya, ya, kalau ada yang bilang anak laki-laki lebih pintar daripada anak perempuan! Kecerdasan tidak ditentukan apakah kamu laki-laki atau perempuan, atau dari besar kecilnya otakmu, melainkan dari usaha dan bakatmu. Apalagi seperti sudah disebutkan, kecerdasan ada berbagai jenis. Semakin sering kamu melatih kemampuan sesuai bakatmu, maka kecerdasanmu akan terus meningkat. Bermain, membaca, dan bermusik juga aktivitas yang bagus untuk otak.

Ilmuwan terus meneliti otak, terutama untuk mengobati penyakit yang diakibatkan oleh gangguan di dalamnya, misalnya depresi dan skizofrenia. Jika tertarik untuk mempelajari dan menelitinya, maka kamu bisa bergabung dengan ilmuwan neurologi. Namun, untuk sekarang, kamu mesti melakukan tugas yang tidak kalah penting, yaitu menjaga otakmu tetap sehat, seperti telah disebutkan di atas, ya!


Dian Vita Ellyati, penyuka sains

Catatan: Naskah pernah dimuat di majalah “Utusan” edisi Juni 2020. Untuk Suningsih.net, naskah telah diedit seperlunya.

Awas! Ada Asteroid Melintasi Bumi!

“LIHAT, ada bintang jatuh! Lekas ucapkan keinginanmu agar terkabul!”

Di tempat yang sedikit polusi cahayanya, banyak benda angkasa bisa kita lihat pada malam hari. Misalnya “bintang jatuh” dan “bintang berekor”. Tapi, sungguhkah bintang dapat jatuh? Benarkah bintang punya ekor?

Meteorit pemunah dinosaurus

Anggota Tata Surya bukan cuma 1 bintang (Matahari), 8 planet, dan 5 planet katai. Masih ada satelit yang mengikuti planet, yang berbeda jumlahnya untuk setiap planet. Kamu ingat ‘kan nama satelit alami Bumi? Benar sekali, Bulan adalah satelit alami Bumi. Coba kamu temukan nama satelit-satelit alami planet-planet dalam Tata Surya selain Bumi!

Selain bintang, planet, dan satelit, masih ada anggota lain Tata Surya yang dinamakan Benda Kecil Tata Surya. Asteroid dan komet termasuk di dalamnya.

Setiap anggota Tata Surya menyusuri lintasan masing-masing mengitari sang Surya di pusat. Kamu tahu, dong, Surya adalah nama lain Matahari. Di antara lintasan orbit Mars dan Jupiter, ada area Sabuk Asteroid. Sesuai namanya, ini rumah jutaan asteroid. Ceres tinggal di sini, namun karena ukurannya besar dibandingkan asteroid lain, ia dimasukkan dalam grup planet katai. Katai artinya kerdil. Maksudnya, Ceres tidak sebesar planet umumnya.

Kamu tahu, dong, Surya adalah nama lain Matahari. Di antara lintasan orbit Mars dan Jupiter, ada area Sabuk Asteroid. Sesuai namanya, ini rumah jutaan asteroid. Ceres tinggal di sini, namun karena ukurannya besar dibandingkan asteroid lain, ia dimasukkan dalam grup planet katai.

Asteroid terdiri dari batuan dan mineral sisa pembentukan Tata Surya pada saat kelahirannya. Sesekali asteroid-asteroid ini saling bertabrakan, dan ada bagian yang terlepas. Bagian kecil yang terlepas dari asteroid atau komet dinamakan meteoroid.

Kadang-kadang ada meteoroid meninggalkan rumahnya akibat gaya tarik Jupiter. Ia bergerak mendekati Matahari, dan mungkin melintas di dekat Bumi. Jika meteoroid tertangkap gaya tarik Bumi dan masuk ke atmosfernya, namanya meteor. Meteor yang bergerak sangat cepat di dalam atmosfer akan mengalami tekanan ram. Ia menyala terang sambil terbakar habis saat melintas dalam atmosfer. Ya, inilah “bintang jatuh”!

Ada meteor yang tidak habis terbakar di atmosfer saking besar ukurannya. Ia sampai ke permukaan Bumi dan membuat kawah raksasa. Batuannya yang masih bisa dilihat disebut meteorit.

Meskipun sangat jarang, ada juga meteorit berukuran sangat besar yang menyebabkan bencana global, yaitu kepunahan massal. Akibat tumbukannya pada muka Bumi 65 juta tahun lalu, meteorit menyebabkan perubahan iklim yang tidak bisa ditanggung oleh nyaris semua makhluk hidup saat itu, termasuk dinosaurus.

Akibat tumbukannya pada muka Bumi 65 juta tahun lalu, meteorit menyebabkan perubahan iklim yang tidak bisa ditanggung oleh nyaris semua makhluk hidup saat itu, termasuk dinosaurus.

Jangan panik, sekarang ilmuwan bisa menghitung gerakan berbagai benda langit, termasuk yang melintas di dekat Bumi. Astronom dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebutkan dari sekitar dua belas ribu asteroid di dekat Bumi, seribu lima ratus di antaranya berpeluang menabrak Bumi.

Kita sedunia perlu bekerja sama saling melindungi dari ancaman benda antariksa. Untuk itu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 30 Juni sebagai Hari Asteroid. Salah seorang penggagasnya adalah Brian May, astrofisikawan yang juga gitaris band Queen.

Hujan, tapi bukan air

Selain Sabuk Asteroid, ada sabuk lain di sekitar dan melampaui orbit Pluto, namanya Sabuk Kuiper atau Sabuk Komet. Lebih jauh lagi dari Sabuk Kuiper, ada Awan Oort. Awan Oort menjadi batas terjauh pengaruh gaya tarik Matahari. Ilmuwan menduga Sabuk Kuiper dan Awan Oort yang kaya debu dan es adalah tempat lahir komet.

Empat planet kerdil, yaitu Pluto, Haumea, Makemake, dan Eris ada di Sabuk Kuiper. Di sini lahir komet Halley dan komet-komet lain dengan periode pendek. Artinya komet mengitari Matahari satu kali selama kurang dari 200 tahun. Sedangkan komet periode panjang berasal dari Awan Oort, misalnya komet Gale dengan periode 958 tahun.

Komet terbentuk terutama oleh es. Namun, saat mendekati Matahari, panas menguapkan sebagian es dan menyisakan serpihan debu dan pasir di belakangnya. Inilah yang terlihat seperti ekor atau rambut komet yang terang dan bisa kita amati. Apabila kebetulan Bumi melewati bekas lintasannya, maka batuan dan debu ini berbondong-bondong memasuki atmosfer kita, dan kita bisa menyaksikan hujan meteor! 

Star shower taken in china

Kakek nenekmu mengenalnya sebagai “lintang kemukus”, dan kita menyebutnya “bintang berekor”. Sekarang kamu tahu, komet bukan bintang!


Dian Vita Ellyati, Catatan: Naskah pernah dimuat di majalah “Utusan” edisi Oktober 2019. Untuk Suningsih.net, naskah telah diedit seperlunya.

Seekor burung turun ke Jalan

Seekor burung turun ke Jalan –

Dia tidak tahu aku melihatnya –

Dia menggigit seekor Cacing jadi dua

Dan memakan makhluk itu, mentah-mentah.

An early bird getting a worm.

Dan kemudian dia minum setetes Embun

Dari sehelai Rumput yang menari-nari –

Dan kemudian dia melompat ke sisi Tembok

Untuk memberi jalan pada seekor Kumbang yang lewat.


Dinukil dan diterjemahkan oleh Dian Vita Ellyati dari judul asli “A Bird, came down the Walk” oleh Emily Dickinson (1830-1886), diambil dari situs poetryfoundation.org (diakses 26 Maret 2022)

Daun, Oh, Daun

Ada apa dengan dedaunan? Tanaman hias jenis daun senantiasa ramai dibicarakan, terutama oleh mereka yang hobi berkebun. Pernah gelombang cinta yang diburu orang. Jauh sebelumnya, rumah dianggap keren kalau punya rumpun kuping gajah. Sekarang, jendela putri jadi primadona. Namanya juga “jendela”, jadi daunnya bolong-bolong seperti lubang jendela.

Katanya, rumah semakin cantik apabila ada tanaman hiasnya. Bukan cuma oleh bunga seperti mawar, melati, kemuning, dan lain-lain, tapi juga tanaman daun seperti sudah disebutkan. Tanaman bunga memang cantik bentuknya, menarik warnanya, juga harum baunya, sehingga pantas dijadikan hiasan rumah. Sedangkan daun, apa bagusnya, ‘kan bentuk serta warnanya begitu-begitu saja, juga tidak harum?

Daun mudah kita temukan di mana-mana asal ada tanaman. Saking banyaknya, kita jadi terbiasa. Sepertinya, tak ada yang istimewa dengan daun. Malah, ibu sering kesal karena daun-daun kering yang rontok dari pohon besar membuat halaman kotor. Padahal, setiap helai daun punya ceritanya sendiri sejak tumbuh, berbakti, hingga mengering dan gugur, kembali ke tanah untuk menyuburkannya.

Bagaimana cara daun berbakti? Selain bisa dimakan mentah sebagai lalap atau dimasak sebagai sayur, tanaman hijau memulihkan mata yang capek akibat lama membaca buku atau menatap layar gawai. Warna hijau dedaunan yang dilihat dari kejauhan membuat mata nyaman dan relaks.

Kamu juga mengenal fotosintesis. Untuk hidup, tanaman “memasak” sendiri makanannya. Yang bertugas adalah daun berklorofil atau mengandung zat hijau daun. Fotosintesis mengubah air dan karbon dioksida dengan bantuan sinar matahari, menjadi karbohidrat dan oksigen. Makhluk hidup seperti hewan dan manusia bernapas mengembuskan karbon dioksida dan menghirup oksigen. Jadi, daun hijau penting.

Warna-warni daun

Tanaman daun bukan cuma penting, tapi juga pantas menjadi tanaman hias. Coba perhatikan bentuk daun gelombang cinta dan jendela putri, unik bukan? Pinggiran gelombang cinta meliuk-liuk naik turun bagaikan gelombang laut. Jendela putri yang bolong-bolong mengingatkan kita pada lubang jendela yang di baliknya ada seorang putri bersembunyi. Pantas saja tanaman daun berbentuk unik digemari pekebun.

Bukan cuma bunga yang berwarna-warni. Tanaman daun juga banyak warnanya. Apakah kamu pernah melihat keladi hias, puring, pucuk merah, atau miana ungu/iler? Tanaman-tanaman ini warna daunnya bervariasi, bukan hanya hijau, tapi juga kuning, jingga, merah, dan ungu, tak kalah cantik dari warna-warni bunga.

Sinar matahari memancar dalam berbagai warna atau panjang gelombang. Ketika tanaman mandi sinar matahari, klorofil menyerap cahaya biru dan merah, sambil memantulkan cahaya hijau. Cahaya yang dipantulkan klorofil ini ditangkap mata. Dengan cara serupa, pigmen selain klorofil “mewarnai” daun, yaitu antosianin dan karotenoid. Antosianin menyerap warna lain dan memantulkan warna merah dan ungu, sedangkan karotenoid memantulkan warna kuning dan jingga.

Daun berfotosintesis melalui klorofilnya. Energi dari cahaya yang diserap klorofil digunakan untuk fotosintesis. Lantas, apakah puring, miana, dan tanaman lain yang tidak berwarna hijau, masih bisa melakukan fotosintesis? Bisa, karena meskipun terlihat ungu atau kuning, daun-daun itu tetap punya klorofil walau tidak dominan.

Pigmen adalah zat warna makhluk hidup. Warna kulit manusia yang berbeda-beda dipengaruhi oleh pigmen melanin yang berwarna gelap (cokelat tua atau hitam), selain paparan sinar matahari (lingkungan). Orang yang kekurangan pigmen disebut albino. Ia terlihat bulai, atau putih seluruh tubuh dan rambutnya. Istilah “bule” berasal dari sini.

Pada tanaman pangan, bulai berarti penyakit yang harus dibasmi. Penyakit bulai berciri daun muda yang bergaris-garis kuning pucat atau putih, yang menyebar ke seluruh daun. Penyakit bulai menyerang tanaman padi, jagung, sorgum, dan sebagainya. 

Berbeda dari penyakit bulai pada tanaman pangan, albinisme pada tanaman hias justru disukai.

Daun tanpa warna

Albinisme, atau ketidakmampuan tubuh membentuk pigmen, dapat terjadi pada tanaman, hewan, dan manusia. Kamu mungkin pernah melihat ular albino di kebun binatang, atau tikus putih di laboratorium biologi. Ini contoh albinisme pada hewan.

Pada tanaman, albinisme memunculkan perbedaan warna daun dari warna asli. Ada yang jadi putih seluruhnya, ada pula yang hanya sebagian saja atau parsial, misalnya di pinggir, belang (separuh hijau dan separuh putih), atau bercak putih. Variasi warna daun hijau ke”bule-bule”an ini disebut variegata.

 Dahulu, albinisme tanaman dianggap penyakit, misalnya akibat tanah yang kekurangan unsur hara (vitamin dan mineral) atau infeksi virus. Tanaman albino seluruhnya tidak berfotosintesis, sehingga bergantung pada yang lain untuk tetap hidup. Namun sekarang, albinisme parsial pada tanaman akan dirawat, bahkan sengaja diperbanyak melalui teknik canggih.

Variegata bisa ditemukan pada tanaman srirejeki, kalatea, dan monstera. Dalam biologi, spesies punya nama latin yang disebut binomial nomenklatur, yaitu penamaan dua kata. Gunanya untuk membantu ilmuwan meneliti spesies yang sudah diberi bermacam-macam nama lokal. Jendela putri bernama latin Monstera adansonii. Selain Monstera adansonii, ada kerabatnya yang juga terkenal, yaitu monstera besar atau Monstera deliciosa.

Wajar saja jendela putri variegata dan monstera besar variegata menjadi tanaman hias favorit. Sudah bentuknya unik, variasi warna daunnya juga menarik. Karena variegata jarang muncul alami, ia jadi langka. Beberapa orang memakai cara instan untuk sengaja memunculkan variasi warna, yaitu menyuntikkan zat tertentu. Cara ini akan ketahuan ketika muncul daun baru yang berwarna normal, tanpa variasi.

Selain variegata, ada jenis tanaman yang selalu dihargai tinggi, yaitu bonsai.

Bonsai yang aduhai

Bonsai ditumbuhkan dari benih biasa, lalu oleh seniman bonsai diberi perlakuan khusus sepanjang pertumbuhannya. Perlakuan khusus ini misalnya pemangkasan, pengurangan akar, perontokan daun, dan sebagainya. Tujuannya untuk menghasilkan pohon kecil yang meniru bentuk dan gaya pohon dewasa berukuran normal.

Istilah bonsai berasal dari Jepang, yang sebenarnya mengambil dari tradisi Cina yaitu penjing atau penzai. Di sini kita bisa melihat bonsai beringin dan cemara udang. Perawatan bertahun-tahun akan menghasilkan bonsai yang indah dan bernilai tinggi. 

Sekarang, kamu bisa nimbrung kalau ibu dan ayah sedang berdiskusi untuk memilih tanaman hias! Dan kalau masih ingin tahu lebih banyak tentang tumbuh-tumbuhan, kamu bisa mempelajari botani. 


Dian Vita Ellyati, penyuka sains

Catatan: Naskah pernah dimuat di majalah “Utusan” edisi November 2020. Untuk Suningsih.net, naskah telah diedit seperlunya.